.

Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) Mantan Presiden PKS divonis  16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar Itu keputusan Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/12) malam.

Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin hakim ketua, Gusrizal, memvonis LHI dengan hukuman pidana 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Hakim menilai LHI terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengurusan kuota impor daging sapi dan pidana pencucian uang.

Selain divonis selama 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, majelis hakim pengadilan Tipikor juga menghukum dengan menyita harta-harta kekayaan milik terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) harus dirampas untuk negara.

Terhadap keputusan itu, LHI akan terus naik banmding sampai akherat kelak.

Inilah beritanya.

***

LHI   Akan Terus  Banding  Hingga  Akhirat

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menyesalkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia menilai putusan hakim terlalu berpihak pada jaksa KPK.

“Saya tidak menerima keputusan itu dan saya akan melanjutkan proses hukum berikutnya, baik proses hukum di dunia ini dan maupun proses hukum di akhirat nanti,” ujarnya, setelah mendengarkan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/12) malam.

LHI mengaku kecewa atas putusan majelis hakim yang menurutnya telah mengesampingkan pembelaan dari tim penasihat hukumnya.

“Tidak ada satu pun dari pembelaan yang diajukan pengacara saya yang dipertimbangkan. Semuanya dikesampingkan, padahal mereka telah bekerja keras dan membuktikan satu persatu tentang fakta-fakta apa yang mereka tulis dalam pembelaan,” tuturnya.

Dalam sidang yang berlangsung sejak Pk. 16:30 hingga Pk. 21:20, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin hakim ketua, Gusrizal, memvonis LHI dengan hukuman pidana 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Hakim menilai LHI terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengurusan kuota impor daging sapi dan pidana pencucian uang.

Adapun susunan majelis hakim dalam sidang tersebut, yakni Gusrizal (ketua), Nawawi Pomolango, Purwono Edi Santosa, Djoko Subagyo dan I Made Hendra selaku anggota. (yulian/d)
Senin, 9 Desember 2013 23:41:09 WIB

***

Tak Hanya Vonis 16 Tahun Penjara, Harta LHI Juga Dirampas Negara

Novrizal Sikumbang

10 Dec 2013 07:46:05

Jakarta,— Selain divonis selama 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, majelis hakim pengadilan Tipikor juga menghukum dengan menyita harta-harta kekayaan milik terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) harus dirampas untuk negara.

“Harta-harta kekayaan terdakwa dirampas untuk negara,” kata Ketua Majelis Hakim Gusrizal Lubis, dalam sidang perkara suap penanaganan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan Pencucian Uang, di Pengadialan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Adapun harta yang dirampas, baik berupa mobil, uang, tanah, dan lain-lain. Harta-harta tersebut diduga merupakan dari hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang dilakukan Luthfi.

Berikut, daftar lengkap harta-harta bekas anggota DPR yang dirampas negara.

Mobil:

1. 1 unit Toyota FJ Cruiser 4.0 A/T warna hitam dengan nomor polisi B 1340 TJE.

2. 1 unit Volkswagen (VW) Caravelle warna deep black B 948 RFS.

3. 1 unit Mazda CX 9 warna putih B 2 MDF beserta 1 buah kunci.

4. 1 unit Mitsubishi Grandis warna hitam B 7476 UE.

5. 1 unit Mitsubishi Pajero Sport warna hitam B 1074 RFW.

6. 1 unit Nissan Frontier Navara warna hitam B 9051 QI.

7. 1 unit Toyota Alphard 2.4 G AT tahun 2010 warna hitam B 147 MSI.

Bangunan dan tanah:

8. 1 unit Perumahan Rumah Bagus Residence Kavling B1 dengan luas tanah kurang lebih 441 m2, luas bangunan kurang lebih 290 m2. Terletak di Jalan Kebagusan Dalam, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dengan nilai Rp 2,49 miliar pada tahun 2011 atas nama Luthfi Hasan Ishaaq.

9. Satu bidang tanah dan bangunan di Jalan Loji Barat Nomor 24 RT 017 / RW 002, Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Luas bangunan 260 m2 atas nama Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

10. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat dengan luas 3.334 m2 atas nama Luthfi.

11. Satu bidang tanah di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, seluas 8.180 m2 atas nama Luthfi.

12. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, seluas 9.470 m2 atas nama Luthfi.

13. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Bogor, seluas 5.410 m2 atas nama Luthfi.

14. Satu bidang tanah di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, seluas 3.180 m2 atas nama Luthfi.

Uang tunai:

15. Uang tunai Rp 100 juta yang terdiri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak 700 lembar yang setara dengan Rp 70 juta dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 600 lembar atau setara dengan Rp 30 juta.

Tak hanya itu harta lain yang juga sebagian dirampas oleh negara dan sebagian lagi dikembalikan ke pihak yang berwenang, yakni.

1. 1 unit rumah di Jalan Batu Ampar IV RT 009 / RW 003 atas nama Tanu Margono (akta jual Ahmad Zaky, staf pribadi Luthfi) SHM 4734.

2. 1 unit rumah di Jalan Batu Ampar IV RT 009 RW 003 atas nama Tanu Margono (digunakan Ahmad Zaky dan yang diatasnamakan Jazuli Juwaini) SHM 4738.

3. 1 unit rumah di Jalan Batu Ampar atas nama Budiyanto. SHM 4735.

4. 1 unit rumah di Jalan Batu Ampar IV atas nama Tanu Margono (akta jual beli antara Tanu dan Luthfi) SHM 4739.

5. 1 unit rumah di Jalan Batu Ampar atas nama Tanu Margono (akta jual beli antara Tanu dan Luthfi) SHM 4733. Statusnya diagunkan Ahmad Zaky.

Majelis berpendapat, bahwa kelima unit rumah itu dikembalikan ke Bank Muamalat Cabang Kalimas Bekasi. Dan terhadap angsuran yang sudah dibayarkan oleh debitur kepada Bank Muamalat Cabang Bekasi dirampas untuk negara dan sisanya dikembalikan ke Bank Mualamat.

Kemudian ada 1 unit rumah Luthfi lagi, yakni di Jalan H Samali Nomor 27, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (digunakan Ahmad Zaky) sudah dibayarkan pada BCA Cabang Subang dengan nilai Rp 4,7 miliar terhitung mulai Juli 2012 sampai Juli 2027 atau selama 180 bulan.

Majelis berpendapat, dikembalikan ke BCA Cabang Subang. Terhadap angsuran yang sudah dibayarkan oleh debitur kepada BCA Cabang Subang dirampas untuk negara dan sisanya dikembalikan ke BCA.

Sukardjito -/ Aktual.co

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.088 kali, 1 untuk hari ini)