Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik rencana pemerintah yang akan mengubah kurikulum sekolah pada tahun 2013. Menurut anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati, perubahan itu tergesa-gesa karena harusnya disosialisasikan terlebih dahulu.

“Bukan perkara ringan dalam perubahan kurikulum di sekolah. Salah satu prasyarat mutlak implementasi kurikulum adalah guru harus memahami secara benar, konsep kurikulum yang akan diimplementasikan,” kata Reni Marlinawati dalam rilis yang diterima merdeka.com, Kamis (29/11).

Jika terjadi perubahan kurikulum secara instan, harus ada jaminan lebih dari 2,8 juta guru paham mengenai perubahan ini. Sementara, dari pengamatannya, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami kurikulum yang baru, sebelum diimplementasikan dalam aktivitas belajar-mengajar.

“Pertanyaannya, bagaimanakah kesiapan guru Indonesia untuk mengimplementasikan kurikulum baru di tahun 2013?” kata Reni.

Sebelumnya, Ditjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana merevisi Kurikulum SD di tahun ajaran mendatang. Perubahan itu dengan menyederhanakan jumlah mata pelajaran yang sebelumnya 11 menjadi tujuh pelajaran.

Kurikulum baru itu diharapkan bisa diterapkan 2013 mendatang. Belum jelas berapa mata pelajaran yang dihapus. Yang jelas, kabarnya mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA.

[ded] merdeka.com, Kamis, 29 November 2012 11:55:40

***

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun… Goenawan Mohammad dedengkot liberal yang aktif menjajakan faham marxisme dan menyuntikkan pemahaman yang merusak agama (Islam) justru dilibatkan dalam menyusun kurikulum pelajaran sastra di Indonesia.

Dunia pendidikan akan di bawa ke mana?

Keliberalan Goenawan Mohamad sudah sampai ke taraf mengkampanyekan pemikiran tokoh lesbian internasional, Irshad Manji. Hingga Irshad Manji, Pendiri Tempo Goenawan Mohamad dan Ketua Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat sekaligus petinggi Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdala, yang mengundang tokoh Lesbian Irshad Manji terpaksa dievakuasi. Ini karena acara bedah buku mereka yang mendukung Homoseks, Lesbian, dan perkawinan sesama jenis sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth.

 Langkah polisi membubarkan acara diskusi peluncuran buku berjudul ‘Allah, Liberty and Love’ karya Irshad Manji di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5) malam, tidak menyalahi aturan. Kepolisian juga menyangkal jika pembubaran dilakukan di bawah tekanan organisasi masyarkat (ormas) yang mengatasnamakan agama Islam. (kabarislam, Mei 10, 2012).

Menungsa koyo ngono malah arep dipasrahi nyusun kurikulum sekolah, kuwi apa Indonesia arep didadekake edan kabeh? (Manusia seperti itu akan diserahi menyusun kurikulum sekolah, itu apakah Indonesia akan dijadikan gila semua?).

Bila Bapak Menteri Pendidikan Nasional masih sayang-sayang kepada agamanya (Islam), dan merasa bertanggung jawab kepada generasi muda di Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan, maka sebaiknya takut kepada ayat-ayat Allah Ta’ala, dan sayang-sayang kepada generasi kita agar jangan sampai diserahkan untuk dirusak orang. Itu bukan hanya berakibat untuk kehidupan di dunia ini, namun resikonya akan dibawa ke akherat kelak.

Berikut ini berita tentang dilibatkannya Goenawan Mohamad (bos Tempo yang pentolan liberal itu) dalam menyusun kurikulum. Di bagian bawah ada tulisan tajam mengenai betapa bahayanya sepak terjang Goenawan Mohamad yang anak tokoh Komunis itu. https://www.nahimunkar.org/18629/innaa-liliahi-goenawan-mohamad-penjaja-marxisme-dan-paham-merusak-agama-dilibatkan-susun-kurikulum/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 317 kali, 1 untuk hari ini)