DEPOK – Heboh nama Joko Widodo (Jokowi) nongol di soal ujian nasional (UN) Okezone.

.

 

Bukan hanya profil Jokowi yang dikampanyekan dan dipuji dalam soal ujian nasional Bahasa Indonesia (14/4 2014), ternyata programnya juga ditongolkan dan dipuji di lembar UN Sosiologi (15/4).

Diduga, Itu Sengaja Dimasukkan dalam Soal UN

Lembar soal UN yang ditunggangi kampanye Jokowi Capres PDIP itu beredar di 18 Provinsi di Indonesia.

Kecaman dan tudingan keras datang dari pihak-pihak yang prihatin dengan politik kotor yang menyalah gunakan pendidikan untuk anak bangsa itu demi kepentingan kelompok yang haus bahkan kemaruk kekuasaan.

Walau sudah ada janji, Kemendikbud akan Buru Pembuat Soal UN Berisi “Kampanye” Jokowi, namun bagaimanapun suasana pendidikan nasional telah dicemari dan diobok-obok oleh manusia-manusia yang moralnya dipertanyakan.

  • Cara yang dilakukan Jokowi dan tim suksesnya ini sudah merusak pendidikan nasional di Indonesia.
  • Apabila ada faktor kesengajaan, panitia yang terlibat dalam penyalahgunaan wewenang dapat dikenai sanksi karena melanggar PP No 53/2010 Tentang Disiplin PNS Pasal 14 ayat (1) tentang Penyalahgunaan Wewenang, tulis AdaTerus.com, Senin, 14 Apr 2014 | 14:34 wib.

vvnws

Inilah beritanya.

***

Bukan Hanya Profil Jokowi, Ternyata Programnya,  KJS & KJP juga ada di soal UN dan dipuji

Sindonews.com – Ternyata tak hanya profil Joko Widodo (Jokowi) saja tercantum dalam soal Ujian Nasional (UN), namun juga program kerja Gubernur DKI Jakarta itu. Yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Jika sebelumnya profil Jokowi tercantum di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, program KJS dan KJP ikut tercantum di dalam soal mata pelajaran Sosiologi. Di dalam soal tersebut, KJS dan KJP dipuji sebagai keberhasilan program yang dicanangkan Jokowi. Hal itu diungkapkan oleh peserta UN di Depok berinisial H.

“Ada di Sosiologi, tadi sih menyebutkan program Gubernur DKI Jakarta, tentang keberhasilannya. Tapi tak menyebutkan nama Jokowi, hanya Gubernur saja. Tentang Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar,” ujar siswi tersebut kepada wartawan di Depok, Selasa (15/4/2014).

Soal tersebut menyebut, dua program yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta itu membuat kesehatan dan pendidikan masyarakat terjamin. “Jadi di soal itu dijelaskan bahwa masyarakat Jakarta karena adanya dua program tersebut pendidikannya meningkat dan kesehatannya terjamin,” jelasnya.

Siswa diminta untuk memilih jawaban pilihan ganda terkait soal berupa paragraf satu alinea tersebut. Yakni seputar perubahan sosial dalam ilmu sosiologi.

“Pertanyaan tentang kesimpulan. Dari contoh di atas termasuk perubahan sosial apa, besar, cepat, atau apa. Satu alenia. Itu tentang perubahan sosial, saya sih memilih jawabannya perubahan besar,” ungkapnya.

Siswi sekolah menengah Islam yang ujian di SMAN 1 Depok ini mengungkapkan, pertanyaan tersebut berada di pertengahan soal-soal ujian yang dikerjakannya. “Ada di pertengahan soal kira-kira di atas nomor 20.”

 (hyk) Marieska Harya Virdhani Selasa,  15 April 2014  −  14:18 WIB

***

Program Jokowi Diduga Sengaja Dimasukkan Dalam Soal UN

Selasa, 15 April 2014 – 16:12 wib | Marieska Harya Virdhani – Okezone

 

DEPOK – Guru di SMAIT Al Qudwa, Beji, Depok, Andi Ina, menyesalkan ada soal ujian nasional berbau politis. Dia menduga, kisah dan program Joko Widodo (Jokowi) sengaja dimuat dalam soal ujian.

