ikustrasi


Banyak dari ummat Islam yang menjadikan ucapan atau pendapat guru, atau imam atau walinya bagaikan wahyu yang turun dari langit, bahkan melebihi wahyu yang telah terbukti turun dari langit.

Apapun ayat dan haditsnya dengan mudah diabaikan dan dicampakkan, kalau terbukti menyelisihi ucapan wali atau qutub timur atau selatan atau yang serupa. Dan sebaliknya apapun kata wali dan qutub timur atau barat, utara atau selatan, niscaya dipercayai tanpa perlu ditakwil apalagi ditolak.

Kadang kala saya sendiri heran, sebenarnya para wali tuh siapa ya? Apakah mereka itu lebih tinggi maqamnya dibanding para rasul dan nabi? Atau mungkin juga mereka telah disandingkan dengan Allah Ta’ala? Na’uzubillah min zalika.

Sabar Mas, baca status ini ndak usah sambil terengah-engah nafasnya. Akan lebih bijak bila anda mencoba meneladani sikap bijak seorang muslim sejati berikut ini:

Sahabat Ibnu Abbas menuturkan :

يُوْشِكُ أَنْ تَنْزِلَ عَلَيْكُم حِجَارَةٌ مِنَ السَّمَاءِ، أَقُولُ: قَالَ رَسُوْلُ الله صلى اله عليه وسلم، وَتَقُوْلُوْنَ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ

Hampir-hampir diturunkan atas kalian bebatuan dari langit, aku katakan kepada kalian sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kalian membantahnya dengan perkataan Abu Bakar dan Umar”.

Imam Ahmad bin Hambal menuturkan :”Aku sangat heran terhadap orang-orang yang mengetahui sanad dan keabsahannya, akan tetapi mereka malah memilih pendapat Sufyan, padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah merasa takut orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasulullah) akan ditimpa fitnah, atau ditimpa azab yang pedih” (Surat An Nur 63), Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan fitnah disini? Maksud fitnah disini adalah syirik, karena mungkin saja bila ia menolak sebagian sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan terbetik di hatinya suatu kesesatan, sehingga ia binasa”.

Setahu saya, di alam kubur kelak kita tuh ndak ditanya: ikut qutub timur, atau barat atau selatan atau utara. atau sulthanul auliya’ syeikh abdul Qadir Al Jailany atau lainnya, namun yang ditanyakan tuh 3 hal:
1. Siapa Tuhan-mu?
2. Siapa nabimu?
3. Apa agamamu?

Jadi woles aja kali, cukup baca syahadatain, belajar Al Qur’an dan As Sunnah dengan benar, walau ndak kenal sama sulthanul auliya’ atau lainnya.


Dr Muhammad Arifin Badri

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 17.615 kali, 1 untuk hari ini)