Duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Abdullah al-Jubeir, menuding rezim Syiah Iran memasok senjata dan uang kepada pemberontak Syiah Houthi untuk menyeret krisis politik di Yaman menjadi perang berkepanjangan.

Sementara itu  Menteri Luar Negeri Yaman, Riyadh Yasin, Senin (30/03), mengungkap bahwa anggota Garda Revolusi Iran, tentara nasional Iran, saat ini terang-terang berada di ibukota Sanaa. Mereka membantu pemberontak Syiah Hautsi untuk kepentingan Iran.

Inilah beritanya.

***

Menlu Yaman: Tentara Iran Terang-terangan Berada di San’aa

KIBLAT.NET, Sanaa – Menteri Luar Negeri Yaman, Riyadh Yasin, Senin (30/03), mengungkap bahwa anggota Garda Revolusi Iran, tentara nasional Iran, saat ini terang-terang berada di ibukota Sanaa. Mereka membantu pemberontak Syiah Hautsi untuk kepentingan Iran.

Yasin menjelaskan, sebelumnya anggota Garda Revolusi menyamar sebagai warga Yaman. Akan tetapi, saat ini mereka telah menunjukkan diri secara terang-terangan di Sanaa.

Selain mereka, di Sanaa juga terdapat banyak peneliti ahli dan pasukan bayaran yang digaji Iran. Mereka berasal dari Suriah, Lebanon dan wilayah lainnya.

“Para ahli dan milisi bayaran tersebut bekerja untuk kepentingan Teheran yang berupaya menciptakan kekacauan di Yaman,” ujar Yasin.

Dalam perkembangan lain, pejabat Yaman Ahad lalu menyebutkan bahwa operasi koalisi Teluk berhasil menghalau kapal Iran yang berusaha merapat ke Yaman. Kapal itu diduga mengangkut senjata untuk pemberontak Syiah Hautsi.

Sementara itu, juru bicara operasi koalisi Teluk melaporkan bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan laut ke pinggiran Yaman. Pasukan itu untuk mencegah kapal-kapal pengangkut senjata untuk Syiah Hautsi yang berusaha merapat ke Yaman.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

 

Dubes Saudi: Iran Persenjatai Pemberontak Syiah Houthi Di Yaman

zahid – Jumat, 3 April 2015 14:30 WIB

Eramuslim – Duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Abdullah al-Jubeir, menuding rezim Syiah Iran memasok senjata dan uang kepada pemberontak Syiah Houthi untuk menyeret krisis politik di Yaman menjadi perang berkepanjangan.

Tudingan ini dilontarkan dubes Abdullah al-Jubeir di Washington DC dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (02/03) malam.

Dalam pernyataannya, Dubes Abdullah al-Jubeir mengatakan, “Kami memiliki bukti yang nyata mengenai keterlibatan Iran dalam memasok senjata dan uang terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman.”

Dubes Abdullah al-Jubeir menambahkan, “Iran dan Hizbullah Lebanon ingin memicu konflik sektarian meluas di wilayah kawasan Teluk.”

Sementara itu menaggapi pengerahan pasukan darat di wilayah Yaman, Dubes Abdullah al-Jubeir menyatakan bahwa negaranya tidak mengirim satu tentarapun ke Yaman. “Operasi kami terbatas pada serangan udara untuk mendukung pejuang kabilah dan suku yang berpartisipasi mendukung Presiden Abed Rabbo Mansur Hadi.

“Mereka akan memutuskan nasibnya sendiri. Arab Saudi beserta koalisi regional hanya menjaga Yaman dari pemberontakan Syiah Houthi yang telah mengancam stabilitas di kawasa,” ujar Dubes Abdullah al-Jubeir.

Konflik di Yaman bermula ketika pemberontak Syiah Houthi mendudui ibukota Sana’a dan memaksa Presiden Hadi untuk mengundurkan diri pada 22 Januari 2015 lalu.

Setelah berhasil menguasai ibukota, pemberontak Syiah segera mengumumkan konstitusi baru dan menyatakan perang terhadap mereka yang tidak mendukung pemerintahan Houthi. (Skynewsarabia/Ram)

(nahimunkar.com)