13 September 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Belum lama lalu saya naik bis AC Primajasa jurusan Bandung Jakarta. Saya duduk tidak jauh dari sopir. Saat melihat kaca depan, saya saksikan sesuatu yang unik. Disana ada 2 sticker berisi kaligrafi Arabic. Jarang lho sebuah bis umum meletakkan kaligrafi seperti itu.

Lebih heran lagi ketika melihat bahwa sticker itu resmi keluaran dari PO. Primajasa. Di bagian bawah sticker itu jelas-jelas terpampang logo “PP” yang merupakan logo resmi dari: PT. Primajasa Perdana Raya Utama.

Saya berusaha membaca isi sticker itu, baik tulisan kaligrafi maupun terjemahnya. Tetapi saya merasa ragu dengan tulisan Arabic-nya, sehingga saya hanya berusaha mencatat terjemah dari tulisan kaligrafi itu. Hal ini saya lakukan, karena isi kalimat yang tertera di atas logo itu sangat mengejutkan.

Mau tahu isinya?

Ia adalah sebuah doa yang bunyinya sebagai berikut:

“Bagiku ada 5 kekasih Allah, yang dengannya kupadamkan ganasnya bencana yang mematikan. Merekalah Al Mustafa Muhammad, Al Murtadha Ali, kedua putranya Hasan dan Husein, serta Fatimah.”

Dengan doa seperti ini, muncul rasa khawatir di hati saya. Berlindung kepada selain Allah Ta’ala, meskipun mereka adalah Nabi Muhammad Shallallah ‘Alaihi Wasallam; Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein Radhiyallahu ‘Anhum; tidak dibenarkan dalam Islam. Kecuali berlindung secara manusiawi, ketika beliau-beliau yang mulia itu masih hidup.

Berlindung kepada arwah yang telah wafat, dari berbagai bahaya, ganasnya bencana mematikan; hal itu termasuk perbuatan syirik yang dilarang dalam Islam. Dalilnya ialah firman Allah: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan).

Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah berpesan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, “Idza sa’alta fas’alillah wa idza ista’anta fasta’in billah” (kalau engkau meminta, mintalah kepada Allah; kalau engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah). [HR. At Tirmidzi, disebut dalam Arbain An Nawawiyah, hadits no. 19].

Ketika sticker itu dibuat resmi oleh PO. Primajasa, apalagi sampai dipromokan di depan para penumpangnya; sebenarnya apa maksudnya? Apakah mereka ingin mempromosikan ajaran Syiah? Atau itu ingin menceritakan kenyataan, bahwa pemilik Primajasa adalah Syiah?

Tak tahulah. Hanya Allah yang Maha Tahu hakikat sebenarnya. Tapi jujur, bagi yang paham tauhid, naik bis dengan sticker seperti itu lebih menakutkan. Jangan tanya keselamatan, khawatir malah akan terjadi kecelakaan. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum jami’an.

Artikel: Abisyakir.Wordpress.com publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com

http://moslemsunnah.wordpress.com/2012/09/13/doa-khas-syiah-di-bus-primajasa/

***

Kelompok mana yang menyebarkan itu, di antaranya dapat dilihat, ternyata itu dinyanyikan oleh haddad alwi

Ini nyanyiannya:

Li Khomsatun

Posted by Lirik on 8:36 PM

Labels: Haddad Alwi Dan Sulis

Album Cinta Rasul 7

Li khomsatun uthfi biha

narol jahimil-hatimah

al Musthofa wal Murtadho

wabnahuma wa fathimah

hum khiroti wadza khiroti

fil mahsyari yaumath-thomah

wakadzaka fiddunya idza

jaa atilkhuthubil qoshimah

bihaqqihim ya dzal jalal

washolatid-da-imah
ulhuf bina wal muslimin

min kulli ‘anin lammah

wa minal ‘ida wa minar-roda

wa minal masho-ibi ‘ammah

wa’alaihimu ya robbana

minkas-salamid-daimah (liriknasyid-zone)

***

Nyanyian itu ternyata jadi doa wirid kelompok sesat Al-Arqam Malaysia.

Ini sorotannya.

