Fachrul Razi Menteri Agama Pentolan Tim Bravo-5 Jokowi

 

Jenderal Purn. Fachrul Razi, Menteri Agama (antara foto/Puspa Perwitasari)

 

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Jenderal TNI Purnawirawan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Sebelum diumumkan dan dilantik, Fachrul termasuk tokoh yang dipanggil ke Istana Negara pada Selasa (22/10). Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Fachrul mengaku ditelepon Senin (21/10) pukul 22.00 WIB dan diminta datang bertemu Jokowi.

Fachrul selama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabat pada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri.


Jabatannya sebagai wakil panglima saat itu tak berlangsung lama lantaran diberhentikan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui Keputusan Presiden terkait penghapusan jabatan wakil panglima. Hingga saat ini jabatan wakil panglima pun ditiadakan./

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 10:29 WIB

 

***

Fachrul Razi, Purnawirawan Jenderal yang Kini Menteri Agama

Posisi jabatan menteri Agama kini diisi dari kalangan militer yaitu Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi yang menggantikan Lukman Hakim Saifuddin. Sebelumnya dalam sejarah, menteri Agama hampir selalu diduduki oleh kalangan sipil dari tokoh agama, baik dari Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah.

Fachrul ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai menteri Agama pada Kabinet Indonesia Maju, Rabu, 23 Oktober 2019. Fachrul lahir di Banda Aceh, Aceh Darussalam, pada 26 Juli 1947.

Ia adalah salah satu tokoh militer Indonesia. Dia juga merupakan lulusan Akademi Militer 1970 yang berpengalaman dalam bidang infanteri.

Berbagai jabatan di TNI pernah didudukinya, mulai dari komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad, wakil Asisten Operasi KSAD, kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana, gubernur Akademi Militer (1996-1997), Asisten Operasi Kasum ABRI (1997-1998), kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), sekretaris jenderal Departemen Pertahanan (1999), dan wakil panglima TNI (1999-2000).

Ketika berkarier di TNI, ternyata Jenderal Fachrul Razi pernah merekomendasikan pemberhentian Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, Prabowo Subianto. Pada 14 Juli 1998, panglima ABRI membentuk sebuah Dewan Kehormatan Perwira yang diketuai oleh Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo dan dianggotai oleh enam orang letnan jenderal.

Saat itu, Fachrul menjabat sebagai wakil ketua, Djamari Chaniago, sekretaris, Arie J. Kumaat, Agum Gumelar, Susilo Bambang Yudhoyono; dan Yusuf Kartanegara, sebagai anggota.

Dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum 2019, Fachrul menjadi ketua Tim Bravo 5, organisasi relawan bentukan Luhut Binsar Pandjaitan yang mendukung Jokowi. Mereka akhirnya ikut memenangkan persaingan melawan Prabowo Subianto.

VIVAnews Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:55 WIB


(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.080 kali, 2 untuk hari ini)