LONTARANEWS – Anggota Komisi I DPR RI Elnino Husein Mohi mengaku mengapresiasi sikap panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang memerintahkan jajarannya (Kodam Jaya) tidak bersikap represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa umat Islam yang akan digelar 4 Nopember mendatang.

“Setuju dengan panglima TNI,” ujar politisi Gerindra ini saat dihubungi TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Namun, lanjut dia, sangat disayangkan justru sikap berbeda ditonjolkan institusi polri yang menerapkan status siaga 1.

“Siaga 1 kan tak berarti harus tembak. Siaga satu itu untuk pengamanan. Jadi bukan soal siaga 1. Mau siaga berapa pun yang penting gak ada acara tembak. Kita berharap demo itu tidak diprovokasi oleh pihak mana pun supaya aman tertib dan lancar. Kalau ada yang memancing di air keruh, maka keadaan akan memburuk. Kita perlu belajar dari masa lalu,” tegasnya.

Menurutnya, presiden Jokowi tidak bisa berdiam diri saja atas dugaan pelecehan agama yang dilakukan Ahok, sebaiknya Jokowi secepatnya memberikan pernyataan pada publik akan sikapnya dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut.

“Presiden perlu beri pernyataan. Ini soal penting. Tentang nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” tutup dia.

Seperti diberitakan, panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan pada jajarannya dalam hal ini Kodam Jaya agar bersikap mengayomi dan tidak represif dalam mengamankan jalannya aksi unjuk rasa umat Islam yang akan digelar pada 4 Nopember mendatang. (ts)NUSANEWS.com/ lontaranews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.393 kali, 1 untuk hari ini)