JAKARTA (voa-islam.com) – Faisal Assegaf Ketua Progres 98 mengajak untuk menginap kembali di Gedung KPK Senin sore (25/8).
Hal ini dilakukan karena menurut narasumber Progres 98 bahwa para komisioner KPK bekerja dan membuat keputusan serta kebijakan itu ditetapkan pada waktu malam, “Menurut informasi, para Komisioner KPK ini bekerja di waktu malam, mereka membuat keputusannya di waktu malam…” seraya mengajak Sri Bintang, Ali Muchtar Ngabalin dan pemuda Progres 98 untuk ikut aksi menginap di KPK Senin sore mendatang.
Mengapa melakukan aksi menginap di KPK? Faizal yang merupakan Ketua Progres 98 ini beralasan “Tujuannya adalah kita inginkan dari lima komisioner KPK agar terbuka kepada publik, apakah kasus yang kita ajukan ini ditangani apa tidak? Jangan pilih kasih, jangan tebang pilih, jangan karena ada intervensi dari pihak-pihak terkait seolah-olah Megawati dan Jokowi ini dalam posisi kebal hukum.” ungkapnya dalam acara diskusi Progres 98 ‘Konsolidasi Kebangsaan di Gallery Cafe Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta, Jumat Petang (22/8/14).

“Kita inginkan bahwa seluruh rakyat Indonesia tidak ada yang kebal hukum, seperti yang diungkapkan Presiden SBY bahwa tidak ada yang kebal hukum di Indonesia itu tidak menjadi basa basi,” pesannya kepada para undangan.

Kita inginkan lima kasus Jokowi Mega ini tuntas dan telah bergulir ke ruang publik, Progres 98 mendesak sebagai berikut:
(1) Kasus tiga rekening gratifikasi Jokowi.
(2) Kasus korupsi 12,4 miliar APBD Solo saat Jokowi menjabat selaku Walikota.
(3) Kasus Bus Trans Jakarta Jokowi senilai 1,5 triliun.
(4) Kasus rekening siluman Jokowi di luar negeri senilai US$ 8 juta.
(5) Kasus (SKL) Release and Discharge BLBI yang melibatkan mantan presiden Megawati Soekarnoputri.

Koalisi Merah Putih harus All Out, Tidak Boleh Ada Pelantikan Presiden Sampai Jokowi Bebas Dari Korupsi

Tak hanya itu, Progres 98 mengusulkan kepada Prof Marwah Daud Ibrahim dari Koalisi Merah Putih, “Saya pikir Koalisi (Merah Putih) nanti di parlemen harus berani mengambil langkah All Out, sebelum Jokowi dipastikan terbebas dari kasus korupsi jangan dilantik dulu (menjadi Presiden)” tegas Faizal Assegaf.

Faizal kembali berpesan kepada para undangan yang hadir, aktivis, wartawan dan perwakilan Koalisi Merah Putih, “Menurut kami sudah saatnya pemimpin nasional kita jangan tersandera oleh kasus korupsi, koalisi Merah Putih bisa mengambil langkah serius, bahwa tidak boleh ada pelantikan presiden (boneka) sebelum saudara Jokowi dan Jusuf Kalla mengklarifikasi 74 rekening JK di luar negeri dan 52 rekening Jokowi, karena ada keterkaitan dengan money politik, keterkaitan dengan korupsi dan lain-lain. Jadi jangan lantik Jokowi dan Jusuf Kalla sebelum KPK memeriksa dan memastikan mereka bebas dari korupsi”

“Untuk menunggu gerakan aksi massa bergerak secara damai, sekali darah menetes di depan MK kami tak akan mundur, kita berharap kawan-kawan terus kompak dan tidak gentar” tutupnya dalam sambutan acara.

Acara ini dihadiri para pembicara Prof Marwah Daud Ibrahim, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, DR. Sri Bintang Pamungkas nampak diantara ratusan undangan acara Progres 98 di Cikini ini. [adivammar/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.658 kali, 1 untuk hari ini)