Aksi Densus 88 (kiblat)


intelijen – Pengamat politik Ahmad Yazid mensinyalir, pasca serangan teroris di kompleks Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat (14/01), akan dimunculkan “drama baru”, terutama penangkapan orang-orang yang dituding sebagai teroris.

“Pasca teror Sarinah ada drama baru, terduga teroris ditangkap, padahal belum ada jaminan bahwa setelah ditangkap tidak ada lagi aksi teror,” kata Ahmad Yazid dalam pernyataannya kepada intelijen (15/1).

Menurut Yazid, setelah teror Sarinah, akan ada usulan untuk menambah anggaran terkait program memerangi terorisme di Indonesia. “Ini kesempatan elit di kepolisian minta tambahan anggaran,” ungkap Yazid.

Selain itu, Yazid mengingatkan, dengan tujuan lain, AS dan Australia akan membantu Indonesia dalam memerangi terorisme. “AS dan Australia dengan dalih perang terhadap teror, membantu Indonesia, padahal punya tujuan lain,” pungkas Yazid.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Australia merespons aksi teror yang mengguncang kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (14/01). Australia akan memberikan dukungan penuh pada Pemerintah Indonesia. Dukungan Australia pada Indonesia untuk mengatasi terorisme itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop.

”Saya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dan menawarkan dukungan apa pun yang mungkin diperlukan Indonesia untuk memberi tanggapan pada serangan ini,” kata Bishop dalam siaran persnya.

Sumber : intelijen.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 14.687 kali, 1 untuk hari ini)