Jika benar donat tersebut mengandung bahan berbahaya titanium diaksoda, tentu ini berkaitan dengan pembohongan publik. Dan jika terbukti, Halal Watch akan segera menegur produk tersebut.

Inilah beritanya.

***

Dugaan Bahan Berbahaya di Dunkin Donuts, Halal Watch Akan Hadap LPPOM MUI

Kamis, 12 Maret 2015 – 15:01 WIB

Dunkin’ Donuts yang produk donatnya populer termasuk di Indonesia, diduga telah menggunakan bahan berbahaya

 

Hidayatullah.com— Pimpinan Halal Watch (HW), Rahmat Halawa mengatakan akan segera menghadap Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan lembaga pengawas makanan, BPPOM terkait dugaan bahan berbahaya pada Dunkin Dounuts.

Ia berpendapat, walaupun produk makanan ringan khas Amerika Serikat (AS) tersebut telah mendapatkan lisensi halal, namun bukan berarti lepas dari salah satu kategori makanan baik (thayib).

“Ya, tapi kan mesti bagus atau baik (thayib) juga, tambahnya pada hidayatullah.com melalui pesan singkat, Rabu (12/03/2015).

Sebenarnya ia juga mengakui belum dapat info yang berkaitan dengan bahan berbahaya dikandung dalam donat tersebut.

Namun ia akan gerak cepat mencari info yang lebih valid jika benar adanya. Salah satunya ia segera akan berkoordinasi dengan LPPOM MUI.

“Saya akan segera koordinasi pihak LPPOM MUI,” tanggapnya.

Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan YLKI. Alasannya, jika benar donat tersebut mengandung bahan berbahaya titanium diaksoda, tentu ini berkaitan dengan pembohongan publik. Dan jika terbukti, Halal Watch akan segera menegur produk tersebut.

“Kita pun juga akan koordinasi dengan YLKI jika memang ada bahan tersebut. Jika terbukti, kita langsung aksi,” jelasnya.

Seperti diketahui, marak diberitakan Dunkin’ Donuts yang produk donatnya populer termasuk di Indonesia, diduga telah menggunakan bahan berbahaya.

Sebelumnya, USA Today dalam laporannya yang berjudul Dunkin’ to Stop Using Whitening Agent, memberitakan Dunkin’ Donuts yang berada di bawah tekanan para kelompok aktivis,  akhirnya menyetujui untuk menghentikan penggunaan bahan pemutih dimaksud, kendati menegaskan bahwa bahan pemutih yang mereka pakai tidak terlarang dalam sistem hukum AS.*

Rep: Robigusta Suryanto

Editor: Cholis Akbar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.226 kali, 1 untuk hari ini)