Sepuluh pengurus PP Muhammadiyah akan memenuhi undangan Presiden Jokowi. Mereka akan mengadukan perilaku Basuki Tjahaja Purnama yang menyitir Surat Al Maidah. (CNN Indonesia/Resty Armenia)


Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan petinggi Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Pengurus Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11).

Sejumlah persoalan negara, termasuk yang berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta, disebut akan menjadi bahan pembicaraan pada pertemuan itu.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, lembaganya telah terbiasa dimintai pendapat oleh Jokowi tentang permasalahan negara.

Namun, pada forum siang nanti, Muhammadiyah secara khusus akan mempertanyakan sikap Jokowi atas perilaku Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilainya meresahkan umat Islam.

“Kami akan menyampaikan kasus itu. Kami ingin penanganan hukum yang berkeadilan agar menenangkan umat,” ujar Dahnil melalui sambungan telepon, Selasa pagi.

Oktober lalu, sejumlah organisasi sayap Muhammadiyah melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Mereka memperkarakan pernyataan Ahok yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51.

Tak hanya soal Ahok, Dahnil menduga Jokowi juga akan membicarakan rencana unjuk rasa sejumlah ormas Islam pada 4 November mendatang. Demonstrasi itu digelar sebagai reaksi ormas terhadap perilaku Ahok yang mereka nilai menyimpang.

“Dugaan saya, pertemuan itu akan bicara tentang apa yang sedang ramai belakangan ini, terutama tentang aksi Jumat nanti,” kata dia.

Merujuk sikap ormasnya, Dahnil mengatakan, Muhammadiyah tidak mengimbau anggota dan simpatisan mereka untuk berdemonstrasi. Syaratnya, hak berpendapat itu harus disalurkan secara damai dan beretika.

Jokowi kemarin telah angkat bicara tentang rencana demonstrasi tersebut. “Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun,” ujarnya.

Mengantisipasi kericuhan, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan Surat Telegram Rahasia bernomor STR/779/X/X/2016 agar personel Brigade Mobil dari sejumlah ke daerah diperbantukan ke Polda Metro Jaya.

Tito juga meminta Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan untuk menyiapkan setidaknya tujuh ribu personel gabungan untuk menjaga unjuk rasa tersebut.

(abm/obs)/cnnindonesia.com – Selasa, 01/11/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.104 kali, 1 untuk hari ini)