اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

***

Radikalisme dari BNPT

Strategi deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), memang tujuan utamanya adalah umat Islam. Sebab dalam kamus BNPT, yang dimaksud dengan kelompok radikal adalah yang berasal dari umat Islam, bukan umat lainnya. Jadi sesungguhnya BNPT telah melupakan sejarah dan kemajuan Indonesia yang dipelopori umat Islam. Jadi BNPT tidak mau berterima kasih kepada umat Islam.

Memang diakui ada segelintir umat Islam yang bersikap radikal, tetapi sikap seperti itu juga ada pada umat lainnya. Tetapi mengapa mereka tidak terkena proyek deradikalisasi, kok hanya umat Islam saja. Seperti umat Kristen yang tergabung dalam RMS di Maluku dan OPM di Papua, mereka sangat ekstrim dan radikal sekali bahkan membahayakan kehidupan negara, bukan hanya keamanan negara. Sebab dengan bantuan asing mereka ingin memisahkan diri dari NKRI, sedangkan umat Islam justru yang ingin mempertahankan keutuhan NKRI. Mengapa RMS dan OPM tidak disebut sebagai teroris dan tidak terkena proyek deradikalisasi ?

Bisa jadi radikalisme justru berasal dari kalangan BNPT sendiri. Sebab BNPT terlalu sensitif terhadap setiap gerakan dakwah dari umat Islam yang dicurigai-nya sebagai kelompok radikal. Inilah fakta ketidakadilan dari BNPT yang selalu menjadikan kambing hitam bagi umat Islam Indonesia dengan segala bentuk radikalismenya.

Demikian menurut Saharuddin Daming (Komisioner Komnas HAM).

(*) Abdul Halim

http://www.suara-islam.com/tabloid.php?tab_id=49

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.285 kali, 1 untuk hari ini)