Kekerasan seksual terhadap perempuan justru kerap terjadi di tempat kerja. Iswarini, juru bicara dari kelompok Forum Keadilan Perempuan, mengatakan, ada beberapa pelecehan seksual yang dilaporkan oleh buruh perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual di tempat kerja. “Beberapa mengatakan ada yang harus tidur dengan atasan kalau mau naik jabatan, atau bahkan ada yang diperiksa celana dalamnya untuk membuktikan kebenaran saat mereka meminta cuti haid,” ujarnya.

Parahnya, tidak banyak korban pelecehan seksual yang berani melaporkan kasusnya itu ke pihak berwajib. ”Hanya sedikit yang berani mengungkapkan, saya yakin masih banyak kasus pelecehan yang tidak terungkap karena ketidakberpihakan sistem,” kata Iswarini.

Maka, dalam rangka Hari Perempuan Internasional, kelompok Forum Keadilan Perempuan melancarkan aksi demonstrasi “Negara Ikut Memperkosa Perempuan” di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis pagi (8/3). “Ada banyak hal yang menyebabkan ‘silence’ pada korban kekerasan seksual, diantaranya adalah ketidakberpihakan sistem hukum di Indonesia dan pandangan masyarakat kita yang masih menganggap korban pelecehan seksual sebagai tidak bermoral dan barang kotor,” kata juru bicara aksi, Iswarini.

Lebih lanjut Iswarini mengungkapkan bahwa 50 persen kekerasan seksual yang dilaporkan merupakan perkosaan.
“Ada 400.939 kasus kekerasan yang dilaporkan kepada polisi, 93.960 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual yang 50 persen dari data tersebut adalah jenis kasus perkosaan,” kata Iswarini.
Menurut Iswarini, sosialisasi untuk membongkar ke-diam-an para korban pelecehan seksual perlu dilakukan terus menerus agar pandangan patriarkis mengenai perempuan hilang.

“Selama ini ada perspektif bahwa tubuh perempuan adalah pengundang pelecehan seksual di masyarakat kita, salah satu bukti nyatanya adalah pernyataan Marzuki Alie soal rok mini beberapa waktu lalu itu,” kata Iswarini.

Melakukan aksi demonstrasi, menurut Iswarini, adalah salah satu cara yang efektif untuk mengembalikan kesadaran masyarakat mengenai cara pandang yang benar dalam menyikapi kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Bukan salah tubuh perempuan kalau terjadi kasus pelecehan, kami ingin suatu saat nanti perempuan bisa berjalan dengan aman meski memakai rok mini,” kata Iswarini.

Redaktur: Endah Hapsari REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Judul asli: Duh, Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Sering Terjadi di Tempat Kerja

Komentarku ( Mahrus ali ):

Kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan itu sering  terjadi di negara yang berhukum dengan hukum tradisional, jarang terjadi di negara yang menggunakan hukum Al quran. Hukum Jahiliyah yang kita pakai, bukan hukum jahiliyah yang kita buang membikin banyak persoalan, bukan menghentikannya, terutama kekerasan terhadap perempuan sebagai mahluk lemah bukan mahluk yang kuat. Ikutilah hukum Allah dalam bernegara, maka kemakmuran, bukan penderitaan,  keamanan bukan kekacauan dan chaos, ketentraman bukan hati selalu merasa takut akan kita capai dengan mudah. Jangan ingat omongan orang Texas, tapi lupakan dan ingatlah  firmanNya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk desa / negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami anugerahkan kepada (kehidupan) mereka barokah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS AI-A’rof ayat 96)

Kamis, Maret 08, 2012

Kamis, Maret 08, 2012 | Diposkan oleh Mantan kiyai NU

http://mantankyainu.blogspot.com/2012/03/hukum-jahiliyah-bikin-derita-kacau-dan.html#ixzz1ozTEzrkx

***

Selasa, Maret 13, 2012

Buang UU Thaghut, Ambillah UU Quran.

Selasa, Maret 13, 2012 | Diposkan oleh Mantan kiyai NU

“Hanya Orang Kafir, Munafik dan Sejenisnya yang Tidak Ingin Syariah”

“Hanya orang kafir, munafik dan sejenisnya yang tidak ingin Syariah,” pernyataan ini dilontarkan oleh Ustadz Abu Muhammad Jibril dalam acara talk show bertajuk “Capres Syariah: Saatnya Memimpin Indonesia dengan Syariah” pada Senin sore kemarin (12/3) di ajang Islamic Book Fair 2012 yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta.

Untuk menguatkan pendapatnya ini ustadz Abu Muhammad Jibril menukil ayat Quran surat Annisa’ ayat 65 yang berbunyi: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

Dengan gayanya yang khas, lembut namun tegas ustadz yang pernah mukim di negara tetangga Malaysia selama 20 tahun lebih dan pernah berjihad di Afghanistan ini menyatakan umat Islam yang beriman sudah pasti menginginkan tegaknya Syariah, hanya masalahnya informasi yang digembar-gemborkan media-media sekuler membuat bias keinginan umat Islam tersebut.

Dengan nada yang lembut ustadz Abu Muhammad Jibril juga mengkritisi kebanyakan umat Islam yang lebih sering mengkritik para pejuang penegak Syariah, namun mereka sendiri tidak bekerja untuk tegaknya hal itu. Menyinggung soal capres Syariah, ustadz Abu Jibril menyatakan ada banyak hal yang harus disiapkan untuk munculnya calon presiden yang menginginkan tegaknya syariah.

Diskusi Capres Syariah Senin sore kemarin menampilkan tiga pembicara, Munarman, SH, Ustadz Muhammad Al-Khattath dan Ustadz Abu Jibril. Yang uniknya, menurut laporan panitia, acara diskusi ini menjadi acara terbanyak dalam segi peserta selama diskusi/talk show yang berlangsung di Islamic Book Fair 2012.(fq)

Sumber: eramuslim

Komentarku ( Mahrus ali ):

Presiden Syariah adalah keharusan bukan presiden kafir yang tidak menggunakan UU Quran tapi UU warisan Belanda hingga negara kita menjadi negara yang punya sumber kekayaan terbanyak, namun rakyat terfakir, tertindas, teraniaya.

Presiden Syariat, lalu UUnya Thaghut sama saja dengan presiden kafir.  Presiden Syariat, UU Thaghut harus di buang dan UU Quran di peraktekkan. Inilah negara yang menjanjikan keamanan, tentram, dan makmur. Percayalah kepada firmanNya;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk desa / negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami anugerahkan kepada (kehidupan) mereka barokah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS AI-A’rof ayat 96)

Ingin negara maju, selamat dunia dan akhirat, buang UU Thaghut dan ambillah UU Quran. Ini pilihan yang harus di lakukan bukan pilihan yang harus dibuang.

Read more: http://mantankyainu.blogspot.com/2012/03/buang-uu-thaghut-ambillah-uu-quran.html#ixzz1ozUAtKFN

(nahimunkar.com)

(Dibaca 458 kali, 1 untuk hari ini)