Jakarta (lasdipo.com)- Umat Islam terlalu dinina bobokkan dengan jumlah mereka yang mayoritas, hingga lupa peran mereka memperhatikan kualitas dan nasib Islam itu sendiri. Sebagaimana keterangan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) bahwa pertumbuhan masjid di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir kalah ketimbang gereja.

Juru bicara DMI Herry Sucipto mengungkapkan, pertumbuhan jumlah masjid di Indonesia berkisar 65-70 persen. Angka tersebut masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan gereja yang mencapai 130 persen dalam rentang waktu yang sama.

Menurut Herry, tingginya pertumbuhan jumlah gereja dibandingkan masjid dikarenakan banyaknya kelas menengah di kalangan umat Kristiani yang menjadi donatur bagi pembangunan tempat ibadah mereka.

“Sementara, jumlah kelas menengah Muslim kita tidak begitu banyak jumlahnnya,” imbuhnya.

Meskipun begitu, kata Herry lagi, spirit umat Muslim untuk memanfaatkan masjid sebagai sarana ibadah dan interaksi sosial sangatlah besar. Salah satunya bisa kita lihat dari proses pendistribusian zakat dan daging kurban di negeri ini yang kebanyakan masih bergantung kepada masjid.

DMI saat ini tengah membentuk sebuah tim survei untuk melakukan pendataan jumlah masjid di Indonesia. Ke depan, tim tersebut diharapkan dapat menggali perkembangan dan kondisi faktual masjid-masjid yang terdapat di Indonesia. Survei pun ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. (rol/lasdipo)

Rep: aiman
Editor: aiman

(br/nahimunkar.com)

(Dibaca 1.392 kali, 1 untuk hari ini)