***

MONDAY, AUGUST 10, 2009

Jauhi Doa Syirik (Doa H1N1)

Baru-baru ni telah tersebarnya satu doa yang mana kononnya doa tersebut adalah doa pelindung dari penyakit H1N1 (selesama babi). Doa tersebut mengandungi kesyirikan di dalamnya bahkan ia merupakan amalan-amalan sesat para mengikut Ashaari Muhammad atau tarekat Aurad Muhammadiah, mereka boleh dikenali sekarang dengan nama Ikhwan Global, sebelum ini mereka dikenali dengan Rufaqadan Al-Arqam.

Doanya adalah seperti berikut:

لي خمسة أطفي بها حر الوباء الحاطمة

المصطفى والمرتضى وابناهما مع فاطمة

Maksudnya: “Ada bagiku lima dengannya aku memadamkan kepanasan penyakit berjangkit, mereka itu ialah Nabi yang terpilih, Ali yang diredai, Fatimah, dan kedua anak mereka (Hasan dan Husain)”.

Lihat lampiran:

Ini merupakan amalan para jemaah Al-Arqam (kini Ikhwan Global) biasanya setelah solat subuh dan asar sebanyak 7 kali sebagaimana yang saya sendiri pernah mengamalkannya suatu ketika dahulu. (Sila rujuk amalan-amalan Al-Arqam dalam blog pegangan-rufaqa)

Doa ini adalah Syirik Akbar (Syirik Besar) dan mereka yang mengamalkannya dengan sengaja dan redha dengan apa yang tertera dalam doa ini boleh menjadi kafir dengan serta merta dan perlu mengucap dua kalimah syahadah semula.

Ini berdasarkan doa ini ditujukan kepada makhluk iaitulah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, Ali radiallahu ‘anhu, Fatimah radiallahu ‘anha, Hasan dan Husain radiallahu ‘anhuma sedangkan Allah Taala berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Maksudnya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu untuk Allah maka janganlah kamu menyeru bersama Allah sesuatu pun”. [Surah al-Jin: 18].

Ayat ini menceritakan kaum Nasrani yang mensyirikkan Allah Taala ketika mereka berdoa dengan menyeru Isa alaihissalam, Maryam, dan paderi-paderi mereka lalu Allah Taala melarang kaum muslimin meniru perbuatan syirik ini. Maksud masjid dalam ayat ini adalah seluruh permukaan bumi. [Rujuk Tafsir al-Baghawi].

Dan sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang mafhumnya:

“Janganlah kamu melebihkan aku seperti mana Nasarani (Kristian) melebihkan (Isa) anak Maryam, maka sesungguhnya aku ini hamba (kepada Allah) maka sebutlah: Hamba Allah dan RasulNya”. [Hadis al-Bukhari].

Dalam hadis ini Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita memuji baginda melebihi had sepatutnya dengan menjadikan baginda sebagai Tuhan sebagaimana yang dilakukan kaum Kristian terhadap Nabi mereka Isa ‘alaihissalam.

Menyembuhkan penyakit hanya kekuasaan Allah Taala sebagaimana dalam firmanNya menceritakan perkataan Nabi Ibrahim alaihissalam:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ 

Maksudnya: “Dan apabila aku jatuh sakit maka Dia lah yang menyembuhkan”. [al-Syu’ara’: 80]

Dalam hadis yang lain Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (maksudnya):

“Apabila kamu memohon sesuatu maka mohonlah daripada Allah, dan apabila kamu meminta pertolongan maka mintalah daripada Allah”. [Hadis al-Tarmizi].

Semua dalil ini dan banyak lagi menunjukkan amalan memohon pertolongan kepada makhluk dalam perkara yang hanya mampu dilakukan Allah Taala dan tidak mengikut sebab-sebab yang syar’i adalah syirik dan berdoa kepada selain Allah Taala adalah syirik akbar yang menjadikan pelakunya kafir musyrik-nauzubillah min zalik-.

