JAKARTA (voa-islam.com)- Ketika para pejuang bersiap hadapi agresi militer Belanda ke-2, PKI justeru nusuk dari belakang dengan kudeta 18 Sep 1948. PKI menurut Fadli Zon memang pengkhianat bangsa. Argumentasi mereka yang pro PKI 1948 selalu bilang ini soal Perang Dingin.

Yang jadi sasaran fitnah mereka adalah Bung Hatta yang nyebarkan teror putih. Musso dengan arogan bilang ke Soekarno dan Hatta akan luruskan jalan baru revolusi Indonesia dengan komunisme. Makanya memberontak tahun 1948,” ceritanya, melalui akun media sosial, Twitter pribadi miliknya, Jum’at (22/09/2017).

Andil PKI dalam Proklamasi 17 Agustus 1945 menurut politisi Gerindra ini hampir tida ada. PKI dulu menyebut Proklamasi sebagai revolusi 1945 yang gagal. “Makanya buat kudeta 1948. Karena revolusi adalah doktrin komunisme, tahun 1965 dicoba diulang lagi seperti th 1948.

PKI kudeta pemerintahan yang sah dan bentuk Dewan Revolusi. Dewan Revolusi diawali dengan pembunuhan para Jenderal. Karena musuh utama PKI adalah TNI.”

Wakil Ketua DPR RI juga menyebutkan bahwa musuh PKI lainnya adalah Islam, para Kyai dan ulama. PKI harus lumpuhkan dulu TNI baru hadapi Islam. Prolog kudeta PKI 1965 adalah provokasi di beberapa daerah, termasuk mau bubarkan ormas Islam.

“Ormas-ormas Islam dituduh kontrarevolusioner khususnya yang mau diganyang PKI adalah HMI. Dimana-mana Pemuda Rakyat dan CGMI mau ganyang HMI. Kudeta PKI gagal krn TNI melawan didukung umat Islam. Banser NU dipimpin KH Yusuf Hasyim, omnya Gus Dur, salah satu yang paling ditakuti PKI.”

KH Yusuf Hasyim, termasuk tokoh paling anti PKI hingga akhir hayatnya. Seorang ulama yang berani, sadar sejarah, konsisten tanpa tedeng aling-aling. Mayjen Suharto, panglima Kostrad, tokoh TNI yang berani bersikap dan mengambil peran besar.

Tanpa Suharto mungkin RI sudah jadi komunis waktu itu. Dari dua kudeta 1948 dan 1965, wajar kalau PKI terlarang sebagai organisasi dan partai. Dialah musuh utama Pancasila sesungguhnya.”

Menurutnya, PKI adalah musuh NKRI. Seperti halnya NAZI yang sampai sekarang terlarang di Jerman, sudah pantas PKI tetap terlarang di bumi Indonesia. “PKI adalah pengkhianat bangsa.” (Robi/voa-islam.com)

(nahimunkar.org)