Fakta Terkini Soal Gempa Cianjur: Terjadi Gempa Susulan Sebanyak 90 Kali

ilustrasi – gempa Cianjur kini sudah tersebar luas ke seluruh penjuru Indonesia sehingga menjadi viral di media sosial atau medsos /Antara/Raisan Al Farisi./

Update BNPB, Korban Meninggal Gempa Cianjur Tembus 271 Jiwa

Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi jumlah korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai 271 Jiwa/ NEWS – CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia, 24 November 2022 09:54

***

2.345 Bangunan Rusak Parah Akibat Gempa Cianjur, Pemerintah Siap Ganti

Cianjur –

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan melakukan penanganan gempa Cianjur secara paralel. Rumah warga yang rusak berat akan diganti oleh pemerintah.

Dilansir dari detikJabar, berdasarkan data sementara ada 2.345 unit rumah rusak parah dan fasilitas publik berupa sekolah hingga madrasah. Muhadjir mengatakan, pendataan juga akan terus dilakukan agar dapat segera melakukan perbaikan-perbaikan

Tim detikJabar – detikSulsel

Selasa, 22 Nov 2022 13:27 WIB

***

Fakta Terkini Soal Gempa Cianjur: Terjadi Gempa Susulan Sebanyak 90 Kali

Perlu anda ketahui, gempa di Cianjur dengan magnitudo 5,6 terjadi pada Senin, 21 November 2022 sekira pukul 13.21 WIB.

Berdasarkan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa terjadinya gempa tersebut pukul 00.00 WIB Selasa, 22 November 2022.

BMKG Telah mencatat sebanyak 90 kali terjadi gempa susulan hingga Senin malam, hal ini mengakibatkan banyaknya warga yang mengungsi.

BMKG juga mengatakan bahwa dampak gempa yang terjadi tidak mengakibatkan tsunami, namun perkiraan akan ada gempa susulan yang akan datang.

Akibat gempa di daerah Cianjur banyak wilayah tersebut rusak, bahkan banyak yang memakan korban jiwa dan luka-luka.

Pusat gempa di 10 KM arah Barat Daya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kejauhan 10 KM.

Hal ini membuat banyaknya masyarakat mengungsi di posko-posko, sebanyak 169.124 terdampak gempa Cianjur, sebanyak 3.895 yang harus mengungsi.

Terjadi korban luka berat sebanyak 357 orang, sebanyak 593 luka ringan, sedangkan korban jiwa sebanyak 271 orang.

Dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa rumah sakit yang diperlukan untuk para korban bisa mencapai 5 rumah sakit.

Rumah sakit yang dipenuhi yaitu RS. Sayang, RS. Pagelaran, RS. Cimacan, RS. Dr.Hafidz, RS. Bhayangkara.

Sedangkan untuk korban dengan luka berat dirujuk ke RSUD R. Syamsudin, RS Al Ihsan Bandung, RSUP Hasan Sadikin.

Dampak gempa tersebut kini masyarakat hanya bisa bersabar dan mengungsi, Selasa, November 2022

Holis Sindy Sauri

mediapakuan.pikiran-rakyat.com- 22 November 2022, 12:08 WIB

***

Gempa dan Bencana Menimpa secara keseluruhan bila maksiat tampak terang-terangan

Hadits:  “Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.”

Hukuman Allah Mengenai Semuanya

Sesungguhnya adzab Allah, ketika menimpa sekelompok masyarakat maka adzab ini mencakup orang baik dan orang bejat, orang dewasa dan anak-anak, laki-laki dan perempuan. Semuanya sama-sama mendapatkan hukuman. Bahkan termasuk makhluk yang tidak memiliki dosa dan kesalahan, semacam anak-anak dan binatang sekalipun, mereka turut merasakannya.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam hadis,

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي، عَمَّهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ» . فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا فِيهِمْ يَوْمَئِذٍ أُنَاسٌ صَالِحُونَ؟ قَالَ: «بَلَى» . قَالَتْ: فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ؟ قَالَ: «يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ»

