.

 Bambang Irawan Hafiluddin adalah mantan gembong aliran sesat Islam Jamaah. Dia bertaubat dan meninggalkan aliran yang didirikan Nurhasan Ubaidah yang berpusat di Kediri Jawa Timur.

Karena bertaubat dan tidak mau lagi di aliran Islam Jamaah itu, Bambang pernah didoakan dengan qunut Nazilah di antaranya di Bulan Juli, Agustus, dan September 1998. Yang memerintahkan doa qunut nazilah itu menurut blog airmatakumengalir adalah Abd Dhohir yang kala itu menggantikan bapaknya yakni Nurhasan Ubaidah pendiri Islam Jamaah yang kini dikenal dengan LDII.

Kejadian itu dapat diakses di blog airmatakumengalir dalam judul Kuwalat dengan Qunut, diantaranya ditulis:

 Bapak Bambang Irawan ternyata sehat bugar kala itu…dan sampai tahun 2010 kawan-kawan sempat memujinya yang masih sehat bugar, naik motor dengan jarak kurang lebih 30 KM pulang pergi. Meski isu tentang kematiannya sempat membuat gempar kalangan jamaah 354 dengan mengatakan, Bambang Irawan telah tewas. Setelah digali kuburannya, lidahnya menjulur. Bahkan dihina bahwa beliau jadi kere jadi penjual tempe keliling.

Kita bandingkan dengan Imam Abd dhohir yang pernah memerintahkan jamaahnya untuk mengqunuti nazailah kepada Bambang Irawan…malah hidupnya sakit-sakitan dengan bomerang dari doanya serta qunutnya “mugo-mugo uripe sengke’ kere,deblek,ashor…

Tulisan itu disertai foto orang yang disebut kuwalat dalam keadaan sakit.

Sementara itu, Bambang Irawan setelah didoakan jelek itu masih hidup 12-an tahun, bahkan sempat direkam dalam bentuk video dan khabarnya sampai kini beredar hingga di Timur Tengah. Video Bambang bersama Hartono Ahmad Jaiz itu berjudul Meluruskan Penyimpangan Islam Jamaah (LDII).
Yang jadi masalah, kenapa doa LDII –Islam Jamaah itu tertolak, bahkan disebut jadi bomerang ?

Perlu disadari, doa adalah ibadah. Ibadah itu diterima Allah Ta’ala bila tanpa ada penghalang-penghalangnya. Di antara yang menghalangi terkabulnya doa adalah makan makanan haram atau tidak sah.

Hanya makan makanan haram saja doanya tidak diterima, apalagi kalau yang haram atau tidak sah itu justru makanan pokoknya.

Inilah pokok masalahnya, dan berikut ini uraiannya.

 Disejajarkan dengan pelacur, doanya tidak diijabahi

Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ’assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad dan At-Thabarani, lafal ini bagi At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau kode kelompok itu 354 (lihat kalau ada warung-warung dan sebagainya ada kode 354 berarti kelompok mereka) dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut “persenan” sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

Pihak yang lain, memungutnya mungkin sampai 15 persenan. Lebih mantap lagi dhalimnya. Dan itulah sumber utama (70-an persen) uang belanja negeri yang banyak koruptornya ini. Makanya sumber itu dari mana, perlu kita sadari benar karena memang dari sana, yaitu dari yang telah sangat dikecam dan diancam oleh Allah Ta’ala lewat Nabi-Nya yang mulia.

Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam sedemikian, tidak lain karena harta orang Muslim itu dilindungi, dan tidak boleh diambil tanpa hak. Dalilnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[An-Nisa : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” (HR Abu Daud dan Al-Baihaqi, Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459. (lihat Abu Ibrahim Muhammad Ali, Pajak dalam Islam, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.)

Itulah penjelasan, kenapa doa mereka tertolak, walau sampai dalam doa qunut nazilahnya menyebut agar yang celaka itu orang yang mendhaliminya. Ternyata tetap tidak dikabulkan!

