buku penghancur akhlaq islam

Ilustrasi: Buku Sumber-Sumber Penghancur Akhlaq Islam

 1.    American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak menonton TV sama sekali, dan anak berusia 2-6 tahun hanya menoton TV sebanyak 1-2 jam per hari. Hal ini realistis dan kebanyakan orang tua akan mengikuti rekomendasi ini jika mereka meyadari betapa media bisa mempengaruhi anak-anak mereka. Anak-anak pasti tetap bisa hidup tanpa televisi, mereka mengalami hal ini di era tahun 1950-an.

2.    Segala sesuatu telah berubah sekarang. Kita dikelilingi oleh begitu banyak media, namun demikian jumlah media yang begitu banyak membuat kita kebingungan dalam memandang persoalan dunia, berinteraksi dengan orang lain, dan bahkan sekadar menikmati saat-saat damai. Kita mungkin diberi informasi lebih, tapi itu semua mengorbankan fisik, mental, dan kesehatan sosial kita. (Catatan editor : bahkan jika informasi itu buruk maka ibarat sampah atau parasit yang akan meracuni pikiran anak-anak).

3.    Efek negatifnya bagi anak, dengan seringnya dan lamanya menonton acara TV menjadi suatu kebiasaan dapat menimbulkan obesitas. Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang menonton televisi cenderung mengalami kelebihan berat badan, dan itu bukan hanya disebabkan mereka duduk terlalu lama. Kebanyakan iklan-iklan di televisi mempromosikan makanan yang tinggi kalori, dan anak-anak menginginkan produk-produk yang dilihatnya di televisi. Daftar dampak negatif ini terus bertambah. Dampak lainnya bahwa siaran media sarat kaitannya dengan kegiatan merokok, risiko seksual, gangguan makan, dan unsur-unsur kekerasan yang dapat mempengaruhi kehidupannya kelak jika tidak mendapat pendampingan pemahaman secara bijaksana.

4.    Masalah kekerasan. Penelitian menjukkan kekerasan di media meningkatkan kegelisahan, ketakutan, dan prilaku agresif, kurang tidur, serta masalah pendidikan dan perhatian pada kalangan anak-anak. Ditambah lagi anak-anak yang dihibur dengan kekerasan dapat menjadi kurang peka dan tidak menentang saat digertak, membuat lingkungan sekolah dan tempat tinggal lebih berbahaya bagi kehidupan anak-anak.

5.    Program pendidikan di TV buat anak-anak hanya sedikit berpengaruh membantu untuk anak-anak, tapi tidak ada efek positifnya bagi anak-anak berusia di bawah 2 tahun. Otak mereka belum cukup berkembang untuk belajar dari layar. Bahkan video untuk bayi mungkin berperan terhadap keterlambatan perkembangan kognitif dan menimbulkan kerugian yang nyata.

7.    Tidak sedikit program televisi yang menyuguhkan acara anak yang merupakan hasil impor dari negara-negara Barat, yang dapat merusak fitrah keimanan anak kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Terlebih lagi, ada program acara anak yang menceritakan adanya tuhan dengan nama tertentu, seperti bernama “Tuhan” Zella (Godzila) sang penyelamat manusia dari kejahatan. Ada cerita tentang peperangan di luar angkasa; menggambarkan adanya musuh manusia di planet lain yang dapat menghancurkan bumi. Acara tersebut menggambarkan alam semesta dan kehidupan seakan-akan sebuah dongeng, jauh dari gambaran islami tentang alam semesta, kehidupan, dan manusia. Kebanyakan program acara tersebut menceritakan tentang alam semesta yang besar tanpa ada kendali dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Bila kita perhatikan program acara tersebut, kita dapat menemukan bahwa sebagian besar acara anak itu tidak sesuai dengan ajaran agama kita.

8.    Secara umum, televisi dapat membuat anak –dengan menyempatkan diri untuk menontonnya- berkepribadian negatif, menyebabkan anak menjadi bodoh, kurang peduli, kurang peka, dan dapat menyebabkan anak melakukan tindak anarkis, jauh dari sifat kasih sayang.

9.    Anak menjadi korban iklan perdagangan yang acapkali mengandung norma-norma negatif bagi para pemirsanya, seperti sifat tamak, mubadzir, saling membanggakan diri, tidak peduli suka menguasai, bertindak anarkis, dan berusaha untuk menarik perhatian lawan jenis. Banyak iklan yang menayangkan orang telanjang, padahal iklan seperti ini mendapatkan kritik di negara-negara Barat sendiri![4] Terlebih lagi iklan-iklan seperti itu menarik simpati anak untuk membeli produk yang terkadang berbahaya bagi kesehatan anak.

10.    Penayangan informasi internasional maupun nasional tentang para artis dan atlet sebagai bintang dan pahlawan, hal ini dapat mendorong anak untuk mengagumi dan mengidolakan mereka dan tidak mengetahui para bintang dan pahlawan sebenarnya, orang-orang yang terkemuka dalam sejarah, ilmu pengetahuan, dan perjuangan, khususnya di negerinya sendiri, juga dalam sejarah Islam.

