• Buntut Postingan Dianggap Hoax, Tagar #TangkapEkoKuntadhi Bergema di Media Sosial
  • Tak hanya itu, sejumlah warganet bahkan mencolek Twitter Kapolri Sigit Sulistyo supaya diganjar tindakan tegas atas unggahan Eko Kuntadhi.
  • “Demi bisa makan bikin hoax pun @_ekokuntadhi lakukan. Pak Kapolri @ListyoSigitP buktikan jika hukum tidak tebang pilih,” Ujar @Saru***, ditutip Hops.ID pada Sabtu, 21 Mei 2022.
  • “Hoax,,semoga yang namanya Eko Kuntadhi bisa segera di polisikan,,,amin,” ucap @Moehammadfac***.

     

Foto/ytb

Eko Kuntadhi baru-baru ini dicecar warganet akibat membagikan berita yang diduga hoax soal kabar Ustaz Abdul Somad atau UAS ditolak di Madura.

 

Warganet serempak menuliskan hastag #TangkapEkoKuntadhi di jejaring media sosial Twitter hingga trending di Twitter dengan tagar ‘Hoax’ soal kabar UAS ditolak di Madura

 

Warganet kompak menyebut Eko Kuntadhi diduga telah dengan sengaja menyebar berita hoax soal UAS ditolak di Madura.

 

Tak hanya itu, sejumlah warganet bahkan mencolek Twitter Kapolri Sigit Sulistyo supaya diganjar tindakan tegas atas unggahan Eko Kuntadhi.

 

“Demi bisa makan bikin hoax pun @_ekokuntadhi lakukan. Pak Kapolri @ListyoSigitP buktikan jika hukum tidak tebang pilih,” Ujar @Saru***, ditutip Hops.ID pada Sabtu, 21 Mei 2022.

 

“Hoax,,semoga yang namanya Eko Kuntadhi bisa segera di polisikan,,,amin,” ucap @Moehammadfac***.

 

Sedangkan warganet lainnya menilai, tidak seharusnya Eko Kuntadhi membagikan kabar berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dijelaskan juga, orang boleh membenci kepada siapa pun, asal menghindari membagikan kabar-kabar burung.

 

“Benci boleh bodoh jangan kau sebar hoax terus, katanya UAS ini ngak di terima di Madura pakek kacamata yang tebal biar ngak rabun, bener” tukang hoax  @_ekokuntadhi nich lihat vidio UAS di Madura,” tegas @CutSari*** sembari bagikan poto UAS ditonton ribuan jamaah.

 

Diketahui, sebelumnya Eko Kuntadhi membagikan tangkapan layar portal berita yang berjudul “Hari ini ratusan santri bakal gelar aksi tolak kedatangan Ustaz Abdul Somad di Madura”.

 

Eko Kuntadhi sambil menuliskan caption “Madura gak mau kalah dengan Singapura,”di laman twitternya.

 

Namun kabar burung itu dibantah setelah diketahui massa aksi tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali di area aksi.

 

Bahkan berdasarkan keterangan Polres setempat, membenarkan bahwa tidak ada satupun massa aksi berkumpul di titik aksi yang sudah ditentukan.

 

“Surat aksi masuk ke polres tanggal 18 Mei. Polres Sumenep sudah menyiapkan pengamanan dengan melibatkan personil 116 orang, tetapi batal,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti pada  Hops.ID melalui pesan WhatsApp.

 

Seperti diketahui, Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan menghadiri acara ceramah di Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

 

UAS dijadwalkan berceramah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduen Sumenep dan Masjid Nur Muhammad.

 

Namun sejumlah massa atas nama Gerakan Santri Madura terdengar akan menggelar aksi penolakan atas kedatangan UAS di Madura.

 

Penolakan UAS didasari lantaran dipandang menyebarkan paham radikal dan intoleran.***

 

Sumber: hops

Foto: Eko Kuntadhi/Net

oposisicerdas.com, Sabtu, Mei 21, 2022 Hukum

 

***

 

 

Buntut Postingan Dianggap Hoax, Tagar #TangkapEkoKuntadhi Bergema di Media Sosial

“Madura gak mau kalah dengan singaoura,” kata Eko di akun Twitternya itu seraya memposting tangkapan layar sebuah berita berjudul “Hari Ini, Ratusan Santri Bakal Gelar Aksi Tolak Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Madura”, tetapi tidak jelas berita itu bersumber dari media online yang mana.

“Singapura, Swiss, Belanda, Timor Leste menolak Somad. Madura, UGM, Kudus, Bali juga menolak Somad. Orang normal akan melihat itu sebagai bahan instrospeksi diri. Orang sombong berraksi mencerca seluruh dunia yang salah. Dirinyalah yang paling benar,” kata Eko pada cuitan yang lain di akun Twitter-nya. 

Cuitan Eko itu dianggap hoax, karena ketika UAS tiba di Masjid Nur Muhammad dan Pondok Pesantren Al Amen, Prenduan, Sumenep, Madura, Jumat (20/5/2022), aksi unjuk rasa menolak kedatangannya ternyata tak ada. Bahkan alih-alih didemo, kedatangan UAS justru disambut ribuan umat Islam di Madura, dan ceramahnya juga dihadiri ribuan orang.

“Lapor pak Kapolri @ListyoSigitP ada yang sebar hoax dan pemecah belah persatuan Bangsa nih pak. #TangkapEkoKuntadhi #TangkapEkoKuntadhi,” kata @panglima_z seperti dikutip Sabtu (21/5/2022).

“#TangkapEkoKuntadi #TangkapEkoKuntadhi Hoax Bikin Gaduh Negeri Sendiri,” kata @Hmmurahmurahhm2.

“#TangkapEkoKuntadi #TangkapEkoKuntadhi. Kalo kaga dikandangin bisa mati di jalan nih orang,” @MasBejo98u mengingatkan 
 

Editor : Miftahudin

Tim Liputan

.

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:53 WIB