Dari sumber berupa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kenyataan yang terbukti nyata dalam kehidupan, maka semoga hal ini jadi pelajaran berharga. Paling kurang, semoga akan menambah kemantapan saudara-saudara kita yang mentas keluar dan bertaubat dari aliran sesat LDII – Islam Jamaah. Lebih dari itu, semoga menjadi peringatan bagi semuanya, termasuk mereka yang terkena oleh hadits tersebut.

 Bagi yang ingin membaca tentang Kuwalat dengan Qunut, dan tentang wafatnya Bambang Irawan yang tidak celaka apa-apa, silakan simak berikut ini.

***

Kuwalat Dengan Qunut

14.26 amin fadhilatun

 Masih ingatkah kita kejadian Juli,Agustus dan september 1998,tentang Qunut yang di tujukan kepada Bambang Irawan Rohimahullah,isinya adalah “allahumma a’izzal jamaata wa adzilal fir qotal kafaro,allahumma tsabit jamaaatana ala dinika was dud wa thotaka ala man dzolamana was dud wathoataka ala man afsadana,

Insya ALLAH KITA MASIH INGAT DAN MASIH SEGAR HAFALAN DOA QUNUTNYA

Bapak Bambang Irawan ternyata sehat bugar kala itu…dan sampai tahun 2010 kawan-kawan sempat memujinya yang masih sehat bugar naik motor dengan jarak kurang lebih 30 KM pulang pergi.meski isu tentang kematiannya sempat membuat gempar kalangan jamaah 354 dengan mengatakan Bambang Irawan telah tewas seelah di gali kuburannya lidahnya menjulur.bahkan di hina bahwa beliau jadi kere jadi penjual tempe keliling.

kita bandingkan dengan Imam Abd dhohir yang pernah memerintahkan jamaahnya untuk mengqunuti nazailah kepada Bambang Irawan…malah hidupnya sakit-sakitan dengan bomerang dari doanya serta qunutnya “mugo-mugo uripe sengke’ kere,deblek,ashor…

dan mudah-mudahan kita dapat hikmah jangan sampai lisan kita antem kromo tho sloro car cor mendoakan jelek pada orang lain,yang belum tentu orang tersebut melakukan perbuatan jelek.

karna takutnya doa akan berbalik pada diri seseorang tersebut./ http://airmatakumengalir.blogspot.com

 ***

Berikut ini berita tentang wafatnya Bambang Irawan. Tidak ada tanda-tanda celaka  atau sengsara seperti isi doa qunut nazilah yang ditujukan kepadanya itu. Bahkan Imam masjid mengemukakan, selama ini Pak Bambang rajin shalat berjamaah 5 waktu dan bahkan sering menunggu waktu shalat.

Inilah beritanya.

***

Bambang Irawan Hafiluddin Mantan Petinggi Aliran Sesat Islam Jama’ah Wafat

(Adiknya yang jadi pemimpin LDII tidak ikut menshalati)

 Bambamg Irawan Hafiluddin (62 tahun) mantan petinggi aliran sesat Islam Jama’ah wafat, Senin siang 22 Dzulhijjah 1431H/ 29 November 2010, di Jakarta, setelah beberapa hari mengalami sakit.

Almarhum dishalati di masjid dekat rumahnya di Gandaria Jakarta Selatan, ba’da maghrib, diimami oleh puteranya, Ustadz Yahya. Namun adik almarhum yang masih aktif di LDII bahkan termasuk jajaran pimpinan, tampaknya tidak ikut menshalati jenazah abangnya ini, walau beberapa kali dia menengok ke rumah almarhum sebelum dibawa ke masjid, dan bahkan dia bilang ke penta’ziyah bahwa almarhum akan dishalati di masjid ba’da maghrib.

Jenazah langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir Jakarta Selatan seusai dishalati oleh sejumlah tokoh dan Ummat Islam.

