Diungkap Netizen, 4 Kejanggalan Foto Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

 


Diungkap Netizen, 4 Kejanggalan Foto Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar. (Twitter).

Hingga saat ini, netizen masih heboh memperbincangkan sebuah foto yang beredar di media sosial, yang disebut-sebut sebagai foto pasangan yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3/2021).

Foto itu beredar pada hari yang sama dengan hari dimana Katedral Makassar dibom, yaitu Ahad (28/3/2021).

Dalam foto itu terlihat seorang pria berjaket coklat dengan kepala dikerudungi syal mengemudikan sebuah motor matik bernomor polisi DD 5984 MD. Pria yang diidentifikasi berinisial L itu membonceng seorang wanita berburqa hitam yang diidentifikasi sebagai YSF, istri L.

Foto itu juga muncul di akun Instagram @Makassar_iinfo, dan diberitakan detikcom

Saat media ini mengonfirmasi tentang foto itu kepada Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan, dibenarkan kalau yang di foto tersebut adalah pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri

“Iya (foto beredar benar terduga pelaku). Itu mungkin teman-teman (ada yang dapat),” ujar Zulpan.

Pernyataan diperkuat dengan ditemukannya rongsokan motor matik bernomor polisi DD 5984 MD di lokasi kejadian, paska ledakan bom bunuh diri di depan pintu gerbang Katedral Makassar.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengatakan, pasangan ini anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan, dan baru menikah enam bulan lalu.

Kapolri juga menyebut kalau YSF dan L dinikahkan oleh Rizaldi, terduga teroris yang tewas tertembak di Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar, pada Januari 2021, dan YSF sedang hamil empat bulan.

Meski demikian, netizen menilai ada beberapa kejanggalan pada foto itu, sehingga di antara mereka bahkan ada yang menyebutnya sebagai foto editan.

Ini pendapat mereka yang dikicaukan melalui akun Twitter-nya seperti dikutip Selasa (30/3/2021).

A. Foto perempuan yang dibonceng tidak biasa.

“Tuh ketahuan… Editan! Lihat yang bonceng pun menghadap ke kanan, harusnya ke kiri ya?” kata @Anonymous_2024.


Seperti diketahui, umumnya masyarakat Indonesia naik motor dari sisi kiri, sehingga ketika seorang perempuan duduk dengan posisi menyamping di boncengan, maka posisi wajahnya menghadap ke arah kiri, bukan kanan.

Cuitan @Anonymous_2024 ditanggapi @Only_Maliq begini:

“Gw sebagai tukang ojek online kenal banget sama karakteristik orang kalo dibonceng berdasarkan pakaiannya. Orang dengan pakaian kayak perempuan di belakang itu biasanya duduknya nyamping, nggak ngadep ke depan. Gw jadi mikir kayaknya dia baru kali pertama pake pakaian kayak gitu untuk kebutuhan saat itu doang“.

B. Foto terlalu jernih, sehingga diduga bukan dari CCTV.

“Kata Pulisi, ini foto kedua 2 terduga pelaku bom Makassar sebelum ledakkan diri. Siapa yang moto? Dari CCTV? CCTV-nya high resolution? CCTV apa yang posisinya serendah itu?” kata @Cobeh09.


“Ketahuan dah kalau ada sutradaranya yang mengatur drama ini… Ini bukan CCTV, tapi hasil foto dari kamera genggam,” kata @RestyCayaaah.

C. Mau masuk gereja kok pakai busana Muslim?

“Dengan “pakaian seperti ini” mau masuk gereja, lalu meledakkan diri?”


Seperti diketahui, sebelum meledakkan diri, polisi mengatakan kedua pelaku ingin masuk ke gereja dimana di dalam sedang berlangsung misa Palma, rangkaian misa menjelang paskah, tapi dilarang petugas keamanan di pintu gerbang, dan meledakkan diri di situ dengan bom high explosive berjenis bom panci.

Tubuh YSF hancur, sementara tubuh L terpotong-potong. Kepalanya ditemukan di atap sebuah bangunan di samping Gereja Katedral Makassar.

D. Jalanan tempat motor pelaku melaju kok bukan aspal?

“Itu jalan bukan aspal sementara di depan Katedral beraspal. Terus itu foto dari mana?” kata @Anas_gemboel.

“Setelah dicek semua jalanan melalui Google Map jalanan di sekitar Gereja (TKP) tak ada yang menggunakan paving blok. Jadi, CCTV ini posisinya dimana ya?” kata @RidwanS38612261.


 (Annisa\Editor)

law-justice.co – Rabu, 31/03/2021 11:01 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.144 kali, 1 untuk hari ini)