11.    Para dokter ahli menilai bahwa televisi merupakan sumber bahaya bagi perilaku anak yang memiliki kecenderungan seksual. Televisi juga berperan sebagai pembangkit diri naluri seksual pada anak.

12.    Televisi dapat mencetuskan sifat anarkis (kekerasan) pada jiwa anak atau menambah kenakalan anak. Ada penelitian yang menjelaskan bahwa 70% orang tua mencela tindakan anarkis anak yang disebabkan oleh cerita-cerita dan tayangan kriminal secara brutal di televisi atau disiarkan di radio. Tayangan tentang tindakan kriminal dan brutal tersebut mendorong anak yang tidak memiliki kecenderungan bersikap anarkis untuk mencoba dan menirunya, juga dapat menambah kenakalan pada anak yang memiliki kecenderungan sikap anarkis. Anak yang sering menonton acara televisi yang mengandung unsur tindakan anarkis, kecenderngannya untuk bertingkah nakal menjadi lebih tinggi daripada anak yang tidak menontonnya.

13.    Duduk dalam waktu lama di depan televisi dapat menyebabkan bahaya di punggung, sama seperti bahayanya membawa barang berat.

14.    Berlebihan dalam mengisi muatan informasi pada susunan saraf anak dengan kondisi cahaya yang menyilaukan akan menyebabkan anak mengidap penyakit yang dikenal dengan sebutan epilepsi televisi. Penyakit itu akan menjadi bertambah parah bila anak masih sangat kecil!

15.    Televisi dapat mempersempit waktu anak untuk bermain, khususnya permainan yang melatih kemampuan daya kreativitas, dan mempersingkat waktu tidur anak. Juga berdampak negatif bagi indera pendengaran dan penglihatan anak.

16.    Sebagian besar acara televisi untuk anak-termasuk acara program pendidikan-tidak mampu mengembangkan potensi kecerdasan anak karena mayoritas acara tersebut menyuguhkan jawabab/solusi praktis. Hal ini melemahkan potensi anak untuk berpikir.

17.    Televisi dapat menjauhkan hubungan di antara individu keluarga. Sebagian keluarga ada yang tidak berkumpul bersama kecuali ketika menonton sinetron dan film. Kebersamaan seperti ini tidak mengandung unsur interaksi antarindividunya, juga membuat anak tidak leluasa dalam berbuat dan bersikap dengan kedua oran tua tercinta.

Prinsip-prinsip yang Ditawarkan untuk Menjauhkan Anak dari Bahaya Televisi

1.    Jauhkan mengizinkan anak menonton televisi lebih dari satu jam per hari. Adapun anak yan masih menyusui ASI (anak di bawah usia dua tahun), dokter menyarankan agar ketika menyusui, ibu tidak memposisikan anak berhadapan dengan televisi karena pertumbuhan fungsi otak anak masih belum sempurna.

2.    Jadikanlah apa yang ditonton anak sebagai kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkannya; perbuatan mana yang benar dan yang salah.

3.    Berikanlah kepada anak kegiatan sosial di dalam atau di luar rumah dan berikanlah hiburan pengganti.

4.    Penting sekali bagi orang tua untuk memberikan contoh kepada anak supaya tidak menonton program acara televisi yang tidak bermanfaat dan bertentangan dengan agama.

5.    Janganlah menggunakan televisi sebagai alat untuk menenangkan anak, atau untuk memberikan ganjaran atau hukuman. Menurut persaksian para ibu-yang turut menjawab angket yang disebarkan- ada di antara mereka yang menjadika tontonan televisi sebagai cara untuk memberikan ganjaran atau hukuman bagi anak!

6.    Tanamkanlah pada diri anak untuk menghargai waktu melalui ucapan dan praktik agar anak tidak menghabiskan waktu di depan televisi.

7.    Pastikanlah anak meminta izin terlebih dahulu sebelum menghidupkan televisi, tentunya setelah orang tua membatasi program acara televisi apa saja yang boleh ditonton anak dan menentukan waktu untuk menonton; selama tidak lebih dari satu jam, dan sambil duduk.

8.    Berikanlah hadiah per minggu bagi anggota keluarga yang paling jarang menonton televisi dalam seminggu.

9.    Hendaknya memperhatikan syarat-syarat kesehatan dalam menonton televisi, seperti minimal jarak antara televisi dan penonton sejauh enam kaki (l.k. dua meter), layar TV sejajar dengan pandangan mata atau di bawahnya, dan ruang tempat menonton harus terang untuk menetralisasi cahaya yang memancar dari layar televisi.

Ditulis Oleh : Syahirul Alim, SEI, S.Pd, MM.Pd/ http://al-irsyad.or.id dalam judul: “Kotak Ajaib” yang Harus Diwaspadai Setiap Orang Tua dan Keluarga.

Mukaddimah dari artikel ini tidak ditampilkan di sini.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.413 kali, 1 untuk hari ini)