.

Dalam tulisan berjudul Keluhan Mereka tentang Belajar di UIN disebutkan, Yang nyeleneh lain lagi, ada yang menghalalkan wanita muslimah dinikahi lelaki non Muslim, bahkan dia (murid Harun Nasution, bernama Zainun Kamal) seolah menjadi “penghulu swasta” (?) pernikahan haram semacam itu. Haramnya sudah jelas dalam QS 60:10. Namun dosen di UIN Jakarta itu malah sekarang nangkring jadi dekan fakultas Ushuluddin/ Akidah Filsafat. Hingga di masyarakat diplesetkan orang dengan uculuddin (agamanya ucul alias lepas). Mestinya orang semacam itu kan ditindak tegas karena telah menghalalkan yang haram, tetapi di UIN Jakarta malah diangkat jadi dekan, ketua fakultas.

Mari kita simak petikan tulisan itu, dan di bgian bawah ada penjelasan dari pembaca tentang kasus pernikahan haram yang dibimbing oleh dosen UIN.

***

Kurikulum diubah jadi mu’tazilah, dosen-dosen dikirim ke Barat, banyak pendapat nyeleneh

Yang merancang kurikulum IAIN (Harun Nasution) saja orang yang tidak percaya kepada rukun iman yang enam, padahal haditsnya shahih riwayat Imam Muslim, lantas betapa jauhnya dari Islam program dia yang dituangkan dalam kurikulum perguruan tinggi Islam se-Indonesia.

Dalam perkembangannya, setelah kurikulum berubah jadi mu’tazilah yang menurut Harun Nasution sendiri para rektor yang tua-tua di Indonesia ini tidak setuju namun kalah pengaruh dengan Mukti Ali mantan menteri agama, maka kurikulum itu tetap diberlakukan di IAIN, STAIN, STAIS dan sebagainya, yang kini sebagian jadi UIN.

Perubahan kurikulum dari Ahlis Sunnah jadi aliran sesat Mu’tazilah itu masih pula disertai pengiriman dosen-dosen IAIN se-Indonesia untuk belajar Islam ke negeri-negeri Barat (kafir). Alasannya, untuk belajar metodologi, kata Menteri Agama Munawir Sjadzali yang menjabat menteri agama sampai dua periode, 1983-1993. Selama 10 tahun itu, pengiriman dosen-dosen IAIN se-Indonesia sangat digencarkan untuk belajar Islam ke Barat. Padahal kalau dianalogikan, itu sama dengan orang Islam dikirim untuk belajar metode menyembelih sapi yang benar, namun dikirim untuk belajar ke pabrik pengolahan babi. Na’udzubillahi min dzalik!

Sepulangnya mereka dari negeri-negeri Barat ditambah dengan murid-murid Harun Nasution sendiri yang di dalam negeri menjadikan ramainya Indonesia dengan pendapat aneh-aneh.

Ada yang bilang bahwa Iblis akan masuk surga dan surganya tertinggi karena tauhidnya murni tidak mau sujud kepada Adam. (Itu adalah kedustaan besar, karena justru Iblis itu membangkang dan takabbur. Iblis adalah dedengkot kafir, sedang yang kafir itu haram masuk surga, bahkan kekal di neraka Jahannam). Itu diucapkan oleh alumni Chicago Amerika 1985-an, dan mengucapkannya itu  tahun 1987-an, di Pengajian Paramadina Jakarta yang dia (Nurcholish Madjid) dirikan . Kini perguruan tinggi Paramadina itu di samping dikenal liberal masih pula dosen dari syiah pun bercokol di sana di antaranya Abdullah Beik MA, wakil ketua umum DPP ABI (Ahlul Bayt Indonesia).

Pernyataan Nurcholish Madjid itu jelas bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang Iblis dan orang kafir kekal di neraka sudah jelas sebagai berikut:

{قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84) لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ} [ص: 84، 85]

84. Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran Itulah yang Ku-katakan”.

85. Sesungguhnya aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (QS Shaad/38: 84, 85).

أيسر التفاسير لأسعد حومد (ص: 3934، بترقيم الشاملة آليا)

( 85 ) – لَقَدْ أَقْسَمَ اللهُ تَعَالَى عَلَى أَنَّهُ سَيَمْلأُ جَهَنَّمَ مِنْ إِبْلِيسَ وَذُرِّيتِهِ ، وَمِمَّنْ يَتَّبعُ غَوَايَةَ الشَّيْطَانِ وَحَبَائِلَهُ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ ، فَيُضِلُّهُ الشَّيْطَانُ عَنْ طَرِيقِ اللهِ القَوِيمِ .

Sungguh Allah Ta’ala telah bersumpah bahwasanya akan memenuhi Jahannam dengan Iblis dan keturunannya, dan mereka yang mengikuti godaan dan perangkap syetan dari keturunan Adam, maka Syetan menyesatkannya dari jalan Allah yang lurus. (Aisarut Tafasir oleh As’ad Humad dalam menjelaskan QS Shaad/38: 85).