 “Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang-orang saleh? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah kembali bertanya, “Lalu apa yang akan diterima oleh orang ini? Beliau menjawab, “Mereka mendapatkan adzab sebagaimana yang dirasakan masyarakat, kemudian mereka menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 6:304)

Dalam Alquran, Allah menegaskan bahwa setiap musibah yang menimpa manusia, disebabkan perbuatan maksiat yang pernah mereka lakukan. Allah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Setiap musibah yang menimpa kalian, disebabkan perbuatan tangan kalian, dan Allah memberi ampunan terhadap banyak dosa.” (QS. As-Syuro: 30)

Allah juga menceritakan keadaan umat sebelum kita:

فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Masing-masing Kami adzab disebabkan dosa mereka. Di antara mereka ada yang kami kirimi angin kencang, di antara meraka ada yang dimusnahkan dengan teriakan yang sangat pekak, ada yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidaklah menzalimi mereka, namun mereka yang bersikap zalim pada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40)

Ibnul Qoyim menjalaskan,
Terkadang Allah memerintahkan bumi untuk begetar, sehingga terjadilah gempa bumi yang besar. Sehingga manusia pada takut, resah, kembali bertaubat, meninggalkan maksiat, dan tunduk dan menyesal kepada Allah. Sebagaimana yang ditegaskan sebagian sahabat, ketika terjadi gempa bumi, beliau mnyatakan,

إن ربكم يستعتبكم

“Sesungguhnya Tuhan kalian menegur kalian.”

Disebutkan oleh Imam Ahmad, dari Shafiyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

زلزلت المدينة على عهد عمر فقال : أيها الناس ، ما هذا ؟ ما أسرع ما أحدثتم . لئن عادت لا تجدوني فيها

Pernah terjadi gempa di kota Madinah, di zaman Umar bin Khatab. Maka Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak akan menemuiku lagi di Madinah.”

Diceritakan oleh Ibn Abi Dunya dari Anas bin Malik, bahwa beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena gempa bumi!” Aisyah menjawab,

إذا استباحوا الزنا ، وشربوا الخمور ، وضربوا بالمعازف ، غار الله عز وجل في سمائه ، فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم

“Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi: ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”

Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”

Beliau menjawab,

بل موعظة ورحمة للمؤمنين ، ونكالاً وعذاباً وسخطاً على الكافرين ..

“Itu adalah peringatan dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir.”  (Al-Jawab Al-Kafi, Hal. 87–88)

Dari pernyataan Umar, beliau memahami bahwa penyebab terjadinya gempa di Madinah adalah perbuatan maksiat yang dilakukan masyarakat yang tinggal di Madinah. Pernyataan ini disampaikan kepada para sahabat dan mereka tidak mengingkarinya. Ini menunjukkan bahwa mereka sepakat dengan pemahaman Umar radhiallahu ‘anhu.

Hal yang semisal juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau bersabda,

إِذَا اتُّخِذَ الفَيْءُ دُوَلاً، وَالأَمَانَةُ مَغْنَمًا، وَالزَّكَاةُ مَغْرَمًا، وَتُعُلِّمَ لِغَيْرِ الدِّينِ، وَأَطَاعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ، وَعَقَّ أُمَّهُ، وَأَدْنَى صَدِيقَهُ، وَأَقْصَى أَبَاهُ، وَظَهَرَتِ الأَصْوَاتُ فِي الْمَسَاجِدِ، وَسَادَ القَبِيلَةَ فَاسِقُهُمْ، وَكَانَ زَعِيمُ القَوْمِ أَرْذَلَهُمْ، وَأُكْرِمَ الرَّجُلُ مَخَافَةَ شَرِّهِ، وَظَهَرَتِ القَيْنَاتُ وَالمَعَازِفُ، وَشُرِبَتِ الخُمُورُ، وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَوَّلَهَا، فَلْيَرْتَقِبُوا عِنْدَ ذَلِكَ رِيحًا حَمْرَاءَ، وَزَلْزَلَةً وَخَسْفًا وَمَسْخًا وَقَذْفًا وَآيَاتٍ تَتَابَعُ كَنِظَامٍ بَالٍ قُطِعَ سِلْكُهُ فَتَتَابَعَ.

