Dosa Besar, Memata-matai Muslimin d Masjid-Masjid

 

Inilah beritanya.

 

***

Seperti di Palestina, atas Perintah Wapres Ma’ruf Amin, Polri Resmi Sebar Aparat Awasi Khatib di Masjid

 


 

Jakarta, law-justice.co – Mabes Polri menerjunkan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam rangka pengawasan terhadap masjid-masjid yang dalam acara dakwahnya mengandung narasi kebencian.

Hal itu dilakukan sejalan dengan perintah Wakil Presiden Maruf Amin.

“Para Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan personel bintara pembina desa (Babinsa) TNI, termasuk dengan Pak Lurah atau Kades,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (27/11) seperti melansir rmol.id

Selain melakukan pengawasan, Bhabinkamtibmas, TNI, dan Kades juga bertugas mangajak mereka yang sudah terpapar paham radikalisme kembali ke jalan yang benar.

“Kita juga sentuh mereka yang terpapar dengan program deradikalisasi,” tuturnya.

Peran serta masyarakat dalam proses pengawasan masjid juga sangat diharapkan. Masyarakat diimbau melaporkan jika menemukan indikasi dugaan penyebaran kebencian lewat ceramah di masjid.

“Kami mengimbau masyarakat seandainya menemukan ada indikasi silakan disampaikan ke petugas kami,” ucap Argo.

Pengawasan masjid ini dilakukan setelah Wakil Presiden Maruf Amin mengingatkan kebutuhan mencegah masjid dijadikan tempat menyebar ujaran kebencian.

Untuk itu, perlu pengawasan dari polisi dan pemerintah daerah untuk memperingatkan masjid-masjid yang dalam acara dakwahnya mengandung narasi kebencian.

“Masjid yang dijadikan tempat menebar kebencian harus diingatkan dan diperingatkan supaya tidak dibiarkan masjidnya untuk menyebar kebencian. Itu harus aktif dari kepolisian maupun pemda untuk melakukan pencegahan,” kata Maruf saat membuka Festival Tajug 2019 di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11).

(\ Editor )

 

*Sumber:*

 

https://kurio.id/app/articles/18566503 dengan Editan sedikit

 

 

Dibawah ini adalah Video Tadzkiroh *Ustadz Budi Ashari, Lc* Hafidzhahulloh (Alumni Cumlaude Fakultas Hadist Universitas Islam Madinah Saudi Arabia) terkait Polisi Awasi Masjid

 

  • VID_20191130202854.mp4

    11.4MB

    Kiriman Faisal Putra, Kamis, 28/11/2019 06:35 WIB

     

    Ilustrasi foto Wapres Ma’ruf Amin/ dok ist net

     

    ***

     

    Tajassus Termasuk Kabair (Dosa Besar)

     

    Para Ulama menegaskan, perbuatan tajassus (memata-matai, mencari-cari kesalahan orang Muslim) termasuk dalam deretan dosa besar, sebagaimana imam adz-Dzahabi dalam kitab al-Kabâir dan Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab az-Zawâjir.

     

    Alah Ta’ala berfirman:

     

     

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

     

    (Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang). (

    Al Quran Surat Al Hujurat: 12)

    Selain larangan keras dalam ayat di atas, demikian pula terdapat ancaman keras dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Antara lain:

     

    عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ، صُبَّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ القِيَامَةِ

     

    Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berusaha mendengarkan pembicaraan orang-orang lain, sedangkan mereka tidak suka (didengarkan), atau mereka menjauh darinya, maka pada telinganya akan dituangkan cairan tembaga pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhâri, no. 7042)

     

    Yang harus menjadi perhatian bersama, termasuk yang dilarang yaitu melakukan tajassus kepada suami atau istri atau tetangga, atau lainnya, yang tidak tampak keburukan pada mereka.

     

    Tajassus Yang Boleh

    Dari keterangan di atas jelas bahwa tajassus terlarang, bahkan dosa besar, jika dilakukan terhadap kaum Muslimin. Namun sebagian Ulama juga menjelaskan ada bentuk-bentuk tajassus (mencari-cari berita) yang tidak haram.

     

    “Tajassus  memiliki tiga hukum yaitu haram, wajib dan boleh.

     

    Adapun yang haram adalah tajassus kepada kaum Muslimin.

     

    Tajassus yang wajib, dinukilkan bahwa Ibnul Majisyun rahimahullah berkata, “Saya berpendapat bahwa para pencuri dan pembegal harus dikejar ke tempat-tempat yang diduga sebagai tempat persembunyian mereka, perlu dibantu untuk menangkap mereka agar mereka dibunuh atau diusir dari negara. Dan mengejar mereka tentu dengan tajassus dan mencari-cari berita mereka”.

     

    Adapun tajassus yang boleh adalah ketika terjadi perang antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Maka boleh mengirim mata-mata untuk mengetahui berita tentang jumlah dan peralatan tentara kafir, di mana mereka berada, dan semacamnya./ dikutip seperlunya dari catatan Prof Suteki Jawa Tengah.

     

     

    (nahimunkar.org)

     


     

(Dibaca 1.247 kali, 1 untuk hari ini)