PBB Embargo Senjata Pemberontak Syiah Hautsi dan Pendukungnya

KIBLAT.NET, New York – Duta Besar Yaman untuk PBB, Khaled Al-Yamani, menyampaikan terima kasih atas dikeluarkannya resolusi terkait embargo senjata terhadap pemberontak Syiah Hautsi. Menurutnya kudeta di Yaman digerakkan oleh jari-jari yang tersembunyi di Teheran.

Duta Besar Yaman untuk itu mengatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan pada Selasa (14/04) adalah bukti nyata keseriusan masyarakat internasional dan Dewan Keamanan. Hal itu membuktikan dukungan mereka bagi warga Yaman untuk mewujudkan aspirasi yang sah, untuk membangun negara yang damai.

Dia juga menekankan bahwa alur gerakan kudeta kelompok pemberontak Syiah Hautsi mulai di kota Dammaj. Mereka mengusung tujuan sektarian yang digerakkan oleh jari-jari yang tersembunyi di Teheran, sebagaimana dilansir kantor berita SPA pada Rabu (15/04).

Duta Besar Yaman itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua negara anggota Dewan Keamanan PBB dan negara-negara Teluk, atas disetujuinya embargo bagi pemberontak Syiah Hautsi.

Seperti diketahui bersama Dewan Keamanan PBB akhirnya mengeluarkan resolusi terkait embargo senjata terhadap kelompok pemberontak Hautsi di Yaman, setelah disetujui oleh 14 negara anggota. Rusia yang sebelumnya menghendaki embargo bagi seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Yaman menyatakan abstain.

Resolusi itu juga memberikan sanksi kepada pemimpin kelompok pemberontak Abdul Malik Al-Hautsi. Sanksi yang sama juga ditujukan kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, yang dianggap mendukung pemberontakan.

Sumber: SPA
Penulis: Imam Suroso

***

PBB Embargo Senjata Pemberontak Syiah Hautsi dan Pendukungnya

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya memberlakukan embargo senjata terhadap kelompok pemberontak Syiah Hautsi. PBB juga memberikan sanksi kepada dua pemimpin pemberontak yang telah mengudeta pemerintah Yaman itu.

Resolusi atas usulan Yordania tersebut disahkan dewan keamanan PBB pada Selasa (14/04), setelah disetujui oleh perwakilan dari 14 negara. Rusia yang sejak awal menghendaki berlakunya embargo bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik Yaman menyatakan abstain.

Diberlakukannya embargo tersebut akan menghentikan pengiriman senjata kepada pihak pemberontak di Yaman. Selain itu resolusi itu juga akan memaksa Syiah Hautsi untuk mundur dari wilayah yang mereka kuasai.

Resolusi yang dikeluarkan PBB juga akan memberikan sanksi kepada pemimpin kelompok pemberontak, Abdul Malik Al-Hautsi. Sanksi serupa juga akan diberlakukan kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, yang bekerjasama  dengan pemberontak dukungan Iran itu.

Kelompok pemberontak Syiah Hautsi menyerang di ibukota Sanaa sejak September 2014, dan berhasil menguasainya bulan Februari lalu. Mereka juga mengeluarkan dekrit yang menyatakan pembiaran parlemen Yaman yang sah. Pemberontakan kelompok Hautsi memaksa presiden Abd Rabbuh Mansur hadi memindahkan ibukota Yaman ke kota Aden.

Atas permintaan presiden Yaman, koalisi negara teluk akhirnya melancarkan serangan terhadap kelompok pemberontak yang didukung oleh Iran tersebut. Dengan mengusung operasi Decisive Storm, negara-negara teluk menargetkan posisi kelompok pemberontak termasuk yang berada di dekat perbatasan Arab Saudi.

Sumber: upi.com
Penulis: Imam Suroso/ KIBLAT.NET

(nahimunkar.com)