وَفِي البَابِ عَنْ عَلِيٍّ,.

وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الوَجْهِ.

 “Jika harta rampasan perang dijadikan kas negara (tidak lagi diberikan kepada orang yang ikut perang), amanah dijadikan rebutan, jatah zakat dikurangi, selain ilmu agama banyak dipelajari, lelaki taat kepada wanita dan memperbudak ibunya, orang lebih dekat kepada temannya dan menjauh dari ayahnya, banyak teriakan di masjid, yang memimpin kabilah adalah orang yang bejat (fasik), yang memimpin masyarakat orang yang rendah (agamanya), orang dimuliakan karena ditakuti pengaruh buruknya, para penyanyi wanita dan musik-musik tampil di permukaan, khamr diminum, dan generasi terakhir melaknat generasi pertama (sahabat), maka bersiaplah ketika itu dengan adanya angin merah, gempa bumi, manusia ditenggelamkan, manusia diganti wajahnya, dilempari batu dari atas, dan berbagai tanda kekuasaan Allah (musibah) yang terus-menerus, seperti ikatan biji manik-manik yang putus talinya, maka biji ini akan lepas satu-persatu.” (HR. Turmudzi, beliau mengatakan: Terdapat hadis semisal dari Ali, hadis ini gharib, tidak kami jumpai kecuali dari jalur ini)

Selengkapnya, lihat artikel: Apa Penyebab GEMPA BUMI? Dosa, Maksiat, Salah Satunya Akibat Merajalelanya MUSIK dan Penyanyi, Posted on 21 November 2022 by Nahimunkar.org

Di antara kemasiatan yang tertangkap basah di Cianjur, berikut ini beritanya mengenai berbagai pelaku LGBT tertangkap basah ataupun digerebeg.

***

Bupati Cianjur Soal Penggerebekan Pasangan Gay; Fenomena Ini Tidak Bisa Dibiarkan


Ilustrasi pasangan gay. (foto: istimewa)

JABARNEWS | CIANJUR – Aksi penggerebekan pasangan gay di sebuah kontrakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengundang perhatian publik. Bupati Cianjur, Herman Suherman pun akhirnya buka suara soal terungkapnya kasus pasangan lelaki-seks lelaki di wilayahnya tersebut.

Herman mengaku atas kejadian tersebut. Apalagi selama ini Kabupaten Cianjur dikenal sebagai Kota Santri. Lebih lanjut, kata Herman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mencegah penyimpangan seksual semakin banyak. Khususnya pasangan gay.

JABARNEWS, DIN SARIPUDDINSenin, 30 Mei 2022 – 08:53:09

***

Suami Betah Nginep di Cianjur Ternyata Punya Kekasih LGBT

NY. NENGSIH (36), heran banget suaminya, Sukari (41), jika ke Cianjur bisa nginep berhari-hari, padahal penyanyi Alfian dulu hanya kuat semalam saja. Usut punya usut, ternyata suami punya gebedan. Tambah kaget si Nengsih, ketika digerebek bersama Pak RT, kekasih Sukari ini juga lelaki (LGBT). Jadi anggar dong!

Umat Nabi Luth yang dikenal sebagai kaum homo, populasinya di Indonesia terus berkembang, meski tak pernah dicatat oleh BPS. Terbukti kasus demi kasus sering masuk pemberitaan. Bagi kita yang normal, perilaku mereka sungguh menjijikkan, tapi para praktisinya menganggap biasa saja. Bahkan tokoh penderita LGBT tanpa malu siap menjadi ketua asosiasinya.

Ny. Nengsih dari Bandung, jika ditanya mau nggak nikah dengan duda LGBT? Tentu menjawab ogah, sebab dia juga tak mau jadi korban salah jurusan. Kalau salah jurusan naik biskota, tinggal ganti kendaraan lain. Lha kalau salah jurusan soal yang demikian, amit-amit deh. “Kita memang makhluk homo sapiens, tapi suami homo enggaklah…..!” begitu katanya.

