sangpencerah.com -Setelah PP Muhammadiyah mendesak kepada Polri dan lembaga – lembaga terkait agar dilakukan pengusutan tentang meninggalnya salah satu ummat islam yang baru diduga terlibat terorisme yakni almarhum Sriyono akhirnya Mabes Polri mengakui adanya kesalahan prosedur dalam pemeriksaan yang dilakukan Densus 88.

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengungkapkan adanya kesalahan prosedur standar operasi dalam pemeriksaan yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terhadap terduga teroris Siyono, yang menyebabkan dirinya meninggal

Namun beberapa pekan berlalu belum ada tindak lanjut dari kesalahan prosedur yang dilakukan Densus 88 dan sudah diakui oleh Mabes Polri, malah istri Siyono ditekan agar mau berdamai dan tidak menuntut kematian Siyono dengan imbalan sejumlah Uang

Muhammadiyah yang sejak dini mengawal kasus ini dan telah menyatakan siap untuk mengadvokasi keluarga korban, hari ini menerima kunjungan dari keluarga Siyono yang mengadukan peristiwa yang mereka alami dan tekanan kepada keluarga korban untuk tidak mengusut kasus ini.

Kemudian untuk langkah awal mengungkap fakta sesungguhnya rencana besok Selasa 30/03/2016 Tim Dokter Muhammadiyah atas izin dari keluarga akan melakukan otopsi terhadap jenazah Siyono yang akan didampingi Komisioner Komnas HAM Manager Nasution dan juga tim lembaga hukum.

Setelah itu harapannya hasil otopsi bisa dijadikan pintu masuk untuk mengadvokasi kasus ini agar terang benderang dan keluarga korban mendapatkan keadilan ( arf/redaksi )*/ sangpencerah.com – Maret 29, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.529 kali, 1 untuk hari ini)