Penangkapan bandar narkoba (IST)


Edan, BNN Sebut Narkoba Banyak dari China dan Dibuat “Home Industry”

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, sulitnya pemberantasan narkoba di Indonesia karena zat atau bahan untuk pembuatan narkoba dan psikotropika dihasilkan melalui home industry, yang sebagian besar berada di China sebelum di pasarkan.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah China sendiri mengakui adanya jaringan pengedar yang menjadikan Indonesia sebagai target peredaran narkoba.

“Ini suatu permasalahan kenapa narkoba jadi sulit untuk dikendalikan, karena dibuat dengan home industry. Pemerintah China juga memberitahukan bahwa ada sejumlah barang dari negara China yang arahnya ke Indonesia,” ujar Budi Waseso, saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, (9/5).

Dalam hal ini, Buwas–panggilan akrab Budi Waseso, menyatakan, kendala lain yang dihadapi pemerintah dalam pemberantasan narkoba adalah banyaknya pintu masuk yang digunakan oleh pengedar untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah indonesia.

Narkoba yang berasal dari luar biasanya tidak langsung menuju Indonesia, tetapi dikirim terlebih dulu ke Singapura atau Malaysia sebagai tempat transit. Kemudian, diselundupkan ke Indonesia melalui banyak tempat.

“Sampai ke Indonesia serangan tidak hanya ke satu bagian, bisa pecah ke beberapa bagian. Ada yang lewat Aceh, Medan, Riau sampai ada yang lewat Kalimantan. Itu yang jadi permasalahan kita juga,” pungkas Buwas.

Sumber: suaranasional.com/11/05/2016

***

Punya Dermaga Pribadi, Warga Keturunan Tionghoa Diduga Terlibat Bisnis Haram dan Siap Kabur

by nahimunkar.com, Apr 18th, 2016

dermaga pribadi

Ilustrasi dermaga pribadi (IST)

Beberapa warga keturunan Tionghoa yang tinggal pinggir Pantai Marina dan Mutiara mempunyai dermaga pribadi. Mereka yang memiliki dermaga pribadi patut ducurigai menjalankan bisnis haram dan persiapan kabur jika terjadi kerusuhan.

“Kalau saya lihat penghuni di pinggir Pantai Marina dan Mutiara kebanyakan warga keturunan Tionghoa dan kaya-kaya. Saya setuju dengan Wagub DKI Djarot patut dicurigai mereka menjalankan bisnis haram narkoba karena tidak ada yang ngecek,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (18/4).

Menurut Muslim, keberadaan dermaga milik pribadi itu menunjukkan ada sesuatu yang disembunyikan. “Harusnya pihak Pemprov DKI memberikan teguran, keberadaan mereka seolah-olah ekslusif sendiri,” ujar Muslim.

Kata Muslim, selama ini warga keturunan Tionghoa yang menempati perumahan di pinggir Pantai Marina dan Mutiara sangat tertutup. “Mereka membentuk komunitas sendiri. Ini yang harus dibongkar,” jelas Muslim.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan keberadaan dermaga di perumahan pinggir pantai. Dermaga pribadi tersebut dianggap minim pengawasan.

“Itu harus diatur perumahan mewah di Pantai Mutiara dan Pantai Marina. Terutama keluar masuk yacht,” kata Djarot di Ancol, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Dermaga pribadi yang berada di dalam rumah itu dianggap membahayakan. Salah satunya karena tak ada aktivitas yang diketahui saat keluar masuk kapal.*/suaranasional.com/18/04/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.208 kali, 1 untuk hari ini)