Keberadaan Satgassus Polri ini mendapat kritikan berbagai pihak kala itu.

Salah satunya disinggung mantan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.

“Keberadaan Satgassus di tubuh Polri yang disinyalir menjadi super body dan rentan terhadap mafia adalah berbahaya karena dapat menghalangi penegakan keadilan dan membuka jalan bagi kezaliman (lawan dari keadilan),” tegas Din Syamsuddin.

Kini Satgassus dibubarkan oleh Kapolri.

Silakan simak ini.

***

 

Satgassus Merah Putih Dibubarkan Kapolri, Gegara Ferdy Sambo ?

 
 

Share

POJOKSATU.id, JAKARTA – Usai penetapan Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir Joshua, Satgassus Merah Putih dibubarkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

 

Satgassus Merah Putih dibubarkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan maraton terhadap mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Pengumuman Satgassus Merah Putih dibubarkan itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022).

“Kapolri sudah menghentikan kegiatan Satgasus Polri. Artinya tidak ada Satgasus Polri (dibubarkan),” ungkap Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi, alasan dibubarkannya Satgasus Merah Putih atas pertimbangan kinerja institusi Polri dalam setiap penanganan kasus.

Selain itu, pembubaran jabatan non struktural itu karena dianggap tidak diperlukan lagi.

“(Alasannya) Pertimbangan efektivitas kinerja organiasi,” jelasnya.

Dengan demikian, seluruh penanganan kasus dikembalikan pada tupoksi masing-masing.

“Maka, diutamakan menangani berbagai macam kasus permasalahan sesuai tupoksi masing-masing. Sehingga Satgasus tidak perlu dan diberhentikan mulai hari ini,” tegasnya.

Untuk diketahi, Satgasus Merah Putih awalnya dibentuk Kapolri yang saat itu dijabat Tito Karnavian pada 2017.

Pembentukannya melalui surat perintah (sprin) nomor Sprin/681/III/HUK.6.6/2019 tertanggal 6 Maret 2019.

Satgas itu memiliki beberapa fungsi.

Di antaranya melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang menjadi atensi pimpinan di wilayah Indonesia dan luar negeri.

Selain itu, Satgassus juga bertugas menangani upaya hukum pada perkara psikotropika, narkotika, tindak pidana korupsi, pencucian uang dan ITE.

Keberadaan Satgassus Polri ini mendapat kritikan berbagai pihak kala itu.

Salah satunya disinggung mantan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.

“Keberadaan Satgassus di tubuh Polri yang disinyalir menjadi super body dan rentan terhadap mafia adalah berbahaya karena dapat menghalangi penegakan keadilan dan membuka jalan bagi kezaliman (lawan dari keadilan),” tegas Din Syamsuddin. (fir/pojoksatu)

 

POJOKSATU.id,
11 Agustus 2022 21:12 WIB Guruh

(nahimunkar.org)