Ekonomi China Diambang Kehancuran Akibat Virus Corona, Kota Shanghai Kosong Melompong

[Video – Shanghai streets filmed empty as city on lockdown over coronavirus]

 https://youtu.be/lcmVlZeqsfo

 

 




Shanghai adalah kota terbesar Republik Rakyat China (RRC) dan terletak di tepi delta Changjiang. Perkembangan kota ini dalam beberapa dekade terakhir telah membuatnya menjadi pusat ekonomi, perdagangan, finansial dan komunikasi terpenting Tiongkok.

Shanghai juga merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, bersama dengan Singapura dan Rotterdam.

Shanghai berjarak 838 km dari kota Wuhan tempat asal virus corona yang hingga Senin (3/2/2020) telah menewaskan setidaknya 361 orang, menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina. Dengan jumlah total yang terinfeksi virus corona di Cina menjadi 17.205 orang.

Sebuah video yang diposting media ternama Jerman RUPTLY memperlihatkan Jalan-jalan Shanghai kosong sebagai kota yang dikunci karena coronavirus.

Rekaman seluler yang difilmkan menunjukkan jalan-jalan sepi di Shanghai, sebuah kota Cina yang dihuni 24 juta penduduk. Itu salah satu kota yang dikunci karena pecahnya coronavirus.

Selain korban manusia, virus corona juga telah menghantam ekonomi China.

Virus Corona Berpotensi Rugikan China Hingga 60 Miliar Dollar AS

Dilansir Kompas, Ahad (2/2/2020) satu media pemerintah China dan beberapa ekonom menilai pertumbuhan ekonomi China bisa terpangkas hingga 2 persen kuartal ini lantaran wabah virus tersebut.

Sebab, keberadaan virus tersebut telah membuat sebagian besar aktifitas ekonomi di negara tersebut terhenti. Di kuartal pertama tahun ini, China bisa jadi kehilangan momentum pertumbuhan hingga 62 miliar dollar AS.

Salah satunya bisa terlihat di kota Shanghai yang seakan menjadi kota lumpuh akibat virus corona. Padahal Shanghai merupakan pusat ekonomi, perdagangan, finansial dan komunikasi terpenting Tiongkok.

[Video]

*Ekonomi China diambang kehancuran, kota Shanghai kosong melompong…*

*Betapa mudahnya* bagi *Allah Azza Wa Jalla* menghancurkan kesombongan… 

Rupanya manusia-manusia zaman now tidak mau belajar dari sejarah Firaun dan Namrud@zulhendribasri2 @fahiraidris @prabowo#viruspic.twitter.com/wLqX3OpiAk

— Cinta ISLAM & NKRI?? (@AntonPr12594871) February 3, 2020

[portal-islam.id] Selasa, 04 Februari 2020

 

***

Kezaliman China atas Umat Islam Uighur di Xinjiang

Kezaliman China atas Umat Islam Uighur di Xinjiang sampai melarang shalat, memenjarakan bahkan Muslimin dipaksa makan daging babi dan minum khamr yang sangat diharamkan Islam, kini China mulai kena azab virus corona dari kelelawar hingga mayat2 bergelimpangan dan menjadi musibah besar, china kewalahan, dan dianggap oleh warganya sebagai berbohong mengenai jumlah banyaknya korban. hati2, itu akibat chinaisasi Islam agar sesuai dengan komunis, bagaimana pula dengan yang merekayasa Islam jadi Islam Nusantara? dan bagaimana pula yang ikut andil menyakiti delegasi Muslim Uighur dengan menolak kehadiran delegasinya? dikhawatirkan, akan kebagian azabnya juga. 
https://www.nahimunkar.org/jokowi-pernah-menolak-kedatangan-delegasi-muslim-uighur-yang-dizalimi-china/

 

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Video

https://twitter.com/putrabanten80/status/1112885937225138176

Inilah beritanya.

***

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019 07:00 WIB

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.


“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.


DEWO.PB@putrabanten80

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?



Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

[rm]/ www.eramuslim.com

***

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

***

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015

by Nahimunkarcom


Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

Aceh Singkil  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

***

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 ] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 69.496 kali, 1 untuk hari ini)