Ilustrasi/ rimanws


Posted on 12 April 2014 – by Nahimunkar.com

Usai sidang, Ahmad Jauhari meminta KPK menjerat Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar, yang kala itu menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam. Menurutnya, Nasaruddin punya peranan besar dalam kasus yang melilitnya.

JAKARTA, – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  Jakarta menjatuhkna pidana 8 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan terhadap Ahmad Jauhari, mantan Direktur Urusan Agama Islam  dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam  Kementerian Agama.

 Mantan pejabat ini  terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama pengadaan Alquran, tahun 2011-2012, sehingga merugikan negara sebesar Rp 27,56 miliyar.

Terkait putusan ini, Jauhari menyatakan pikir-pikir. Ia sempat memohon kepada hakim agar diperbolehkan  memberikan pernyataan di depan persidangan. Meksi ditolak, dia tetap ngotot memberikan pernyataan.”Saya ingin menyampaikan, artinya kawan-kawan yang terlibat dan menjadi aktor harus diseret ke pengadilan.

Karena kalau cuma berhenti di saya, pemberantasan korupsi tidak berhasil,’’ tukasnya. Usai sidang, dia meminta KPK menjerat Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar, yang kala itu menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam. Menurutnya, Nasaruddin punya peranan besar dalam kasus yang melilitnya. (wandy/balipost) Tanggal: 10 April 2014 Jam:9:49 pm • Headline

(nahimunkar.com)