“Mana mungkin sih enggak sengaja. Tetapi, saya akan tanya siswa lagi seperti apa sih soalnya, karena saya belum baca,” katanya saat mendampingi siswanya ujian menginduk di SMAN 1 Depok, Selasa (15/04/2014).

Menurutnya, saat ini bukanlah waktu yang pas untuk memasukkan nama Jokowi dalam soal ujian karena bertepatan dengan tahun politik. Pasalnya, petarung dalam tahun politik bukan hanya Gubernur DKI Jakarta itu saja.

“Kenapa enggak SBY saja yang jelas-jelas masih Presiden. Kan memang kapasitasnya begitu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Husna Mutmainah, siswa kelas 3 IPS di SMAIT Al Qudwa, menemukan pertanyaan soal kesuksesan program Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar yang digagas Jokowi dalam soal ujian Sosiologi.

Siswa, menurut Husna, diminta untuk memilih jawaban dengan pilihan ganda seputar perubahan sosial dalam ilmu sosiologi setelah ada program tersebut.

Menurut Ina, memang betul soal tersebut berkaitan dengan fenomena sosial dan terobosan baru. “Tetapi ini kan masa kampanye. Kelas III SMA itu pemilih pemula, jangan digiring ke sana,” tukasnya. (trk)

***

Kemendikbud Buru Pembuat Soal UN Berisi “Kampanye” Jokowi

Selasa, 15 April 2014 – 11:52 wib | Awaludin – Okezone

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menginvestigasi munculnya nama Joko Widodo (Jokowi) dalam soal ujian nasional (UN) mata pelajaran bahasa Indonesia.

“Habis ini saya akan rapat membahas itu, karena tadi malam sudah saya perintahkan untuk diinvestigasi duduk perkaranya seperti apa, dicek soal itu beredar di mana saja,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014).

M Nuh menerangkan, pertama, Kemendikbud mempunyai 20 tipe soal UN. Pihaknya akan menelusuri apakah nama Jokowi ada di semua tipe atau hanya sebagian. Juga akan ditelusuri apakah terdapat di semua regional atau tidak.

“Kedua, kita lihat siapa tim pembuat naskah ujian, kapan dibuat naskah ini,” tuturnya.

M Nuh memperkirakan soal berisi kisah Jokowi sudah dibuat sejak enam bulan lalu. “Ketiga, kita akan lihat kisi-kisinya. Dalam membuat soal tidak boleh keluar dari kisi-kisi,” paparnya.

Dia berjanji akan menjelaskan kepada masyarakat apa yang sebenanrnya terjadi setelah menggelar rapat dengan pejabat di Kemendikbud.

“Duduk perkaranya seperti apa, pembuatnya siapa saja, nanti akan kami sampaikan,” tutupnya.

(trk)

***

Soal UN dengan Nama Jokowi Tersebar di 18 Provinsi

Dhani Irawan – detikNews

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan investigasi terkait nama Gubernur DKI Joko Widodo yang masuk dalam soal UN SMA/MA 2014. Nama Jokowi masuk di soal Paket P3 dan tersebar di 18 provinsi.

“Untuk varian soalnya ada 3 dari 20 varian soal. Tersebar di 18 provinsi di wilayah barat dengan jumlah siswa 187 ribu dari total 3,1 juta siswa peserta UN atau sekitar 6 persen” kata Wamendikbud Musliar Kasim, saat konferensi pers di Ruang DSS, Gedung A lantai 2, Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014).

Musliar mengatakan, pihak Kemendikbud melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menentukan kisi-kisi soal. Sementara, penulis soal terdiri dari guru, ahli, dan perwakilan dari perguruan tinggi.

Saat memberikan keterangan, Musliar ditemani Ketua Balitbang Kemendikbud Furqon dan Ketua BSNP Edi Tri Baskoro. Dia mengatakan, pembuatan soal dilakukan jauh sebelum pencapresan Jokowi.

“Pembuatan soal sudah dari bulan Juli 2013. Sementara bursa capres baru-baru ini,” pungkasnya.

Selasa, 15/04/2014 15:44 WIB

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.078 kali, 1 untuk hari ini)