Tapi siapa nyana siapa duga, Sukari suaminya ternyata AC/DC, listrik bisa, accu juga nggak nolak. Dulu ada pelawak Srimulat Kardjo AC/DC itu kan hanya nama panggung, aslinya juga normal-normal saja. Lha kok sekarang dirinya terjebak persoalan semacam itu. Sekarang baru terkuak, ternyata Sukari penderita LGBT, colokannya juga ada di depan macam TV Akari.

Kelainan Sukari bermula dari seringnya pergi ke Cianjur sampai nginep-nginep segala. Padahal penyanyi Alfian dulu di Cianjur hanya kuat semalam saja. Lha kok Sukari betah sekali, ada apa gerangan? Atau jangan-jangan punya WIL? Sebab kalau telpon kelihatan mesra sekali, sampai Nengsih pernah mengancam, “Awas kalau itu selingkuhanmu, gua matiin lu…..”, kata Nengsih tentu saja dalam Bahasa Sunda.

Ternyata sudah diancam demikian, kini malah sudah seminggu lebih tidak pulang. Ini gejala mau jadi Bang Toyib rupanya. Diam-diam Nengsih cari informasi, sehingga didapat alamat bahwa Sukari menginap di kampung Wanakarta Kecamatan Cugenang. Jika di sana itu benar-benar WIL dan berpotensi jadi pelakor, maka akan dibumihanguskan dua-duanya.

Tiba di lokasi Nengsih lalu melapor ke Pak RT dan diminta menemani saat penggerebekan berlangsung. Tapi ketika rumah kos-kosan itu digedor-gedor, yang muncul Sukari bersama seorang lelaki tapi lagaknya macam perempuan, mirip Tessy Srimulatlah, ih…..benci aku!

Pak RT dan Nengsih bingung sendiri. Suami punya WIL saja sudah murka, kok ini malah punya gendakan sesama lelaki. Ini kan  pemain anggar jadinya, padahal PON Aceh-Sumut baru tahun 2024 nanti. Tak sanggup menghadapi kenyataan ini persoalan segera dilaporkan ke Polres Cianjur.

Dalam pemeriksaan sebagai saksi, di rumah selama ini normal-normal saja. Dengan istri pertama Sukari punya dua anak dengan istri pertama dan 2 anak lagi dengan Nengsih. “Sebagai suami selama ini dia normal-normal saja, nggak tahunya……” kata Nengsih di depan polisi.

Nggak tahunya, listrik bisa, bensin juga bisa, hybrid dong! (GTS)

poskota.co.id, Selasa, 20 September 2022 07:00 WIB

***

Aksi Terlarang Pasangan Sejenis di Cianjur Terbongkar Berkat Bocah, Warga Mengintai Selama Seminggu

ilustrasi LGBT. Pasangan sesama jenis di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat digerebek warga.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR – Pasangan sesama jenis di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat digerebek warga.

Penggerebekan itu bermula saat aksi terlarang keduanya dipergoki seorang bocah.

Bocah tersebut lalu melaporkan kejadian itu ke orangtuanya.

Setelah itu, warga melakukan pengintaian selama seminggu terhadap keduanya.

Pasangan sesama jenis laki-laki sebut saja AM (41) dan N (23) digerebek warga di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Keduanya nyaris babak belur dihakimi warga yang geram dengan tingkah laku menyimpang di sebuah kontrakan.

Aksi anarkistis berhasil diredam oleh Ketua RW dan perwakilan Karang Taruna setempat.

Ketua RW setempat, BK mengatakan kejadian bermula ketika AM dan N kepergok seorang bocah yang tinggal tak jauh dari kontrakan dan melihat aksi tak senonoh keduanya.

“Jadi orangtua anak itu, kan, ngontraknya di atas kontrakan si AM dan melihat perbuatan mereka,” katanya, Jumat (27/5/2022).

