.

  • Strategi syiah dalam menyebarkan syiahnya di Indonesia luar biasa.

Loka Karya “Membedah Ajaran Syiah dan Penyebarannya Di Indonesia”

Surakarta (An-najah.net) – Kajian tentang mengenal kebenaran dan kebatilan merupakan penting. Sejarah Islam telah mengajarkan kepada kita akan ketegasan para sahabat dan ulama kepada pelaku kebatilan. Hal ini disampaikan Dr. Mu’inuddinillah Basri MA saat memberi sambutan dalam loka karya Pemikiran dan Peradaban Islam “Membedah Ajaran Syiah dan Penyebarannya di Indonesia”.

Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) yang bekerja sama dengan Yayasan lir-ilir Nusantara di Masjid Insan Mulia Karanganyar, Jum’at (31/1). Loka Karya ini menghadirkan Ust. Kholili Hasib MA, seorang peneliti aliran sesat dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya.

Mu’in mengutip perkataan Umar bin Khattab ra.   bahwa Ikatan Islam akan terurai satu demi satu, apabila di kalangan Islam tumbuh orang yang tidak mengetahui jahiliyah.

Para pendahulu umat Islam ini telah memberikan keteladan kepada kita didalam melawan kebatilan. Alumni Madinah ini mengawali dengan kisah Nabi Musa,  tatkala ia meninggalkan kaumnya hanya 40 hari saja sudah ada orang yang mengajarkan kebatilan yang bernama Samiri. Samiri ini mengajak kaum nabi Musa untuk menyembah anak sapi. Namun, ketika Nabi Musa kembali maka dia segera meluruskan umatnya dari kemusyrikan yang diajarkan oleh Samiri.

Mu’in menambahkan setelah Rasulullah Saw meninggal juga muncullah nabi palsu dan orang-orang yang murtad. Akan tetapi saat itu muncullah Abu Bakar yang memerangi mereka sehingga mereka kembali kepada Islam ini.

Demikian pula tatkala zaman Ibnu Taimiyah juga muncul orang-orang yang mengajarkan ajaran sesat maka melalui buku-bukunya beliau membantah pemikiran mereka.

Dosen pasca sarjana UMS Surakarta ini mengingatkan zaman ini jauh dari nabi maka saat ini banyaknya kebatilan yang menyebar seperti Syiah, inkarus sunnah, ahmadiyah. Maka umat Islam harus berani untuk menyuarakan kebenaran.

“Karena jika kebenaran itu datang pasti yang namanya kebatilan itu akan hilang” katanya.

Mu’in menambahkan strategi syiah dalam menyebarkan syiahnya di Indonesia luar biasa. Mereka menyembunyikan kesyiahannya luar biasa, tetapi indikasi-indikasi menunjukkan kesana.

Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta ini menasihatkan kepada umat Islam untuk mengenali kebenaran dan kebatilah. “Kalau sudah tahu kebenaran dilaksanakan dan harus berbara’ (berlepas diri) kepada kebatilan.” Pungkasnya. (Anwar/annajah) Publikasi: Sabtu, 30 Rabiul Awwal 1435 H / 1 Februari 2014 10:11

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.038 kali, 1 untuk hari ini)