Masjid Salamah Cibubur Jakarta Timur. Masjid dengan nama ibu kandung P Muslimin Siregar ini

dibangun agar menjadi amal jariyah untuk ibu dan bapaknya.


Jakarta – Dengan sangat terharu Ir. H. Muslimin Siregar MM didampingi istri  Hj. Nurjannah Harahap, menandatangani prasasti peresmian Masjid Salamah di tengah kampus Sekolah Al Jannah, Jalan Jambore 4  Cibubur Jakarta Timur, 13 Shafar 1437H/ 25 November 2015.

Ikut mendampingi penandatanganan ini sejumlah ulama dan ustaz, antara lain : KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan Perguruan Islam As-Syafiiyah), KH. Syuhada Bahri, Lc (Pimpinan Dewan Dakwah), KH. Achmad Cholil Ridwan, Lc (Pengasuh Pesantren Husnayain), H.Mashadi (mantan anggota DPR-PKS), Ir. Joserizal Geneng (LPISAT  Tri Sakti), Drs. Zainal Abidin Urra (aktifis KAHMI-HMI), KH. Dr. Ahmad Annuri MA (pakar Alquran dan Imam Masjid Al Furqan Dewan Dakwah), Ustaz H. Oma Rahmad Rasyid (Dai Betawi), Ustaz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz (Pemred Nahimunkar.com), Aru Syef Assadullah (Pemred Tabloid Suara Islam) dan KH. M. Al Khathath (Sekjen Forum Umat Islam).

Sebelumnya Muslimin Siregar dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dengan menangis, telah berhasil menyelesaikan masjid dengan nama ibu kandungnya Salamah dan dipersembahkan untuk ibu dan bapaknya agar menjadi amal jariyah.

Tampak hadir dalam peresmian masjid Salamah ini putra-putri siswa Al Jannah yang hari itu didampingi ibu-bapak guru. Pagi itu mereka baru saja mengikuti acara Hari Guru Indonesia yang ke-70.

Para orang tua murid pun diundang pada peresmian dan sangat antusias memberi ucapan selamat dengan menyalami Muslimin Siregar dan istri.

Tatkala Wakil Ketua DPR Fadli Zon SS, MS.c usai memberikan sambutannya, para orang tua dan para guru berebut menyalaminya. Fadli Zon dalam sambutannya menyatakan sangat kagum dengan bangunan megah Masjid Salamah. Lingkungan Perguruan Islam Al Jannah yang didirikan Muslimin Siregar, sejak lama sudah ia kenal. Dulu Fadli mengaku sering hadir di Al Jannah saat masih berupa kebon dan sering digelar pengajian-pengajian para remaja (pesantren kilat). Fadli juga mengaku sudah mengenal Muslimin Siregar tatkala masih menjabat Kadolog Jawa Tengah (1999) dan ia mengunjungi rumahnya di  Semarang.

Terhadap beberapa wartawan TV yang mewawancarai, Fadli menyampaikan rasa bangga dengan kehadiran Masjid Salamah juga perguruan Al-Jannah ini di kawasan Cibubur. Dalam sambutannya Fadli mengaku dirinya adalah warga Cibubur dan tetangga dekat dengan Masjid Salamah. Karena itu ia berharap kehadiran Masjid Salamah itu bisa memakmurkan Islam di kawasan Cibubur.

Drs Tasrifin Karim, Ketua Bidang Pengajaran Islam Al Jannah yang juga mantan Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pusat membacakan detail catatan perjalanan pembangunan Masjid Salamah. Dikatakan, sepanjang lima tahun penuh perjuangan dan akhirnya hari ini berhasil diresmikan. Menurut Tasrifin ornamen-ornamen masjid sengaja dipilih misalnya menggurat Asmaul Husna, di pintu-pintu kaca berwarna yang indah. Biaya keseluruhan Masjid Salamah mencapai Rp 7,5 milyar.

Sementara itu KH. Abdul Rasyid dalam sambutannya sangat terkesan dengan pembangunan Masjid Salamah dan berhasrat ingin mencontohnya. Karena, Pimpinan Perguruan Islam As Syafiiyah ini juga memimpin Pesantren Al Quran KH. Abdullah Syafii di Pulo Air Sukabumi, dan kini tengah dirancang kelak dibangun masjid utama yang besar di tengah kompleks pesantren yang kaya mata air (hingga dinamai Pulau Air di Sukabumi itu), dengan luas areal pesantren mencapai 33 hektar.

Kyai Rasyid sempat meninjau di basement masjid Salamah Cibubur yang dibangun kamar-kamar berfungsi untuk i’tikaf, juga ruangan serbaguna yang luas.

KH. Syuhada Bahri dalam pidato taushiyahnya yang panjang mengingatkan betapa kehadiran Masjid Salamah ini  menjadi cita-cita puncak atau pamungkas  Pak Muslimin Siregar dan Ibu. Syuhada mengingatkan pada tahun 1990-an tempat ini hanya terdapat mushalla namun dianggap tempat favourit untuk pengajian para remaja Islam.

“Jika waktu itu pengajian-pengajian, sekaligus diikuti pula ratusan nyamuk, sehingga kita tak henti-henti memukul nyamuk, kini tempat ini sudah sangat megah, sebuah masjid modern,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Dakwah (2010-2015) ini bersama para Sahabat Pak Muslimin sejak puluhan tahun yang lalu sudah acapkali membincangkan kemungkinan tempat dengan inti bangunan mushalla kebon itu, bisa diwujudkan menjadi tempat dakwah dan pengembangan Islam.

“Dan alhamdiulillah hampir limabelas tahun terakhir tempat ini sudah diwujudkan menjadi kampus perguruan Islam yang representatif, kini dilengkapi masjidnya yang megah. Jumlah murid putra-putri dari tingkat TK, SD s/d SMP Islam mencapai 1200 murid dengan guru dan karyawan mencapai hampir 300 orang.

Dengan julukan Islamic Nature Science, Al Jannah insya Allah dengan gemilang akan merengkuh masa depannya bagi generasi Islam yang akan datang,” ujar Syuhada Bahri menutup tausyiahnya.

rep: shaza hanifah/ si online, Rabu, 25/11/2015 19:48:35

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.410 kali, 1 untuk hari ini)