Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2016)


Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyoroti soal bertambahnya utang luar negeri yang mencapai 3.799 triliun selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Fadli mengatakan, banyaknya utang pemerintah di era ini sudah bisa dimasukkan ke rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Menurut saya utang pemerintahan Jokowi ini harusnya didaftarkan ke MURI sebagai pencapaian utang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Fadli Zon di gedung DPR, Kamis (19/10) malam.

Politikus Gerindra ini menambahkan, jika untuk membayar bunga dan pokok utang saja sudah cukup tinggi, berapa sisa uang untuk membangun.

Bahkan, kata pria kelahiran Jakarta 46 tahun yang lalu ini, utang akan terus bertambah seandainya pemerintah terus berambisi membangun infrastruktur.

Fadli pun menyesalkan, ada sejumlah proyek yang mestinya bisa dibiayai swasta, tapi dipaksakan menggunakan penyertaan modal negara (PMN).

“Menurut saya itu menggerogoti anggaran. Padahal, anggaran harusnya difokuskan pada pembangunan manusia bukannya pembangunan infrastruktur,” ujar dia.

Selain itu Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra ini mengkritisi tujuan digebernya sejumlah proyek infrastruktur oleh Jokowi.

“Dibuat untuk kepentingan siapa?” kata Fadli.

Pasalnya, kata Fadli, kalau infrastruktur pertanian maka yang seharusnya diuntungkan petani. Nah, kalau pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, siapa yang diuntungkan?

“Itu kan digunakan untuk kendaraan dari industri otomotif Jepang, Korea. Memang kita ada mobil nasional? Mobil Esemka saja tdak jelas. Inden mungkin 20 tahun lagi keluarnya,” kata dia.

Sumber : jurnalpolitik.id

(nahimunkar.org)