sekarang, suporter dunia juga dengan terang-terangan membentangkan spanduk yang menyebut polisi sebagai pembunuh 100 lebih korban nyawa di Tragedi Kanjuruhan.

 

Di kasus KM50 ‘para oknum’ ini bisa saja merekayasa kronologi, menghancurkan bukti di lokasi, menghilangkan CCTV, membungkam para saksi, membuat drama seolah-olah ada pelaku yang tertangkap yang kemudian dibebaskan lagi karena dianggap membela diri..

 

Tapi di TRAGEDI KANJURUHAN ini ‘para oknum’ ini gak bakalan bisa lari karena disorot oleh DUNIA. 

 

Ga akan lagi ada CCTV yang hilang karena CCTV nya berasal dari segala penjuru kamera hp yang langsung tersebar kemana-mana, bukti-bukti terpampang jelas. 

 

Dan diliput oleh media internasional sekelas The New York Times. Disitu dibilang bahkan kekerasan polisi dengan brutal seperti itu belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Terakhir dijumpai di jaman rezim Suharto tahun 1998 itupun oleh Militer (bukan polisi). 

 

Dan sekarang, suporter dunia juga dengan terang-terangan membentangkan spanduk yang menyebut polisi sebagai pembunuh 100 lebih korban nyawa di Tragedi Kanjuruhan Malang Jawa Timur.

 

MORE THAN 100 PEOPLE KILLED BY THE POLICE 

(Lebih dari 100 Orang Dibunuh Oleh Polisi) 

 

Kasus Sambo masih belum selesai, sekarang terkena kasus ini lagi.. 

 

Betapa mengerikannya efek mubahalah keluarga KM 50.. 

 

Kalo sampai kasus Kanjuruhan ini gak diusut tuntas dan berakhir gak adil seperti KM50, entah berapa ratus keluarga yang terdzolimi lagi yang akan memanjatkan doa dan saya gak bisa bayangkan gimana ngerinya….

 

Bertaubatlah ‘para oknum’.. Mumpung masih diberikan kesempatan untuk bernafas di dunia.. Sadari bahwa tujuan hidup kita di dunia ini bukan lah hanya sekedar pangkat dan jabatan saja.. 🙏
🙏
🙏

 

(Aryo Pamungkas)

 

[Video – Pernyataan Mubahalah Keluarga KM50]

Jangan lupakan tragedi km50

Aamiinkanlah sumpah mubahalah ini.pic.twitter.com/9L93btz9oB

— L (@kang___L) March 7, 2021

portal-islam.id, Rabu, 05 Oktober 2022 CATATAN

(nahimunkar.org)