Dunia Itu Penjara bagi Orang Mukmin dan Surga bagi Orang Kafir

  • Di Musim Wabah Corona, Raja Thailand Mengisolasi Diri, Bawa 20 Cewek Nginap di Hotel Mewah Jerman
  • Kisah Ibnu Hajar dan Yahudi Mengenai Hadits Dunia Penjara bagi Orang Mukmin

     

Silakan baca hadits berikut ini dengan penjelasannya, lalu bandingkan dengan berita tentang Raja Thailand bawa cewek 20 orang untuk nginap di hotel mewah di German.

  • Di bagian bawah ada Kisah Ibnu Hajar dan Yahudi Mengenai Hadits Dunia Penjara bagi Orang Mukmin

Silakan simak selengkapnya.

***

Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (Hadits Shahih Muslim No. 5256 – Kitab Zuhud dan kelembutan hati)

 

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan, “Orang mukmin terpenjara di dunia karena mesti menahan diri dari berbagai syahwat yang diharamkan dan dimakruhkan. Orang mukmin juga diperintah untuk melakukan ketaatan. Ketika ia mati, barulah ia rehat dari hal itu. Kemudian ia akan memperoleh apa yang telah Allah janjikan dengan kenikmatan dunia yang kekal, mendapati peristirahatan yang jauh dari sifat kurang. Adapun orang kafir, dunia yang ia peroleh sedikit atau pun banyak, ketika ia meninggal dunia, ia akan mendapatkan adzab (siksa) yang kekal abadi.”

Imam Al-Munawi dalam Mirqah Al-Mafatih menjelaskan, “Dikatakan dalam penjara karena orang mukmin terhalang untuk melakukan syahwat yang diharamkan. Sedangkan keadaan orang kafir adalah sebaliknya sehingga seakan-akan ia berada di Surga.”

Jadi bersabarlah dari maksiat dengan menahan diri. Karena dunia ini adalah penjara bagi kita di dunia. Di Akhirat kita akan peroleh balasannya.

(Lihat: Penjara Bagi Orang-Orang Beriman

Written by Ustadz Abu Sohail Published: 31 January 2020

sumber :
http://www.arrefahiyah.com/akhbar-kajian/islami/manhaj/412-penjara-bagi-orang-orang-beriman.html)

***

Raja Thailand Mengisolasi Diri, Bawa 20 Cewek Nginap di Hotel Mewah Jerman


Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn atau lebih dikenal Rama Thailand X, melakukan upaya pencegahan COVID-19 dengan mengisolasi diri. Namun, ia juga mengajak 20 wanita untuk turut serta bersamanya.

Mengutip News.com.au, Rama X telah memesan sebuah hotel mewah di Jerman untuk dirinya sendiri dan 20 orang wanita serta para pelayan.

Raja berusia 67 tahun itu menyewa seluruh kamar hotel Grand Sonnenbichl yang berada di kota Alpen, Garmisch-Partenkirchen, Jerman. Ia memang telah mengantongi izin khusus untuk menginap di hotel itu.

Rama X yang diketahui memiliki rumah di Jerman senilai 12 juta US dollar memang dikenal sering menghabiskan waktu di hotel mewah bintang empat.

Setelah wabah COVID-19 merebak, ia juga telah meminta 119 anggota rombongan yang ikut bersamanya berlibur ke Jerman untuk kembali ke Thailand. Ia takut tertular karena rombongan tersebut diduga memiliki gejala COVID-19.


Namun, Rama X memilih untuk tetap tinggal di sana bersama 20 wanita yang ia sebut sebagai harem.

Sementara itu, belum ada kabar apakah istri ke-4 Rama X akan ikut mengisolasi diri bersama rombongan tersebut.Hingga saat ini, Thailand telah melaporkan adanya 1388 kasus corona dengan total tujuh kematian akibat wabah tersebut.

Pemerintah Thailand mengatakan bahwa jumlah pasien corona di sana terus meningkat karena masyarakat Thailand gagal mempraktekkan anjuran #jagajarak atau social distancing.

Dikutip dari Bangkok Post, otoritas Thailand telah memberlakukan lockdown atau karantina wilayah di provinsi selatan Pattani, Yala dan Narathiwat.

