Ebola Tembus 10.000 Kasus

Editor : Endah Lismartini

Rimanews Badan Kesehatan Dunia menyampaikan pengumuman kasus ebola menembus 10.000 kasus yang tercatat di seluruh dunia.

Adapun korban tewas akibat epidemi ini mencapai 4.992 jiwa. Korban tewas didata dari delapan negara hingga tanggal 23 Oktober, kata Organisasi Kesehatan Dunia itu, Sabtu (25/10).

Korban tewas dalam jumlah terbesar tersebar di tiga negara dengan epidemi paling parah di Afrika Barat, yaitu Guini, Liberia dan Sierra Leone. Ketiga negara ini mencatat 4912 kematian dari 10.114 kasus, kata WHO dalam data terbarunya.

Angka-angka keseluruhan itu termasuk wabah di Nigeria dan Senegal, yang telah dinyatakan bebas ebola. Data ini termasuk juga  kasus-kasus terisolasi di Spanyol, Amerika Serikat dan satu kasus di Mali.

Tetapi jumlah korban sebenarnya mungkin tiga kali lebih banyak: dengan faktor 1,5 kali di Guinea, 2 kali lebih banyak di Sierra Leone dan 2,5 kali lebih banyak di Liberia, sedangkan tingkat kematian diperkirakan sekitar 70 persen dari semua kasus.

Menjelaskan proyeksi ini, WHO mengatakan banyak keluarga yang menjaga orang-orang yang terinfeksi di rumah daripada menempatkan mereka di dalam ruang isolasi di pusat-pusat pengobatan, karena rumah sakit dianggap terlalu penuh. Bahkan beberapa rumah sakit telah menolak pasien karena berdesakan.

Badan PBB mengatakan, dari delapan kabupaten di Liberia dan Guinea yang berbatasan dengan Pantai Gading, ada dua wilayah yang dinyatakan masih bersih dari ebola.

WHO mengatakan 15 negara Afrika termasuk Gading Pantai beresiko tertinggi tertular virus mematikan yang datang dari luar itu.

Update : Nuruddin Lazuardi
Sumber : Aljazeera


Dewan Gereja : Wabah Ebola Adalah Hukuman Akibat Penyimpangan Seksual Warga Liberia

Sabtu, 2 Muharram 1436 H / 25 Oktober 2014 19:04 WIB

Sejumlah pendeta senior Liberia menyebut wabah virus Ebola yang cepat menyebar di negaranya disebabkan murka tuhan atas tindakan asusila warganya, seperti dikonfirmasi oleh perwakilan Dewan Gereja Liberia.

Dalam pernyataan tertulis Dewan Gereja Liberia menyatakan “wabah virus Ebola adalah sebuah bencana yang terjadi akibat penyimpangan homoseksualitas yang telah menyebar di Liberia, kita harus segera meminta maaf secepatnya kepada tuhan.”

Dewan Gereja Liberia percaya bahwa solusi untuk menghentikan penyebaran epidemi ini adalah berdiam diri dalam rumah selama 3 hari, dan mengisinya dengan berpuasa serta berdoa.

Perlu diketahui bahwa munculnya penyakit virus akibat penyelewengan fitrah manusia bukanlah pertama kalinya dalam ajaran agama kristiani, sebelumnya pada tahun 80 an seorang pendeta Amerika Serikat menyebut penyakit AIDS adalah hukuman dari tuhan akibat penyimpangan homoseksual dan lesbian. (Almasryalyoum/Ram/Eramuslim)


Wajib Berhati-hati dari Penyakit Aneh yang Belum Pernah Terjadi

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma berkata, “Pernah Rasûlullâh menghadap ke arah kami dan bersabda, ‘Akan terjadi lima bencana yang akan menimpa kalian dan Aku berlindung kepada Allâh Azza wa Jalla semoga kalian tidak mendapatinya; tidaklah kekejian (zina) menyebar di suatu negeri melainkan Allâh Azza wa Jalla akan menimpakan penyakit wabah dan thaun yang belum pernah terjadi pada umat sebelumnya; Tidaklah mereka menahan (tidak mengeluarkan) zakat malnya melainkan Allâh Azza wa Jalla akan menahan turunnya hujan dari langit, kalau bukan karena hewan ternak maka tidak akan diturunkan hujan kepada mereka; Tidaklah mereka gemar mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan ditimpa musibah paceklik, kesulitan ekonomi dan jahatnya para penguasa; Tidaklah mereka melanggar janji Allâh Azza wa Jalla dan janji Rasul-Nya melainkan Allâh Azza wa Jalla akan menguasakan atas mereka para penjajah dan merampas sebagian dari kekayaan mereka dan para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih hukum terbaik dari-Nya melainkan umatnya dirundung konflik terus menerus. [Sunan Ibnu Majah no. 4019]

(nahimunkar.com/br)

(Dibaca 706 kali, 1 untuk hari ini)