Nasib Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di ujung tanduk setelah DPRD DKI memilih menggunakan hak angket dalam sidang Kamis (26/2) kemarin.

Nantinya, jika dari penelusuran yang dilakukan DPRD DKI hingga dibawa ke Rapat Paripurna menyatakan Ahok terbukti melanggar UU, maka mantan Bupati Belitung ini bisa terancam lengser hingga dipidanakan.

“Berdasarkan tata tertib pasal 19, maka panitia angket yang berjumlah 33 orang bekerja melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan dalam tata tertib disebutkan dua. Kalau ada unsur pidana dilaporkan atau pemberhentian,” kata Wakil Ketua DPRD, Muhammad Taufik, dilansir dari Viva.

Taufik menambahkan, sebanyak 106 anggota dewan telah menekan persetujuan hak angket. Sehingga dalam paripurna nanti masing-masing fraksi akan menyampaikan pandangannya, kemudian dilanjutkan dari fraksi dalam anggota panitia hak angket yang berjumlah 33 orang.

Berdasarkan tata tertib, panitia hak angket berhak melakukan penyelidikan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Keputusan akhirnya bisa berujung pada pelaporan aparat jika terindikasi ada unsur pidana.

Source: infospesial / skanaa.com

***

Ratusan Orang Berzikir Doakan Ahok Lengser

Wanda Indana – 26 Februari 2015 13:47 wib

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan orang dari 90 organisasi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) berzikir. Mereka berdoa agar Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama lengser.

Ratusan orang mengepung Gedung DPRD DKI, Kamis (26/2/2015) sejak pukul 11.00 WIB. Mereka sepakat DPRD DKI menggunakan hak angket untuk melengserkan Ahok.

Demonstran datang bergelombang. Rombongan ulama datang menumpang mobil bak terbuka. Sedangkan “anak buah” mereka berjalan kaki sambil terus mengibarkan panji-panji ormas seraya bertakbir.

MTVN/Wanda Indana

Dalam aksi, demonstran tak henti berzikir sambil menengadahkan tangan. Sahut menyahut.

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir (Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami-Red.),” demonstran sahut-sahutan.

Hampir satu jam mereka berzikir. Doa-doa berhenti ketika seorang orator naik ke atas truk yang dijadikan podium.

“Pak polisi nggak usah galau, nggak usah bimbang. Kami akan damai, kami hanya mendukung DPRD menggunakan angket melengserkan Ahok. Dia tak pantas jadi Gubernur DKI,” orator lantang dengan pengeras suara./ Metrotvnews

(nahimunkar.com)

(Dibaca 645 kali, 1 untuk hari ini)