JAKARTA (voa-islam)- Dua ormas Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Organization of Ahlulbayt for Socialsupport and Education (OASE) terlibat perselisihan soal tokoh Syiah asal Australia, M Tawhidi.

OASE dalam perayaan hari raya Syiah Idul Ghadir mengagendakan mengundang M Tawhidi untuk menjadi pembicara di Jakarta dan Bogor. Namun hal ini mendapat penolakan keras dari ABI.

Dalam peryataan sikap yang ditulis dalam situs resmi ABI, dijelaskan bahwa M Tawhidi disebut sebagai syiah intoleran atau takfiri.

 “Syaikh Muhammad Tawhidi yang diduga sebagai oknum Syiah intoleran (takfiri) dari Australia ke Indonesia, maka Ahlulbait Indonesia menolak dengan keras kehadirannya di Indonesia,” tulis ABI beberapa hari lalu.

Selanjutnya ABI pun menjelaskan rekam jejak Muhammad Tawhidi yang merupakan syiah asal Australia dan telah banyak melakukan penghinaan kepada tokoh muslimin.

Ahlulbait Indonesia meminta  kepada pemerintah Republik Indonesia khususnya Kepolisian Republik Indonesia, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, dan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI untuk menindak acara tersebut. Hal ini dinilainya sebagai menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain tokoh syiah sekaligus pendiri OASE, Emilia Renita yang merupakan istri Jalaludin Rahmat tidak kalah sengit perlawanannya. Dalam akun jejaring sosialnya, Emilia Renita merasa kecewa dengan pembatalan kegiatan Idul Ghadir yang dilaksanakan OASE.

“Aku gak ngerti dimana hubungannya sampai mengorbankan hari raya terbesar kita demi ukhuwah…  Aneeh,” tulis Renita pada Rabu (30/9/2015).* (asy/syaf/voa-islam)

Voa-islam – Sabtu, 21 Zulhijjah 1436 H / 3 Oktober 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.838 kali, 1 untuk hari ini)