Dua Saksi Sebut Hilal Terlihat di Bukit Condrodipo Gresik Jawa Timur, Kamis Maghrib 23 April 2020

  • 1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jum’at 24 April


HASIL pengamatan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Gresik, Jawa Timur dari pantauan yang dilakukan di Balai Rukyat Condrodipo, Kecamatan Kebomas, Kamis 23 April 2020.* /ANTARA

Dari pantauan yang dilakukan di Balai Rukyat Condrodipo, dengan saksi H Innwanudin dan KH Azhar yang melihat dengan mata telanjang pada pukul 17 lewat 26 menit 37 detik WIB, hilalterlihat dari pengamatan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pada Kamis 23 April 2020, Wakil Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan di Gresik, mengatakan penglihatan hilal oleh saksi tersebut, terpantau di ketinggian antara 3 derajat, 2 menit dan 12 detik.

Muchyiddin mengatakan sesuai dengan mekanisme dua saksi telah disumpah dan hasilnya dilaporkan ke Kementerian Agama setempat untuk penetapan 1 Ramadhan 1441 Hijriah atau awal jatuhnya bulan puasa.

Sebelumnya, pada pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah itu, LFNU melakukan dengan protokol COVID-19, seperti social distancing, membatasi jumlah kehadiran pengurus dan wajib menggunakan masker, tujuannya untuk menekan penyebaran virus corona.

“Memang pelaksanaan rukyatulhilal saat ini berbeda dengan sebelumnya, kali ini LFNU akan menerapkan protokol kesehatan ketat, untuk memutus rantai COVID-19,” katanya.

Muchyiddin mengatakan, LFNU juga melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah alat pemantau, beserta penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer (cairan pembersih tangan) di lokasi agar pelaksanaan rukyat steril.

“Pelaksanaan rukyatul hilal juga dilakukan sesuai dengan prosedur pemantauan hilal dari PBNU,” katanya.

Pikiran Rakyat – Ari Nursanti – 23 April 2020, 19:05 WIB

***

1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jum’at 24 April

Jakarta– Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 24 April 2020. Keputusan diambil berdasarkan sejumlah metode.

“Akhirnya dengan suara bulat menetapkan awal Ramadan jatuh pada esok hari bertepatan dengan Jumaat, 24 April 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers, Kamis, 23 April 2020.

Razi menjelaskan pihaknya melaksanakan dua metode untuk menentukan awal Ramadan. Metode pertama dengan hisab yakni pengitungan secara astoronomi.

Kedua, metode rukyat, yakni memantau hilal di 82 titik yang disebar. Dia menyebut kedua metode itu menguatkan puasa dimulai besok.

“Dapat kami laporkan dari pemantauan di titik-titik rukyat posisi hilai di atas ufuk 2 derajat 41 menit sampai 3 derajat 44 menit,” papar Razi.

Razi mengingatkan Ramadan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, dunia tengah menghadapi pandemi virus korona (covid-19).

Dia mengajak semua umat muslim melaksanakan puasa, buka puasa, tarawih, hingga berdoa bersama di rumah. “Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah menerima ibadah puasa
dan mengabulkan doa kita khususnya melenyapkan korona. Mari ibadah dari rumah untuk mencegah penyebaran korona,” tutur dia.

Adi Sunaryo

lampost.co, Apr 23, 2020 | 19:18

***

Berita saksi melihat hilal di Gresik itu penting, karena pengumuman dari Menteri Agama Fachrul Razi untuk Ramadhan 1441H/ 2020 kali ini mengandung keraguan bagi Sebagian Umat Islam. Tidak disebutkan sama sekali dalam berita2 yang beredar, tim pemantau hilal itu kesaksiannya mana, di mana mereka melihat hilal. Di mana hilal terlihat, oleh siapa saksi2nya. Tidak ada penyebutan itu. Sayang sekali. Lebih-lebih bagi yang ada indikasi kurang percaya, maka pengumuman Menag yang samar itu kemungkinan ada yang meragukannya. Persoalannya, puasa di hari Syakk itu adalah haram. Namun dengan adanya berita lain bahwa dua saksi di gresik menyatakan melihat hilal, maka kesamaran itu baru tertepis. Mestinya pengumuman hal yang sangat penting itu jangan sampai mengandung kesamaran.

Ditambah dengan kasus Menag khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta yang menjadi heboh karena banyak orang menilai bahwa dia tidak tahu rukun khutbah, dan hal2 lain, boleh jadi ini perlu jadi pelajaran tambahan lagi.

(nahimunkar.org)


(Dibaca 148 kali, 1 untuk hari ini)