.

 

  • Jokowi diduga banyak kehabisan dana untuk membayar media yang melambungkan namanya. Hingga Jokowi membuka rekening sumbangan dari masyarakat.

Inilah ulasan seorang penulis di kompasiana, dan di bagian bawah ada komentardari NM.

***

Jokowi Buka Rekening Sumbangan dari Masyarakat

Selasa, 27 Mei 2014 14:43 WIB sesuai yang diberitakan Tribun, bahwa Jokowi membukan Rekening untuk menerima sumbangan masyarakat. Dengan pembukaan rekening untuk menerima sumbangan masyarakat, Jokowi diduga banyak kehabisan dana untuk membayar media melambungkan namanya. Hal ini bisa dilihat beberapa pekan yang lalu ketika beliau ke Makassar, beliau sempatkan diri mengunjungi markas Tribun, yang merupakan salah satu media yang pro Jokowi.

Setelah pemilihan legislatif, diberitakan di berbagai jejaringan sosial, bahwa seluruh media-media yang pro Jokowi hampir tidak percaya dengan hasil yang mereka harapkan, karena hasil pemilihan tahun ini untuk PDI-P, tidak jauh beda dengan lima tahun yang lalu. Itu berarti masyarakat tidak terlalu berminat dengan PDI-P, khususnya masyarakat Islam, yang belakangan ini diketahui, bahwa Syiah juga ikut mendukung Jokowi.

Irsun Badrun/ http://politik.kompasiana.com, REP | 27 May 2014 | 16:18

***

Dukungan Syiah ke Jokowi Merupakan Boomerang

Tentang Syiah dari luar negeri mendukung Jokowi, silakan baca di nahimunkar.com, judul Gempar! Video Tokoh Syiah Ucapkan Selamat kepada Jalaluddin Rakhmat & Jokowi.

Padahal, Umat Islam Indonesia sedang ramai-ramainya mewaspadai aliran sesat syiah, terutama setelah kasus Sampang Madura, yang terbukti pentolan Syiah Sampang Tajul Muluk divonis 4 tahun penjara karena menodai agama, dikenai pasal 156a KUHP tentang penodaan agama, karena menganggap Kitab Suci Umat Islam, Al-Qur’an, tidak murni lagi.

Juga kasus dibunuhnya warga NU di Puger Jember Jawa Timur oleh orang syiah beberapa waktu lalu. Jadi syiah adalah ancaman bagi umat Islam, karena menodai agama, bahkan masih minoritas saja berani membunuh umat Islam.

Dukungan syiah terhadap Jokowi merupakan boomerang bagi Jokowi dan PDIP, karena bisa berakibat semakin jauhnya umat Islam dari Jokowi-JK yang diusung PDIP.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.979 kali, 1 untuk hari ini)