• Dul (anak pemusik Ahmad Dhani) terancam dipenjara enam tahun lantaran terlibat tabrakan lalu lintas yang menyebabkan enam orang tewas dan sembilan orang terluka. Dia (Dul) kena Pasal 310 UU Lantas (Lalu Lintas) karena lalai, menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.
  • Kecelakaan terjadi ketika sedan yang dikemudikan Dul dengan kecepatan tinggi melaju dari arah selatan pukul 01.45 WIB. Dul diduga kehilangan kendali dan menabrak pagar pemisah. Setelah menabrak pagar, kendaraan itu terbang masuk jalur berlawanan dan menabrak Daihatsu Grand Max yang datang dari arah utara. Akibat hantaman Lancer, Grand Max kemudian mendorong mobil Toyota Avanza B 1882 UJZ. Ini terjadi di Km 08 200, Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Ahad dini hari. (8/9). 
  • Enam orang meninggal, semuanya penumpang kendaraan Grand Max, 9 orang lainnya mengalami luka berat dan masih dalam perawatan intensif rumah sakit.
  • Dul adalah anak Ahmad Dhani dengan bekas isterinya, Maia Estianty  seorang  penyanyi  pula. Ahmad Dhani selama ini dikenal sebagai pendukung Syiah. Bahkan, Ahmad Dhani menggunakan gambar Imam Khomeini sebagai avatar akun Twitter ‏@AHMADDHANIPRAST. Sehinga diberitakan: Semakin Terkuak, Ahmad Dhani Agen Syiah Yahudi di Indonesia.  https://www.nahimunkar.org/semakin-terkuak-ahmad-dhani-agen-syiah-yahudi-di-indonesia/

Inilah berita tentang kecelakaan maut  anak Ahmad Dhani dan ancaman hukumnya karena kelalaian dan rangkaiannya.

 tabrakan maut(Warta Kota/Alex Suban)

Korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur, tepatnya di jalur Jakarta ke Bogor, KM 8-200, Minggu (8/9/2013) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil tersebut mengakibatkan 5 orang tewas dan 10 orang lainnya luka-luka. Putra bungsu musisi Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul), 13, menjadi salah satu korban luka dalam peristiwa ini. (Warta Kota/Alex Suban)

 ***

Kecelakaan Maut l Polda Periksa Urine Ahmad Abdul Qodir Djailani (Dul)

Ahmad Dhani Terancam Pidana

JAKARTA – Ahmad Dhani, orang tua Ahmad Qodir Djailani alis Dul, 13 tahun, tidak boleh lepas tangan dan yang paling bertanggung jawab atas kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang dan sembilan luka-luka di Km 08 200, Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu dini hari. (8/9).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan Dul terancam dipenjara enam tahun lantaran terlibat tabrakan lalu lintas yang menyebabkan enam orang tewas dan sembilan orang terluka. “Dia (Dul) kena Pasal 310 UU Lantas (Lalu Lintas) karena lalai,” kata Rikwanto.

Rikwanto menuturkan Dul bakalan dijerat Pasal 310 Ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman penjara enam tahun.

Namun, Rikwanto menyebutkan Dul akan mendapatkan penanganan khusus karena termasuk di bawah usia sesuai dengan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Penyidik kepolisian akan memberikan perlindungan dalam menangani kasus tabrakan beruntun yang menyeret Dul karena masih berusia 13 tahun. Kemungkinan aparat kepolisian juga meminta keterangan Ahmad Dhani selaku orang tua Dul karena masih dalam perlindungan kedua orang tuanya atas kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain.

Secara terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Ni’am Sholeh, berharap seluruh pihak mengutamakan keselamatan putra bungsu musisi Ahmad Dhani ini sebelum melanjutkan proses hukum. “Sekarang anaknya (Dul) masih dalam kondisi kritis, prinsipnya konsenterasi harus fokus pada penyelamatan jiwa anak,” ujar Asrorun Ni’am Sholeh.

Asrorun menegaskan bahwa semua pihak perlu mengedepankan pendekatan kemaslahatan daripada pendekatan hukum formal terhadap kasus hukum yang menimpa anak-anak dan dalam hal ini orang tua tidak boleh lepas tangan.

Artinya, lanjut Asrorun, hal yang perlu ditekankan adalah pemulihan hak-hak dan kesadaran anak akan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip keadilan restoratif dan keadilan substantif dengan memperhatikan tujuan hukum. “Dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sedapat mungkin menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Namun, anak harus segera diselamatkan dahulu,” ujar Asrorun.

Dul yang mengendarai sedan Lancer bernomor polisi B-80-SAL terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu bernomor polisi B-1349-TEN dan Avanza pelat nomor B-1882-UZJ

Rikwanto menjelaskan kecelakaan itu menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan 9 orang lain luka berat. Empat orang meninggal di tempat, sementara dua orang lain meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.

“Enam orang meninggal, semuanya penumpang kendaraan Grand Max, 9 orang lainnya mengalami luka berat dan masih dalam perawatan intensif rumah sakit,’ ujar Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan kecelakaan terjadi ketika sedan yang dikemudikan Dul dengan kecepatan tinggi melaju dari arah selatan pukul 01.45 WIB. Dul diduga kehilangan kendali dan menabrak pagar pemisah. Setelah menabrak pagar, kendaraan itu terbang masuk jalur berlawanan dan menabrak Daihatsu Grand Max yang datang dari arah utara. Akibat hantaman Lancer, Grand Max kemudian mendorong mobil Toyota Avanza B 1882 UJZ.

Rikwanto menjelaskan untuk mengetahui kecepatan kendaraannya, pihak kepolisian masih menunggu hasil olah TKP. Nanti kita libatkan ahli dalam uji kinematika itu,” tambah Rikwanto. frn/fdl/smn/Ant/P-5 http://koran-jakarta.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.216 kali, 1 untuk hari ini)