Ilustrasi. Paspampres. Foto: dok jpnn


Saat dikonfirmasi, Ketua RW Komplek Paspampres, Kapten Rudi Eko mengaku belum dapat mengambil kesimpulan apa pun terkait penganiayaan yang dilakukan warganya. Sedangkan, Kepala Keamanan Paspampres, Kapten Nasution mengakui kesalahan yang dilakukan oleh personelnya.

“Tadi kami tunggu informasi dari warga. Ternyata korban sudah menunggu. Jadi bukan maksud kami tak bertanggung jawab,” tuturnya.

Pihaknya, kata Nasution, menyerahkan sepenuhnya kasus pemukulan tersebut kepada pihak berwenang. “Masalah sanksi, biar diurus POM,” ucapnya.

Subdanpom Kabupaten Bogor, Letu Mandala Putra mememastikan akan menindak tegas oknum TNI yang melakukan pelanggaran. Soal kasus pemukulan oleh oknum Paspampres, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban. “Kami sedang tunggu laporan dari keluarga korban,” ucapnya. (azi/dil/jpnn)

***

Apa Kabar Kasus Paspampres Aniaya Remaja Masjid?

CIBINONG – Sepekan berlalu, kasus penganiayaan warga oleh oknum TNI anggota Paspampres di Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, seakan jalan ditempat. Para pelaku belum juga diproses oleh pihak polisi militer setempat.

Namun, Sub Den Pom 111/1-3 Cibinong klaim tak main-main dalam mengusut aksi arogan oknum TNI tersebut. Pekan ini, penyidik rencananya bakal memeriksa para pelaku.

“Para pelaku akan kami panggil,” tegas Komandan Sub Den Pom 111/1-3 Cibinong, Lettu Mandala Putra, kepada Radar Bogor di kantornya, Minggu (15/5).

Lettu Mandala memastikan, seluruh oknum TNI yang diduga terlibat penganiayaan warga di depan komplek Paspampres Bojongnangka, bakal diperiksa. Namun ia enggan menyebut waktu pasti pemeriksaan kepada pewarta. “Kami masih rencanakan waktunya. Yang pasti, semua pelaku akan kami panggil,” tegasnya lagi.

Sejauh ini, penyidik Sub Den Pom 111/1-3 Cibinong telah memeriksa keterangan dari para saksi dan korban. Lettu Mandala Mandala juga meminta warga untuk bersabar dalam penuntasan kasus ini, agar peristiwa serupa tak lagi terjadi. “Percayalah, kami akan tuntaskan kasus ini. Pelaku yang bersalah akan mendapat ganjaran hukum,” cetusnya.

Pernyataan itu diamini Kades Bojong Nangka, Hambali. Ia beserta warga berharap agar para pelaku ditindak tegas. Terlebih lagi, upaya perdamaian ataran warga dengan oknum Paspampres tidak pernah terjadi. “Hukum harus terus berjalan. Masyarkat berharap pada Sub Den Pom agar tak terjadi lagi kasus serupa,” tuturnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan sejumlah oknum Paspampres itu terkait kasus pemukulan terhadap Supriatna (18), remaja masjid, warga RT 16/08, Desa Bojongnangka, Gunung Putri. Supriatna dikeroyok saat pulang ziarah dari makam ulama di wilayah Banten.

Saat itu, tiba-tiba saja ia dipukuli oknum TNI ketika hendak menolong rekannya yang sedang membetulkan motor di depan Komplek Paspampres. (azi/c/dil/jpnn)

Sumber: jpnn.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.385 kali, 1 untuk hari ini)