Komunitas Muslim Indonesia di Arab Saudi


Inilah beritanya.

***

Dukung MUI, Komunitas Muslim Indonesia di Arab Saudi Ajak Kembali pada Al-Quran

Menurut komunitas ini, pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama secara langsung menuduh para ulama dan dai umat Islam sebagai agen “pembohong”

Hidayatullah.com—Komunitas Muslim asal Indonesia di Arab Saudi mengeluarkan pernyataan dukungan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan proses hukum kepada  Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dugaan penistaan Al-Quran  di Kepulauan Seribu Selasa, 27 September 2016.

“Tidak disangsikan lagi pernyataan ini telah menimbulkan keresahan bahkan kemarahan umat Islam di Indonesia bahkan di dunia. Pernyataan ini jelas telah membangkitkan isu sensitif yang dapat merusak tatanan kehidupan beragama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, apalagi berkaitan dengan al-Quran Kalamullah yang suci, pedoman hidup umat Islam dalam segala aspek,” demikian pernyataan Komunitas Muslim Arab Saudi yang dikirim Sudarisman Ahmad kepada hidayatullah.com, Jumat (04/11/2016).

Menurut komunitas ini, pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama secara langsung menuduh para ulama dan dai umat Islam sebagai agen “pembohong” karena dianggap telah memanipulasi ayat tersebut dalam urusan memilih pemimpin.

Di bawah ini pernyataan Komunitas Muslim Arab Saudi lengkapnya.

“Dengan semangat menjaga kemurnian agama (hifdzuddien)  yang merupakan salah satu dari tujuan-tujuan utama syariat Islam, disertai semangat kebersamaan dalam rangka menyatukan gerak dan langkah bersama kaum muslimin di tanah air, maka kami Komunitas Muslim Indonesia di Arab Saudi dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung sepenuhnya keputusan resmi yang telah diambil oleh MUI Pusat berupa Pendapat dan Sikap Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (Pusat) yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal dan KetuaUmum MUI pada hari Selasa, 11 Oktober 2016, dengan seluruh isinya.
  2. Menuntut kepada Kapolri dalam hal ini Bareskrim dan institusi penegak hukum lainnya untuk berani segera menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama atas tindakan pidana penistaan agama danpenghinaannya kepada ulama, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, agar tidak terjadi eskalasi kemarahan umat Islam yang lebih besar yang tentunya dapat mengganggu stabilitas nasional.
  3. Meminta kepada Presiden RI untuk tidak melindungi yang bersangkutan, atau siapa  pun yang melakukan tindakan pelanggaran hukum terutama kasus penistaan agama seperti yang dilakukan oleh Ahok atau yang semisal, sehingga tidak mencederai prinsip kesetaraan semua warga negara di hadapan hukum.
  4. Mendukung setiap  gerakan bela al-Quran dalam bentuk aksi damai yang dilakukan pada hari Jumat 4 November 2016, dan bentuk aksi lainnya yang bertujuan untuk menuntut  pihak berwenang untuk segara melakukan tindakan hukum dan tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut. Bagi komponen umat Islam yang tidak  terlibat dalam aksi ini juga diharapkan untuk mendukung dengan doa dan sumbangsih moril atau materiil, agar aksi ini berjalan damai, tidak anarkis, dan tidak menimbulkan mudarat yang tidak diinginkan.
  5. Mengajak kepada seluruh komponen umat Islam untuk mengawal kasus ini dengan seksama dan berkesinambungan, dan meminta kepada institusi hukum untuk melakukan transparansi proses hukum.
  6. Meminta media massa untuk meliput dan memberitakan proses hukum tersebut secara jujur dan independen.
  7. Mengajak umat Islam untuk kembali kepada al-Quran, menjadikannya sebagai pedoman hidup, membaca, mentadabburinya dan mengamalkannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Demikian pernyataan sikap ini, semoga Allah Ta’ala senantiasa memberkati usaha ini serta mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.

Dukungan Aksi Bela Al-Quran Jumat 4 November dari Kairo

Komunitas Muslim Indonesia di Arab Saudi yang memberikan pernyataan adalah;   Majelis Taklim Sulthanah,Majelis Taklim Kharj, Majelis Taklim Sulay, Majelis Taklim Syamal Riyadh, Majelis Taklim Ummul Hamam, Majelis Taklim Rabwah, Majelis Taklim Batha, Majelis Taklim al-Qowam Badiah, Majelis Taklim Raudhah, Forum Majelis Taklim Riyadh (FORMATRA), Forum Majelis Taklim Riyadh (FORMATRA) Ummahat , Komunitas Muslim Muslimah Indonesia Mekkah (KALIMAH), Komunitas Pengajian Islamic Center al-Khobar Dammam ,Majelis Taklim Aisyah Madinah , Fajar Muslimah Diriyah, Majelis Taklim ar-Rajhi Riyadh, Majelis Taklim Musli imah al-Bushor Qassim, Forum Ukhuwah Islamiyah (FOKUS) Jeddah.*

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

***

Dukungan Aksi Bela Al-Quran Jumat 4 November dari Kairo

Mendesak Bapak Presiden Joko Widodo selaku pimpinan tertinggi NKRI beserta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, proaktif dan profesional terhadap kasus ini

ppmi-mesir-dukung-mui

Hidayatullah.com–Persatuan Pelajar Mahasiswa  Indonesia  (PPMI) di Mesir  mengaku mendudukung  Aksi Bela Al-Quran Jumat 4 November 2016 ini di Jakarta.

Dukungan ini disampaikan PPMI saat memperingati Hari  Sumpah Pemuda di Kairo

Mahasiswa Indonesia di Mesir  menggelar Refleksi Sumpah Pemuda  dilanjutkan  dengan pernyataan sikap  PPMI Mesir  dan Mahasiswa  terkait kasus dugaan penistaan  agama yg yang Gubernur DKI Jakarta , Basuki Tjahaya Purnama   di Kepulauan Seribu, 27 september 2016.

Di bawah ini pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar  Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir adalah;

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wata’ala, shalawat serta salam untuk baginda Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Berikut pernyataan sikap yang dirilis di Kairo, 3 November 2016 :

  1. Mendukung penuh dan mengawal Fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 11 Oktober 2016 terkait masalah tersebut.
  2. Mendesak Bapak Presiden Joko Widodo selaku pimpinan tertinggi NKRI beserta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, proaktif dan profesional terhadap kasus ini. Menunda atau memperlambat proses dapat menimbulkan persepsi negatif masyarakat Indonesia terhadap citra penegak hukum dan pemerintah.
  3. Meminta seluruh umat Islam di Indonesia agar tidak termakan issu provokatif, serta menjauhi tindakan anarkis yang dapat merugikan citra umat Islam di dunia.
  4. Menghimbau agar tetap bersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Demikian kiranya agar dapat dipahami dengan sebaik baiknya.*/Athar (Mesir)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Sumber: hidayatullah.com/Jum’at, 4 November 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.968 kali, 1 untuk hari ini)