Ngelus dhadha, buruh Menyesal pileh Jokowi

“Sakwene iki, Jokowi-JK mung menehi janji-janji manis marang buruh. dadine buruh mung bisa ngelus dhadha amarga jebule janji kuwi ora ana buktine.”

(Ini Bahasa Jawa. Bagian bawah Bahasa Indonesia)

JAKARTA – buruh ngelus dhadha lan menyesal mileh Jokowi nang pilpres 2014 kepungkur. Kekecewaan lan penyesalan para buruh muncul amarga kebijakanpamerentah Jokowi munggahake rega bahan bakar minyak (BBM).

Nang pamilehan presiden (pilpres) taun wingi, buruh klebu elemen sing mendukungJokowi-JK.
Presiden Konfederasi Serikat buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofirngomongke, mayoritas buruh anyak menyesal ndukung Jokowi nangpilpres 2014 wingi.
manut dekne, sacacah program lan janjine Jokowi-JK kanggo kesejahteraan rakyat,klebu kanggo para buruh ora ana siji-sijia sing diwujudke. Bahkan, pamerentah uga tegamunggahake rega BBM tanpa tau milang lan metung kerekasan urip sing dialami para buruh.
“Sakwene iki, Jokowi-JK mung menehijanji-janjimanis marang buruh. dadine buruh mung bisa ngelus dhadha amarga jebulejanji kuwi ora ana buktine,” turene.

***

Bahasa Indonesia:

Elus Dada, Buruh Menyesal Pilih Jokowi

 

JAKARTA – Buruh elus dada dan menyesal memilih Jokowi pada pilpres 2014 lalu. Kekecewan dan penyesalan para buruh muncul karena  kebijakan pemerintah Jokowi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pada pemilihan presiden (pilpres) tahun lalu, buruh termasuk elemen yang mendukung Jokowi-JK.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir mengatakan, mayoritas buruh mulai menye­sel mendukung Jokowi pada pilpres 2014 lalu.

Menurutnya, sejumlah program dan janji Jokowi-JK untuk kesejahteraan rakyat, termasuk untuk para bu­ruh tidak satu pun diwujudkan. Bahkan, pemerintah juga tega menaikkan harga BBM tanpa pernah menghitung dan mem­pertimbangkan kesulitan hidup yang dialami para buruh.

“Sejauh ini, Jokowi-JK hanya memberikan janji-janji manis kepada buruh. Sehingga bu­ruh hanya bisa mengelus dada karena ternyata janji itu tidak terbukti,” katanya.

Beberapa janji yang pernah dilontarkan Jokowi-JK untuk buruh, papar Mudhofir, antara lain akan membangun rumah bagi para buruh dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) murah untuk buruh. Namun, itu pun baru sebatas janji.

“Yang paling men­desak saat ini untuk buruh, ada­lah perlunya subsidi langsung kepada buruh akibat kenaikan harga BBM itu,” janjinya.

Meski sudah tiga kali menaikkan harga BBM, dikatakan Mudhofir, buruh tidak pernah mendapatkan kompensasi apapun, baik berupa uang, beras, kesehatan, pendidi­kan.

“Tidak ada kompensasi apapun kepada buruh. Seharusnya ada, seperti yang diberikan kepada masyarakat miskin lainnya semi­sal Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia PIntar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KSS). Itu tidak ada,” janjinya.

Mudhofir mengingatkan, kaum buruh memiliki saham atas keter­pilihan Jokowi-JK pada pilpres 2014. Para buruh, kata dia, telah memberikan suaranya untuk me­menangkan Jokowi-JK.

“Ingat, buruh punya konstribusi yang san­gat besar terhadap perekonomian bangsa. Nah, saat ini, yang sangat dibutuhkan buruh segera adalah mendapatkan upah UMK (upah minimum kota) atau UMP (upah minimum propinsi) yang layak,” janjinya.

(rmol/one)POJOKSATU.id,Minggu, 05 April 2015 08:22 WIB

(nahimunkar.com)