Ahok-Djarot (IST)


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung dan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menandakan partai berlambang Banteng Moncong Putih itu jongos nekolim, nekocin dan Soekarnois gadungan.

Demikian dikatakan Direktur Institute Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (22/9).

Kata Hatta, Ahok itu didukung asing dan aseng. “Konspirasi neokolonialisme AS dan RRC melalui China rantau yang ada di Indonesia,” papar Hatta.

Menurut Hatta, saat ini harusnya rakyat Jakarta mempunyai perlawanan dengan Ahok yang sudah mendapat dukungan dari PDIP dan partai lainnya. “Tinggal tentukan sikap. Mau terima penjajahan ini atau melawan,” pungkas Hatta.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memutuskan mengusung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membacakan keputusan PDIP itu di kantor PDIP, Jakarta, Selasa (20/9).

Ahok resmi diusung PDIP sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Sumber: suaranasional.com-22/09/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.859 kali, 1 untuk hari ini)