IIustrasi: Di Banten Imunisasi MR atau Rubella yang dicanangkan pemerintah yang sekarang ini menimbulkan polemik mulai dari banyakanya korban yang meninggal setelah di vaksin dan sekarang menuntut denda bagi yang tidak mau ikut vaksin sebesar 700 m./ islamkafah.com


Tentang Haramnya Vaksin Rubella Silakan Bandingkan dengan Haramnya Ajinomoto.
Silakan simak tulisan Dr Ir Anton Apriyanto dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjelaskan kasus diharamkannya ajino moto di link ini https://www.nahimunkar.org/lingkaran-kasus-dendeng-dan-abo…/

Hati2 para pendukung vaksin Rubella

Pelaksanaan vaksinasi rubella (MR) itu merupakan kezaliman, karena belum dimintakan sertifikat halal sudah langsung divaksinkan di mana-mana, bahkan dikhabarkan, disebut telah halal, dan di sebagain daerah disertai ancaman.

Itu jelas kezaliman.

MUI membantah tentang halalnya vaksin MR/ Rubella, karena vaksin MR itu belum pernah dimintakan sertifikat halal ke MUI, dan belum diteliti.

Kemudian ada pertemuan pihak Kesehatan dengan MUI, keputusannya, vaksinasi rubella dihentikan sementara bagi Muslimin (yang memang merupakan penduduk mayoritas di negeri ini. Mestinya ya dihentikan untuk seluruhnya dulu, karena kan umat Islam mayoritas).

Sementara itu, data korban akibat divaksin Rubella sudah banyak. Yang dijadikan contoh dalam berita saja ada 13 anak dari berbagai daerah, ada yang meninggal, ada yang lumpuh dsb. sedangkan apa yang digembar-gemborkan akan kena penyakit ini itu bila tidak divaksin MR ternyata belum terjadi.  [Artinya, anak-anak yang jadi sasaran yang masih tersisa karena belum divaksin MR atau karena tidak diizinkan oleh orangtuanya, belum terdengar jadi korban penyakit ini itu akibat belum atau tidak divaksin Rubella (MR) ].
https://www.nahimunkar.org/puluhan-siswa-di-ksb-dirawat-se…/

Kemudian vaksin MR itu diteliti oleh MUI, hasilnya difatwakan bahwa vaksi MR haram karena mengandung jejak unsur babi. Hingga MUI tidak berani menghalalkan.

Lalu diadakan rapat, dinyatakan bahwa vaksin rubella boleh digunakan karena terpaksa, dan kalau sudah ditemukan vaksin yang halal dan suci maka tidak boleh digunakan.

Secara hukum/ kaidah fiqh, realita kenyataan yang sudah ada (korban2 akibat divaksin MR) sudah banyak (al-yaqiin), itu tidak bisa dikalahkan oleh dugaan (dhann) akan adanya penyakit ini itu. Jadi penguasa wajib menghargai Umat Islam yang melarang anak2nya untuk divaksin Rubella, karena itu merupakan keyakinan yang dilindungi konstitusi/ UUD 1945. Jangan malah dipaksa-paksa ditakut-takuti dengan cara bohong dan memvaksin MR di mana-mana padahal ternyata kemudian MUI memprotesnya (karena belum diajukan untuk mendapatkan sertifikat halal ke MUI, tapi dibilang halal), baru kemudian pihak kesehatan bertemu MUI dan sepakat untuk menunda dulu vaksinansi MR bagi Umat Islam. Kemudian diteliti MUI, hasilnya ditemukan jejak unsur babi, maka difatwakan bahwa vaksin MR (measles rubella) hukumnya haram. Setelah diadakan rapat, lalu dibilang: tapi boleh digunakan karena terpaksa, dan kalau sudah ditemukan vaksin MR yang halal dan suci maka tidak boleh digunakan.

Keputusan MUI tentang haramnya vaksin Rubella tersebut, bila ditambah dengan melihat data korban2 vaksin MR /Rubella, maka hukum haramnya vaksin MR itu dikuatkan dengan kaidah fiqh tersebut (suatu yang telah yaqin –yaitu banyaknya korban vaksin MR– tidak bisa dikalahkan oleh dhann/ dugaan, persangkaan –apa yang disebut-sebut akan terkena penyakit), maka justru perlu dihindari penggunaannya.

Oleh karena itu perlu dihargai, Umat Islam yang melarang anak-anaknya divaksin MR -Rubella karena menyangkut keyakinan agama yang merupakan hak paling asasi bagi manusia, dan dilindungi konstitusi.

Hati-hati, ada hadits ancaman terhadap pendukung penguasa zalim dan bohong.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي
الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني
المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره
/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radhiyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

***

Di antara bentuk kezaliman, dapat dibaca arsip berita ini.

***

Aneh! Warga Diancam Denda Rp.700 M Jika Tolak Imunisasi MR

by Reza Al-Fatah

Imunisasi MR atau Rubella yang dicanangkan pemerintah yang sekarang ini menimbulkan polemik mulai dari banyakanya korban yang meninggal setelah di vaksin dan sekarang menuntut denda bagi yang tidak mau ikut vaksin sebesar 700 m.

BANTEN  (Islamkafah.com) – Imunisasi MR atau Rubella yang dicanangkan pemerintah yang sekarang ini menimbulkan polemik mulai dari banyakanya korban yang meninggal setelah di vaksin, kehalalan bahan, dan efek bahaya dari vaksin itu sendiri.

Kali ini muncul suran ancaman denda bagi yang tidak mau mengikuti vaksin MR ini, seperti dikutip eramuslim.com pendiri Halal Corner Aisyah Maharani menyatakan ada ancaman surat dari tenaga kesehatan Banten dan pemda setempat untuk masyarakat yang menolak imunisasi measles rubella (MR). Ancaman tersebut, jika menolak imunisasi MR, warga dikenai denda Rp 700 miliar.

Di depan awak media Aisyah memaparkan bukti surat ancaman yang isinya bahwa bersedia menanggung kerugian negara sebesar Rp 700 miliar jika ada kejadian luar biasa dengan penyakit campak dan rubella.

Padahal sudah banyak korban melayang tapi pemerintah tidak mau ganti rugi dan angkat tangan dalam permasalahan ini, tapi kenapa beitu ngotot harus mengikuti vaksin ini dan sampai membuat surat ancaman denda dengan jumlah yang tak masuk akal. (RN)/ www.islamkafah.com — October 12, 2017

(nahimunkar.org)

(Dibaca 696 kali, 1 untuk hari ini)