Mantan pentolan aliran sesat Islam Jama’ah

Situs Hidayatullah.com memberitakan, Bambang Irawan pernah bergabung dengan Islam Jamaah yang sekarang dikenal dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan dipercaya menjadi tangan kanan ‘sang amir’ Nurhasan Ubaidah Lubis. Dalam waktu yang bersamaan, Bambang dijadikan menantu kesayangan Nurhasan.

Sebelum “bertaubat” dan mengaku menyesali, Bambang diberi tugas untuk mencari dan mengajak pengikut baru untuk bergabung menjadi jamaah LDII. Bambang pun berhasil merekrut banyak jamaah, baik dari dalam maupun mancanegara.

Tahun 1974 – 1980, Bambang diajak bersama Nurhasan Ubaidah Lubis untuk mukim di Mekkah, dalam rangka menuntut dan memperdalam ilmu agama Islam. Saat itu, Bambang banyak bertemu dengan tokoh ulama, antara lain dengan Syaikh  Abdul Aziz bin Baz.

Dalam diskusinya, Bambang mengaku tersadar  ajaran aliran Islam Jamaah/LDII jelas-jelas merupakan ajaran yang menyimpang dari konsep Islam yang diajarkan dalam al Qur’an dan Hadits Rasulullah saw.

Memasuki tahun 1983, Bambang Irawan secara terang-terangan menyatakan “taubat” dan keluar dari LDII. Sejak itu  Bambang aktif menjadi pendakwah, meski menjadi sasaran  ancaman dan terror, ungkap hidayatullah.com , 29 November 2010.

Bukti penting, adiknya yang jadi pemimpin LDII tidak ikut menshalati

Jenazah Bambang Irawan dishalati di masjid dekat rumahnya di Gandaria Jakarta Selatan ba’da maghrib, kemudian langsung dimakamkan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir Jakarta Selatan. Imam masjid mengemukakan, selama ini Pak Bambang rajin shalat berjamaah 5 waktu dan bahkan sering menunggu waktu shalat.

Ketika jenazah dishalati, adik almarhum, Ksn alias AM, yang masih aktif di LDII bahkan menurut penta’ziyah dia itu menjadi amir daerah bahkan konon kini naik jadi wakil amir 4 yang berpusat di Kediri Jawa Timur, tidak tampak ikut menshalati.

Ustadz Yahya putra Pak Bambang mengimami shalat jenazah, namun pamannya (adiknya jenazah) yang masih di LDII itu tampak pulang ke rumahnya tak jauh dari tempat itu menjelang maghrib, walau tadinya klincang-klincong (mondar-mandir) di sekitar lokasi.

Ini bagi orang MUI (Majelis Ulama Indonesia) seperti M Amien Djamaluddin dan tokoh-tokoh lembaga Islam lainnya yang hadir dan menshalati jenazah Pak Bambang menjadi catatan penting pula mengenai sikap unsur pemimpin LDII sampai sekarang, bahwa sampai abangnya meninggal pun karena bukan lagi termasuk dalam golongan LDII ternyata tidak mau menshalatinya, padahal sejak tadi dia klintar-klinter (mondar-mandir) di situ dan tinggal di kampong sekitar itu.

Beberapa anggota FRIH (Forum Ruju’ Ilal Haq) yakni orang-orang yang keluar dari LDII karena sadar akan kesesatannya, tampak berta’ziyah dan ikut menshalati jenazah Pak Bambang. Mereka menyaksikan bahwa adik Pak Bambang yang masih di LDII bahkan termasuk unsure pimpinan itu tidak mau ikut menshalati jenazah almarhum.

Menurut mereka, kalau seandainya yang masih aktif di LDII itu ikut menshalati jenazah ini, kemungkinan besar shalatnya shalat BL.

Apa itu shalat BL?

Shalat budi luhur, secara gampangnya di aliran sesat lain kurang lebihnya disebut taqiyah yakni menampakkan sikap yang berbeda dengan yang sebenarnya diyakini untuk menutupi kesesatannya. (haji).

(nahimunkar.com)  Added on 30 November 2010

(nahimunkar.com)

(Dibaca 18.627 kali, 14 untuk hari ini)