• Pasangan Prabowo-Hatta unggul cukup jauh, selisih 9,2 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan relawan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan partai koalisi di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta, meraih kemenangan dalam pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli lalu.

Pasangan Prabowo-Hatta unggul cukup jauh, selisih 9,2 persen, dibandingkan perolehan suara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hasil ini dihitung berdasarkan perolehan suara dari formulir C-1 yang dilakukan oleh relawan dan koalisi pasangan Jokowi-JK.

“Berdasarkan rekap formulir C-1 yang dilaporkan saksi tim koalisi dari poros PDI-P, pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta di Kota Bekasi berhasil meraih suara hingga 54,66 persen atau sebanyak 665.496 pemilih. Sedangkan pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK memperoleh 551.972 pemilih atau 45,34 persen,” ujar Bendahara DPC PDI-P Kota Bekasi, Anim Imanudin, Sabtu (12/7).

Dia mengatakan, saksi dari tim koalisi Jokowi-JK, melaporkan hasil rekapitulasi C-1 dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se-Kota Bekasi yakni 3.030. “Jumlah itu sesuai dengan jumlah TPS di Kota Bekasi,” imbuhnya.

Anim yang juga Ketua Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) Kota Bekasi menyatakan hasil real count yang diumumkan pada Sabtu (12/7) ini baru mencapai 98 persen suara yang masuk. Ditargetkaan malam ini, DPC PDI-P Kota Bekasi telah merampungkan real count dan hasilnya akan dilaporkan ke DPD PDI-P Jabar dan DPP PDI-P.

“Real count ini memang belum 100 persen. Hari ini, kita masih menghitung hingga tingkat kelurahan, untuk melengkapi rekap C-1 dari saksi. Dan akan kita laporkan

ke Jabar dan pusat,” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi formulir C-1 yang dilaporkan saksi, tercatat daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bekasi sebanyak 1.752.194 jiwa. Sementara total suara yang masuk sebanyak 1.227.856, sedangkan suara sah mencapai 1.217.468 dan suara tidak sah sebanyak 10.388 kertas suara. “Ini sudah maksimal kami lakukan meskipun belum mencapai titik kemenangan,” katanya.

Anim melanjutkan, PDI-P bersama partai koalisi lainnya telah berhasil menarik swing voter dalam Pilpres lalu. Sehingga perolehan suara di Pilpres ini, mengalami kenaikan 14 persen lebih banyak dibanding Pileg lalu.

Selanjutnya, Amin menyebutkan pihaknya akan menyelidiki kasus beberapa pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena kekurangan kertas suara.

“Banyak pasien rumah sakit yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena kekurangan kertas suara. Demikian pula dengan penghuni apartemen yang tidak disediakan TPS. Ini menjadi catatan kita. Akan kita dalami apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Nico Godjang, mengatakan pihaknya akan mengawal penghitungan suara secara manual yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita akan terus kawal penghitungan suara untuk mengantisipasi potensi kecurangan. Kalau ada kecurangan, kita akan gugat. Untuk itu, kita minta Panwaslu dan KPU Kota Bekasi bersikap netral,” ujar Nico.

Sumber: beritasatu/suaranews

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 2.554 kali, 1 untuk hari ini)