Ilustrasi dari kiri Rommy, Jokowi, Lukman/ foto SuratKabar.id


RMOL. Tingkat elektabilitas Joko Widodo-Maruf Amin yang terus tergerus disebabkan dua masalah utama. Yakni terkait kinerja Jokowi di pemerintahan, dan pencitraan yang tidak layak lagi dijual. Kalau Di Survei Menang, Seharusnya Kubu 01 Tidak Panik

Pengamat politik, Bin Firman Tresnadi menjelaskan, terkait kinerja pada masa pemerintahannya, tidak sedikit masyarakat yang menganggap Jokowi telah gagal dalam membuat kebijakan-kebijakan atas persoalan ekonomi dan hukum.

“Salah satunya kriminalisasi terhadap para pengkritiknya. Infrastruktur yang menjadi andalan dalam pembangunan Jokowi dianggap rakyat tak juga mendorong bangkitnya ekonomi, yang ada justru rakyat semakin terpinggirkan,” katanya dia kepada redaksi, Kamis (21/3).

Adapun pencitraan atau gimmick politik yang selama ini menjadi andalan Jokowi, kini sudah tidak laku lagi.

“Rakyat sadar “gimmick Jokowi”, Jokowi merakyat, Jokowi orang baik dan sebagainya tidak mampu merubah nasib rakyat menjadi lebih baik di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat,” tutup Bin Firman.

Litbang Kompas merilis hasi survei Pilpres 2019 terbaru. Hasilnya, elektabilitas paslon 01 Jokowi-Maruf dan paslon 02 Prabowo-Sandi tidak terpaut jauh. Yaitu 49,2 persen dan 37,4 persen.

Editor: Ruslan Tambak/politik.rmol.co Kamis, 21 Maret 2019, 11:12 Wib |

Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

***

Kalau Di Survei Menang, Seharusnya Kubu 01 Tidak Panik

Rilis survei Indobarometer/Net

RMOL. Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Indobarometer yang memenangkan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin diragukan.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai hasil survei ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ditemui di lapangan.

Dalam survei Indobarometer, pasangan Jokowi-Maruf memiliki elektabilitas 50,2 persen, sedang Prabowo-Sandi jauh berada di bawah dengan 28,9 persen.

Bagi Jurubicara BPN, Andre Rosiade, hasil itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Sebab, lingkaran capres petahana tidak mencerminkan perilaku layaknya pemenang pilpres.

“Kalau kita baca kesimpulannya kan Pak Jokowi pasti menang. Seharusnya kalau sudah pasti menang tercermin tata perilaku dari Pak Jokowi dan para pendukungnya,” katanya dalam konferensi pers rilis survei Indobarometer di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Perilaku yang dimaksud politisi Gerinda ini adalah kubu 01 beserta para menteri kabinet seakan menunjukkan bahwa mereka masih panik dan takut kalah.”Contoh rencana

Mendagri ngumpulin 80 ribu kepala desa, disuruh membiayai akomodasinya sendiri. Ini kan luar biasa. Kalau akan menang kan tidak mungkin ya akan melakukan hal yang tidak etis elok,” ujarnya./politik.rmol.co Editor: Widian Vebriyanto

(nahimunkar.org)

(Dibaca 174 kali, 1 untuk hari ini)