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُوماً مَدْحُوراً لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari Surga itu sebagai makhluk terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raf: 18)

وَالَّذِينَ كَفَرواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُولَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (al baqarah 39)

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡہَآ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (al a’raf 36)

Yang nyeleneh lain lagi, ada yang menghalalkan wanita muslimah dinikahi lelaki non Muslim, bahkan dia (murid Harun Nasution, bernama Zainun Kamal) seolah menjadi “penghulu swasta” (?) pernikahan haram semacam itu. Haramnya sudah jelas dalam QS 60:10. Namun dosen di UIN Jakarta itu malah sekarang nangkring jadi dekan fakultas Ushuluddin/ Akidah Filsafat. Hingga di masyarakat diplesetkan orang dengan uculuddin (agamanya ucul alias lepas). Mestinya orang semacam itu kan ditindak tegas karena telah menghalalkan yang haram, tetapi di UIN Jakarta malah diangkat jadi dekan, ketua fakultas.

Ada yang menulis lafal Allah lalu diinjak pakai sepatu, itu di IAIN Surabaya. Ada yang menulis lafal Allah di papan tulis, lalu dilap/ dihapus pakai sepatu. Pokoknya aneh-aneh lah. Itu dapat dibaca di buku-buku Hartono Ahmad Jaiz, di antaranya  Bahaya JIL dan FLA, atau Mengungkap Kebatilan KyaiL iberal Cs, Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Umat Islam, Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, dan lainnya.

Rupanya kesesatan di UIN, IAIN, STAIN dan semacamnya sekarang ditambah lagi dengan aliran sesat yang sangat berbahaya yakni Syiah semakin menjadi-jadi.

***

Penjelasan yang dapat diserap dari seorang pengomentar sebagai berikut.

***

Dosen UIN bimbing pernikahan muslimah dengan non Islam

Hermanzsyah Reza: Seorang dosen UIN (Iniversitas Islam Negeri) Jakarta, Dr Zainun Kamal, membimbing pernikahan seorang Muslimah, Karlina Octaranny, dengan lelaki pesulap beragama Katolik , Deddy Corbuzier, di Jakarta, Kamis (24/2 2005).

Akad nikah dilaksanakan Kamis (24/2) yang dibimbing Dr. H. Zainun Kamal, dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. “Mereka menikah secara Islam. Deddy memberikan seperangkat alat salat kepada Karlina sebagai emas kawin,” ucap Zainun. (Koran Pos Kota, Jakarta, Minggu 27 Februari 2005, halaman 1 dan 11, berjudul Deddy Corbuzier dan Karlina pesta dalam suasana mistis).

Di samping berita di media massa cetak, sebagaimana biasa di televisi-televisi, kalau ada selebriti nikah atau cerai atau bertingkah ini dan itu, selalu ada beritanya. Tidak luput pula selebriti yang pemain sulap ini, di antaranya diberitakan di SCTV sebagai berikut:

MENTALIS Deddy Corbuzier resmi menikah dengan Kalina Octaranny secara agama. Keduanya sepakat menguatkan bahtera rumah tangga dalam resepsi pernikahan yang diadakan di Kafe De La Rosa, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (25/2) malam. “Kami dinikahkan Doktor Zainun Kamal MA (sebagai penghulu),” kata Deddy.

Kendati demikian, pernikahan mereka belum secara resmi terdaftar di Kantor Urusan Agama. “Tapi secara negara memang kita belum, karena kami menemui kesulitan-kesulitan yang kita tempuh,” kata Deddy.

Menyikapi hal ini, pria bernama lengkap Deddy Cahyadi Sundjoyo dan Karlina sepakat untuk mencari pengesahan secara negara dengan pergi ke Australia. Sekalian untuk berbulan madu. … (SCTV Website – http://www.sctv.co.id, Judul: Kebahagiaan Dedy Corbuzier dan Kalina Octaranny. Tayang: 26 Februari 2005 Pkl. WIB).

Pesulap katolik

Hermanzsyah Reza: Ketegasan bahwa Deddy Corbuzier beragama Katolik itu di antaranya terdapat dalam data diri dia sendiri yang ditulis dalam websitenya, sebagai berikut:

Nama : Deddy Cahyadi Sundjojo.
Lahir : Jakarta, 28 Desember 1976
Agama : Katolik.
Pendidikan : Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya, Jakarta.
Karir : Mentalist (Pesulap).
(Website : www.corbuzier.com).

