Namanya sidang paripurna (lengkap, penuh lengkap),  tapi kenyataannya bolos paripurna.

Inilah beritanya

sidang kosong_8w4532425432

Ilustrasi/ poskotanews.com

Wow, 267 Legislator Senayan Bolos Paripurna

Selasa, 26 Februari 2013 10:34 wib

JAKARTA – Sebanyak 267 anggota Dewan bolos dalam Sidang Paripurna hari ini, Selasa (26/2/2013). Meskipun telah mencapai jumlah batas atau kuorum, namun angka ketidakhadiran tersebut dinilai masih cukup banyak.

Dari 293 anggota yang hadir, tercatat 88 dari Fraksi Partai Demokrat, 54 dari Fraksi Partai Golkar, 43 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, 31 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta 24 dari anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya 22 anggota, 11 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), delapan dari Fraksi Partai Gerindra, dan 12 dari Fraksi Partai Hanura.

Agenda dalam Rapat Paripurna kali ini adalah pelantikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Muhamad Sohibul Iman yang menggantikan Anis Matta. Pelantikan itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

(put) Tegar Arief Fadly – Okezone

***

Kalau mereka masih menjaga iman, mestinya takut kepada ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika berseteru curang”. (Hadist shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Munafik (tulen) itu lebih berbahaya dibanding orang kafir, sehingga tempat mereka di kerak neraka.

{إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (145) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا } [النساء: 145، 146]

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

146. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS An-Nisaa’: 145-146).

[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Orang munafik laki-laki dan perempuan kerjanya menghalangi Islam, karena mereka memang memfungsikan diri sebagai orang yang mengikuti langkah-langkah syetan, sehingga yang mereka perintahkan justru keburukan, dan yang mereka cegah adalah kebaikan. Kalau bukan pengikut langkah syetan tentunya mereka justru ketika membicarakan rancangan undang-undang,  misalnya, maka pasti menolak apapun yang tidak sesuai dengan Islam. Bahkan Islamlah yang harus dijadikan undang-undang untuk ditaati, agar bahagia dunia dan akherat.  Enggannya mereka memakai hukum yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, ditambah dengan aneka tingkah yang berbau ngapusi/ menipu itu adalah bentuk nyata dari memerintahkan keburukan dan mencegah kebaikan. Dan itulah tingkah orang-orang munafik.

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah: 67-68).

Kalau mereka tak peduli kepada ancaman Allah Ta’ala ini, pasti mereka akan menyesali perbuatan mereka sendiri kelak di akherat, bahkan sejak menjelang matinya (sakaratul maut) pun sudah tahu rasa dahsyatnya Adzab.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 130 kali, 1 untuk hari ini)