Semoga kita dapat menjauhkan dari perbuatan syirik dan dari doa-doa yang tiada asal-usul dari agama kita. Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Maksudnya: “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tiada di atasnya dari perintah kami, maka ia tertolak.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Wallahua’lam

http://al-muwahhidun.blogspot.com/2009/08/jauhi-doa-syirik.html

***

Gus Dur: Seret Provokator Insiden Bangil ke Meja Hijau!

December 19, 2007

Acara KONGKOW BARENG GUS DUR yang seyogyanya on air di Radio Utan Kayu FM 68H Jakarta setiap hari Sabtu, terpaksa disiarkan off air pada hari ini (Jumat 07 Des 2007) di kantor PBNU Kramat, karena cucu pendiri NU ini harus keluar kota pada esok harinya.

Kali ini Acara KONGKOW BARENG GUS DUR kedatangan rombongan dari Bangil, yakni Ust. Muhammad BSA, Ust. Ali Zaenal Abidin, (YAPI) dan Ust. KH. Khoiron Syakur (Sesepuh NU Bangil). Kedatangan mereka adalah untuk silaturahim dengan Gus Dur sekaligus melaporkan adanya Tindakan Kekerasan terhadap sebuah masjid bernama Masjid Jarhum dan juga rumah ust. Ali Zaenal Abidin & Ust. Muhammad bin Alwi dengan mengatasnamakan Mazhab atau Golongan Islam, pada 27 Desember 2007 silam.

Bertempat di sebuah ruangan yang sederhana, mantan Ketua Umum PBNU ini terlihat santai dengan setelan batik. Dihadiri pula oleh sekitar 15 orang simpatisan yang empati terhadap kasus kekerasan tersebut. Beberapa dari LSM dan aktivis kepemudaan Islam.

Pelapor menjelaskan kronologi kekerasan yang terjadi, baik di Masjid Jarhum maupun Rumah kediaman. Berawal dari ceramah salah satu ustadz pada tanggal 25 Desember 2005 (dua hari sebelum kejadian), yang menyampaikan kesesatan-kesesatan ajaran Syiah dan mengajak kepada umat untuk segera bertindak agar ajaran Syiah tidak semakin menyebar di wilayah Bangil. Tindakan kekerasan tersebut terjadi di rumah Ust. Ali pada 27 Desember 2007 pukul 12.30 dini hari.

Suasana KONGKOW terasa akarab meski Gus Dur sesekali terlihat bersemangat dan sedikit emosi berkaitan dengan tindakan kekerasan yang ditujukan kepada Umat Syiah di Bangil. Gus Dur menilai terjadinya kekerasan atas nama aliran agama ini disebabkan oleh Fatwa MUI belakangan yang menyatakan beberapa Golongan sesat. Meski Syiah sendiri tidak termasuk yang disesatkan, namun fatwa tersebut membuat beberapa kelompok Islam melakukan tindakan kekerasan kepada golongan yang mereka anggap sesat, sebagai contoh yang terjadi diBangil dengan korban para pengikut mazhab Syi’ah. Gus Dur sendiri beranggapan bahwa, kalau mau kita cermati, tradisi-tradisi dalam NU beberapa mempraktekkan tradisi yang bersumber dari Syiah, seperti Barjanji, Shalawatan li Khomsatun dan beberapa praktek-praktek yang lain. Jadi menurutnya, NU adalah Syiah secara tradisi bukan Syiah politik.

KH. Khoiron Syakur (sesepuh NU Bangil) menyatakan bahwa sudah sejak bertahun-tahun, warga NU hidup berdampingan dengan warga Islam yang berbeda mazhab, dan tidak ada pertentangan apalagi sampai kepada perbuatan kekerasan sebagaimana terjadi sekarang.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengutuk dan berjanji melaporkan tindakan kekerasan ini ke Kapolri. Ia juga menghimau warga NU tidak terpengaruh dan tetap mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan umat Islam namun sesungguhnya adalah upaya untuk memecah belah Umat Islam

(WEB KYAI KYAI NU YANG PRO MAZHAB SYIAH IMAMIYAH). http://nahdlatululamadukungsyiah.wordpress.com/?s=li+khomsatun&submit=Search

(nahimunkar.com)

(Dibaca 17.830 kali, 17 untuk hari ini)