Sementara itu, otoritas setempat di pulau resort Phuket memberlakukan jam malam dengan meminta warga setempat untuk tinggal di rumah mulai jam 8 malam hingga jam 3 pagi.(Jft/Suara)

konfrontasi.com, Sabtu, 4 Apr 2020 – 15:06

***

Kisah Ibnu Hajar dan Yahudi Mengenai Hadits Dunia Penjara bagi Orang Mukmin

By

 Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

 –

 August 5, 2015 

Kisah yang bagus yang patut direnungkan. Kisah ini menceritakan mengenai hadits “dunia itu penjara bagi orang mukmin“.

Telah terjadi perbincangan antara Ibnu Hajar dan seorang Yahudi. Orang Yahudi tersebut begitu terkesan dengan perkataan Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadits “dunia itu penjara bagi orang mukmin” sehingga ia pun masuk Islam.

Dalam Faid Al-Qadir (3: 730) karya Al-Munawi disebutkan kisah Ibnu Hajar berikut ini:

ذكروا أن الحافظ ابن حجر لما كان قاضي القضاة مر يوما بالسوق في موكب عظيم وهيئة جميلة فهجم عليه يهودي يبيع الزيت الحار وأثوابه ملطخة بالزيت وهو في غاية الرثاثة والشناعة فقبض على لجام بغلته وقال : يا شيخ الإسلام تزعم أن نبيكم قال الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر فأي سجن أنت فيه وأي جنة أنا فيها فقال : أنا بالنسبة لما أعد الله لي في الآخرة من النعيم كأني الآن في السجن وأنت بالنسبة لما أعد لك في الآخرة من العذاب الأليم كأنك في جنة فأسلم اليهودي

“Diceritakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika ia menjadi seorang qadhi (hakim) terkemuka, suatu hari ia pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian. Ibnu Hajar datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut sedang menjual minyak panas, tentu saja pakaiannya penuh dengan kotoran minyak. Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan.

Sambil memegang kekang kuda (yang biasa dipasang pada mulut kuda, pen.), Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar, “Wahai Syaikhul Islam (Ibnu Hajar, pen.), engkau menyatakan bahwa Nabi kalian (Nabi umat Islam) bersabda, “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang orang kafir.” Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”

Ibnu Hajar memberikan jawaban, “Aku dilihat dari berbagai nikmat yang Allah janjikan untukku di akhirat, seakan-akan aku sedang di penjara. Sedangkan engkau (wahai Yahudi) dilihat dari balasan siksa yang pedih yang Allah berikan untukmu di akhirat, seakan-akan engkau berada di surga.”

Akhirnya, orang Yahudi tersebut pun masuk Islam.

Demikian kisah Ibnu Hajar.

Dari kisah tersebut, kita bisa pahami bahwa dunia itu bagi orang beriman di dunia adalah penjara. Maksudnya, ia dipenjara dan dikekang karena kenikmatan sejati baru diperoleh olehnya di akhirat. Sedangkan orang kafir dalam keadaan miskin apa pun, ketika di dunia masih mendapatkan nikmat. Di akhirat, yang ada baginya adalah siksa. Sehingga pantas disebut baginya di dunia adalah surga.

Jadikan, dunia ini tempat kita beramal untuk memperoleh nikmat di akhirat. Semoga …

Ingatlah perkataan ‘Ali bin Abi Thalib,

وَإِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالآخِرَةُ قَدْ قُرِّبَتْ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٌ مِنْهُمَا بَنُوْنَ فَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ وَلاَ تَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلٌ

“Sesungguhnya dunia akan ditinggalkan di belakang. Sedangan akhirat begitu dekat dijumpai di depan. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki budak. Jadilah budak akhirat, janganlah menjadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari untuk beramal, tidak ada hisab (perhitungan). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari hisab (perhitungan), tidak ada lagi amalan.” (Disebutkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhud, Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Qashr Al-Aml, Al-Baihaqi dalam Az-Zuhud, Ibnu Rajab dalam Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 378)

Wallahu waliyyut taufiq.

 
 

Referensi:

Faid Al-Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir. Al-Munawi. Asy-Syamilah (halaman sesuai cetakan).

Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam. Cetakan kesepuluh, tahun 1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.


Selesai disusun 05: 09 PM, 20 Syawal 1436 H di Darush Sholihin Warak, Girisekar, Panggang, GK

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 644 kali, 1 untuk hari ini)