.

 

Di IBF Senayan Jakarta, salah seorang wartawan bertanya kepada Tokoh Pergerakan Islam kelahiran Mesir ini tentang penisbatan Daulah Fathimiyyah kepada Fathimah binti Rasulillah.

“Berkaitan dengan apa yang disebut Daulah Fathimiyyah, sebenarnya penamaan ini tidak benar. Yang benar adalah Daulah Ubaidiyyah. Orang-orang Syiah Isma’iliyyah mencoba untuk mengelabui dengan menisbatkannya kepada Fathimiyyah yaitu Puteri Nabi Fathimah bin Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam,” jawab Dr Raghib As-Sirjani.

Jawaban itu berlangsung  dalam perbincangan wartawan dengan Raghib  seusai acara talk show “Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia” berkaitan dengan bukunya yang sudah diterjemahkan dan menjadi pemenang terbaik buku terjemahan yang diterbitkan dan digelar penerbit Pustaka Al-Kautsar Jakarta. Acara ini berlangsung di panggung utama 13th Islamic Book Fair (IBF) 2014/1435 H, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/3/2014).

Pustaka Al-Kautsar juga akan membedah buku “Belajar dari Partai Masyumi” Kamis 6/3 di ruang Selasar lantai dua Istora Senayan Jakarta, jam 16.30. Sedang pada hari Ahad 9/3 mendatang akan dibedah buku “Bersama Kyai Kocak vs Liberal”.

Inilah berita tentang ceramah-ceramah Dr Raghib di IBF dan AQL Jakarta.

***

Dr. Raghib As-Sirjani Sampaikan Ceramah Peradaban Islam di IBF

Diposting Senin, 03-03-2014 | 22:59:31 WIB

 

JAKARTA, muslimdaily.net, – Ilmuwan terkemuka asal Mesir Dr. Raghib As-Sirjani memberikan ceramah dengan tema Jejak Peradaban Islam di acara Islamic Book Fair (IBF) Istora Senayan Jakarta, Sabtu 1 Maret.

Dalam ceramahnya, Dr. As-Sirjani mengungkapkan alasan dibalik minatnya meneliti dan menulis tentang peradaban Islam. Beliau prihatinan terhadap banyaknya ulama di bidang sejarah yang lebih sering bercerita dari sisi peperangan di zaman rasul dan sahabat.

Dr. Raghib As-Sirjani yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam ini ingin memberikan warna baru dalam buku-buku sejarah Islam yang lebih banyak   menonjolkan sisi peradabannya, seperti bagaimana dampak dakwah sehingga non muslim pun kala itu bisa masuk Islam.

Setelah selesai ceramah tentang Peradaban Islam, beliau melakukan sesi ramah tamah dan tanya jawab dengan sejumlah media Islam.

Salah seorang bertanya kepada Tokoh Pergerakan Islam kelahiran Mesir ini tentang penisbatan Daulah Fathimiyyah kepada Fathimah binti Rasulillah.

“Berkaitan dengan apa yang disebut Daulah Fathimiyyah, sebenarnya penamaan ini tidak benar. Yang benar adalah Daulah Ubaidiyyah. Orang-orang Syiah Isma’iliyyah mencoba untuk mengelabui dengan menisbatkannya kepada Fathimiyyah yaitu Puteri Nabi Fathimah bin Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun daulah ini dinisbatkan kepada Ubaidillah Mahdi. Dia seorang yahudi.  Maka yang benar adalah kita menyebutnya Daulah Ubaidiyyah bukan Fathimiyyah” tutur beliau.

Mereka syiah paling kriminal karena sampai menuhankan Ali. Ketika Salahuddin al Ayubi menyerang Bbani Fathimiyyah,  beliau pernah berkata kala itu, “Kita tidak bisa mengalahkan yahudi sebelum mengalahkan syiah.”

Menurutnya, Mesir adalah negara sunni 100%. Sulit untuk menemukan entitas syiah di Mesir. Sulit pula untuk merubah orang sunni ke syiah karena mereka sudah berpegang teguh.

Dr Raghib juga menekankan sekali tentang pentingnya peranan wanita dalam kebangkitan peradaban Islam. Wanita memiliki peran yang lebih vital 3 kali lipat dibandingkan lakilaki. Oleh sebab itu, beliau sangat menekankan penting bagi umat untuk memberikan perhatian 3 kali lipat pada kaum wanita. Contohnya menghindari eksploitasi pada wanita seperti harus bekerja seperti laki-laki.

Dr. Raghib Al Sirjani lahir pada tahun 1964, di Provinsi Gharbiyyah, Mesir. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kairo dengan  predikat Summa Cumlaude tahun 1988. Kemudian meraih Master di Universitas yang sama tahun 1992.

Disertasi doktoral terkait Operasi Urologi dan Ginjal beliau tulis dibawah bimbingan gabungan antara kedokteran Mesir dan Amerika, dan menyelesaikannya dengan istimewa pada tahun 1998. Untuk Al-Quran, beliau menamatkan hafalannnya pada tahun 1991. [puri]

***

Syeikh Raghib as-Sirjani Mengungkap Tiga Tantangan Besar Umat Islam

– Mar 3, 2014

0 183

 

Jakarta, DETIKISLAM.COM – Penulis kawakan dari Mesir, yang juga merupakan tokoh internasional, Prof. Dr. Raghib as-Sirjani, hadir sebagai pembicara dengan memberikan ulasan menarik dalam sebuah acara talkshow, yang membahas seputar Syam dan konspirasi akhir zaman dengan tema “Kebangkitan Peradaban Islam dan Solusinya”, di AQL Tebet, Jakarta, pada ahad (02/03).

Menurut ahli bedah dan sejarah Islam ini, jika kebanyakan peneliti dan pengamat menyatakan bahwa tantangan terbesar umat Islam adalah tantangan dari luar, Prof. Dr. Raghib justru berpendapat sebaliknya. Menurut penulis buku “Sumbangan Peradaban Islam Terhadap Dunia” ini, tantangan terbesar umat justru ada di dalam.

Dalam acara talkshow tersebut, Syeikh Raghib yang didampingi oleh Ketua MIUMI, Dr. Hamid Fahmi Zarkasy dan Asep Sobari, Lc., mengungkap tiga tantangan besar yang tengah dihadapi umat Islam.

“Pertama adalah tantangan pemikiran warisan kolonialisme. Kita diiming-imingi untuk menjadi maju dengan gaya Barat. Kita disarankan agar mengikuti jejak sekular Barat dengan memisahkan urusan agama dengan negara,” ujarnya.

Tantangan kedua adalah soal perpecahan internal di kalangan umat Islam sendiri.

Sedangkan tantangan ketiga adalah persoalan dikotomi ilmu. Syeikh Raghib menilai bahwa konsep ilmu di tubuh umat Islam mengalami kerancuan. Ia memberi contoh dengan berkembangnya pembagian ilmu pada dua kategori besar yang seolah saling bertentangan satu sama lain, yaitu ilmu agama dan ilmu non agama.

“Ilmu dasarnya adalah muthlaq, Allah SWT menunjukkan kekuasaannya kepada manusia lewat ilmu. Dikotomi yang berkembang saat ini justru merusak ilmu, padahal ilmu agama dan ilmu non agama sebenarnya satu kesatuan ilmu,” ungkapnya.[]maf/ip/di.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 973 kali, 1 untuk hari ini)