Elit PBNU, Nusron Wahid (kiri) Said Aqil Siradj (kanan)/ foto voaislam


Inilah beritanya.

***

Anggap Pancasila Lebih Tinggi Dari Al Qur’an, Ulama Madura Kecam Nusron Wahid

Thu 10 Maret 2016

Buchori Maksum

Ketua MUI Kabupaten Sampang KH. Buchori Maksum

NUGarisLurus.Com – Membaca berita terbaru NUGarisLurus.Com tentang pernyataan keterlaluan ketua PBNU Nusron Wahid, Ketua MUI Kabupaten Sampang KH. Buchori Maksum geram.

Menurut Kiai Bukhori orang yang menganggap Pancasila lebih tinggi dari Al Qur’an adalah orang gila dan sesat.

“Tidak menganggap pancasila lebih tinggi dari Al Qur’an kecuali orang gila dan sesat, “tegas Kiai Buchori, Kamis 10 Maret 2016.

Senada dengan pernyataan Kiai Buchori, ulama Madura yang juga ketua PP GP Ansor garis lurus KH. Jakfar Shodiq mengaku sangat prihatin dengan statement pernyataan dari para oknum elit PBNU seperti Nusron Wahid.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Sampang KH. Mahrus Malik mengkritik Nusron Wahid agar tidak serampangan mengeluarkan pernyataan.

“Janganlah Nusron Wahid merusak aqidah ummat. Jangan ummat dibikin bimbang dan sesat. Hati -hati bikin statement, tutupnya./ nugarislurus.com/2016/03

***

Nabi saw khawatir adanya pemimpin-pemimpin yang menyesatkan

 Ada peringatan yang datangnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan’.” (H.R Ahmad, rijalnya tsiqot–terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Siapakah imam-imam yang menyesatkan (aimmah mudhillin) itu?

Imam Al-Munawi dalam kitabnya, At-Taisir bisyarhil Jami’is Shaghir menjelaskan, Imam-imam yang menyesatkan (al-Aimmah al-mudhillin) artinya seburuk-buruk pemimpin, yang menyimpang dari kebenaran dan menyelewengkan kebenaran. (Al-Munawi, At-Taisir bisyarhil Jami’is Shaghir juz 2 halaman 728).

Sementara itu Al-Mubarokafuri menjelaskan, Imam-imam yang menyesatkan, artinya penyeru-penyeru kepada bid’ah-bid’ah, kefasikan (pelanggaran-pelanggaran) dan fujur (kejahatan-kejahatan). (Al-Mubarokafuri, Tuhfatul Ahwadzi, syarah Jami’ At-Tirmidzi juz 6 halaman 401).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.396 kali, 1 untuk hari ini)