Pengakuan Zainun Kamal

Pengakuan Zainun Kamal dalam kaitan adanya pernikahan Muslimah dengan lelaki Katolik ini diungkapkan dalam wawancara Tabloid Bintang. Berikut ini berita pernikahan Kalina dan Deddy Corbuzier, kaitannya dengan Zainun Kamal:

Dr Zainun Kamal MA sehari-hari mengajar sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta. Ia tak kenal Deddy Corbuzier (30) secara pribadi. “Saya Cuma kenal ia di TV,” kata Zainun yang berbincang dengan Bintang, Sabtu (26/2) siang. Ketika awal pekan kemarin temannya memintanya jadi pembimbing pernikahan Deddy dengan kekasihnya, Kalina Octarany, Zainun heran. Kendati heran, Zainun tak menampik. Ia bersedia jadi pembimbing pernikahan Deddy-Kalina yang dilangsungkan dengan hukum Islam, Kamis (24/2) pagi di rumah Deddy di kawasan Bintaro, Tangerang. Deddy dan Kalina memang berbeda keyakinan. Deddy penganut Katolik, Kalina Muslim.

Zainun bercerita, akad nikah berlangsung sederhana tepat pukul 8 pagi. Deddy mengenakan busana hitam, sedang kalina berbusana serba putih. Kebaya, rok, dan kerudung Kalina berwarna putih. Di studio sulap Deddy, berkumpul 20-an orang kerabat kedua mempelai. Orangtua Deddy hadir. Sedang ayah Kalina mewakilkan surat kuasa kepada orang lain untuk menikahkan Kalina. Zainun hadir di sana bukan sebagai penghulu. “Saya hanya membimbing mereka. Tugas saya mengawasi segalanya berlangsung sesuai hukum Islam,” kata Zainun.

Saat akad, kata Zainun, Deddy terlihat terharu. Begitu pun Kalina. “Seperti orang yang menikah lainnya, mereka kelihatan terharu. Tapi saya tak lihat ia menitikkan air mata,” cerita Zainun. Setahu Zainun, kepada Kalina, Deddy memberikan mas kawin seperangkat alat shalat dan sebuah mobil jenis Suzuki APV. “Mas kawin atau mahar itu ada di hkum nikah. Bisa apa saja. Kalau bisa memberi lebih bagus, lebih baik,” kata Zainun. (Tabloid Bintang, edisi 723, Minggu keempat, Februari 2005, halaman 16).

Pernikahan haram

Hermanzsyah Reza: Dalam berita itu hanya disebutkan, menikah dengan cara agama. Memang pasangan ini sebenarnya beda agama, dan menurut Islam adalah haram, karena wanita Muslimah tidak boleh dinikahi oleh lelaki musyrik atau kafir. Lelaki Nasrani itu termasuk kafir. Larangan-larangan itu ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 221 dan QS Al-Mumtahanah ayat 10.

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS Al-Baqarah: 221).

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Wanita Muslimah tidak boleh dinikahi oleh lelaki musyrik ataupun kafir. Lelaki Nasrani (Kristen ataupun Katolik) itu adalah Ahli Kitab, sedang Ahli Kitab yang tidak masuk Islam itu tergolong kafir, maka haram menikahi wanita muslimah. Kafirnya Ahli Kitab itu ditegaskan dalam Al-Qur’an:

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Al-Bayyinah: 6).

Membimbing ke arah haram

Hermanzsyah Reza: Menjadi pembimbing hal yang diharamkan Islam, dalam hal ini wanita Muslimah dinikahi lelaki Katolik, apakah itu berarti membuat jalan kebaikan dalam Islam atau justru membuat jalan kejelekan? Atau bahkan mengajak kepada kesesatan? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan peringatan dalam Al-Qur’an. Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dengan tegas memperingatkan. Hadis-hadis shahih telah jelas:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, barangsiapa membuat satu jalan kebaikan dalam Islam lalu jalan baik itu dilaksanakan (orang) sesudahnya, maka ditulis baginya seperti pahala orang yang melakukannya dan tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa membuat jalan kejelekan di dalam Islam lalu jalan kejelekan itu dilakukan (orang) padanya setelehnya, maka ditulis atasnya seperti dosa orang yang melakukannya dan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun. (HR Muslim).

Hadits dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengajak kepada petunjuk/ kebenaran maka baginya ada pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka atasnya ada dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun. (hadits diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (QS An-Nahl: 25).

Sebagian dari ayat ini dicantumkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Shahihnya pada bab Dosa orang yang mengajak kepada kesesatan, atau membuat jalan keburukan. Kemudian Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Kitab Fathul Bari menjelaskan bab itu dengan mencantumkan dua hadits tersebut di atas (man sanna dan man da’aa). Lalu dijelaskan:

Adapun ayat itu maka Mujahid berkata mengenai Firman-Nya Ta’ala: (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan), ia (Mujahid) berkata: Mereka memikul dosa-dosa diri mereka sendiri dan dosa-dosa orang yang mentaatinya, dan tidak mengurangi dosa orang yang mengikuti mereka itu sedikitpun. (Fathul Bari, Syarah Shohih Al-Bukhari).

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.599 kali, 1 untuk hari ini)