Warga menyebut penggerebekan sendiri terjadi pada hari Ahad (22/5/2022) namun kabar tersebut baru ramai dua hari ini.

Kronologisnya setelah seorang bocah memergoki pasangan sesama jenis ini ia melapor kepada orangtuanya.

Orangtua si bocah kemudian sempat merekam dan melaporkan ke pihak RW dan Karang Taruna.

Kemudian selama satu minggu gerak-gerik AM dan N pun diamati oleh warga.

“Pemuda di sini ngintip, puncaknya minggu kemarin langsung digerebek,” katanya.

Setelah diamankan, kemudian ketua RW memanggil kedua keluarganya untuk dilakukan musyawarah.

“Kedua keluarganya datang, kalau AM ini yang datang Istrinya, kalau N ketua RW dan RT di daerahnya. Kami kembalikan ke keluarganya,” katanya.

Sekretaris RW setempat, ZM, mengatakan, bahwa AM berprofesi sebagai pedagang aneka kue dan kerap membawa N.

Diketahui ia baru mengontrak rumah selama dua bulan.

“Di sini jualan kue-kue, kayak kue ulangtahun, kue jajanan dan lain-lain,” katanya.

ZM yang turut menggerebek pasangan sesama jenis ini mengatakan, AM memiliki istri dan empat orang anak.

“Istrinya tak menyangka, soalnya kehidupan keluarganya baik-baik,” katanya.

Selain itu ZM menambahkan, dari perawakan dan sifatnya tak menjurus kepada hal tersebut dan dikenal bersosialisasi baik dengan masyarakat.

AM pun sering membeli telur untuk bahan pembuatan kue dari ZM.

“Di sininya kan cuma ngontrak, hanya buat kue saja. Jarang menginap, sehabis beres buat kue pesanan langsung pulang ke rumahnya yang lokasinya beda desa,” ujarnya.

Warga menyebut kejadian itu baru pertama terjadi. Setelah diselesaikan secara musyawarah, pasangan sesama jenis ini dikembalikan lagi kepada keluarganya masing-masing.

(TribunJabar.id/Ferri Amiril Mukminin)

Editor: Ravianto

TribunJabar.id, Sabtu, 28 Mei 2022 21:29

***

Saat digerebek, 5 gay di Cianjur sedang sayang-sayangan


Penggerebekan kelompok Gay di Cianjur. ©2018 Merdeka.com/Istimewa

Polres Cianjur melepas empat dari lima pria yang diduga terlibat pesta gay. Satu remaja yang masih duduk di bangku sekolah mengaku hanya ikut-ikutan saja.

“Masih didalami (kasusnya). Yang empat orang sudah dikembalikan ke keluarganya, termasuk pelajar,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/1).

Pada saat penggerebekan, kelima pria ini belum melakukan kegiatan yang jelas mengarah pada aktivitas seksual. “Baru telanjang bareng-bareng, baru sayang-sayangan,” kata Soliyah.

Soliyah menyebut ada satu orang yang ditahan, berinisial AAWA (50) yang diduga menjadi pelaku utama. Ia menjadi penyewa vila dan menyediakan alat-alat seksual.

Soliyah menyebut, AAWA berkomunikasi dengan yang lain melalui aplikasi chat khusus gay yang sekarang sudah diblokir.

“Yang pelajar, itu mengakunya ikut-ikutan,” ucapnya.

Mereka digerebek saat menggelar pesta di Villa Green Apple Garden Blok F-66 di Jalan Mariwati, Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/1) malam. Polisi mengamankan lima orang, salah satunya masih di bawah umur.

Kelima pria tersebut asing-masing berinisial AAWA (50) kelahiran Bali yang kini tinggal di Bandung, AR (21), DA (16), DS (39) dan U (34) yang merupakan warga asli Cianjur.

Saat penggerebekan, kelima orang tersebut tidak mengenakan pakaian, seorang di antaranya merupakan pelajar dan ditemukan alat kontrasepsi, obat kuat, parfum, miras berjenis anggur merah, pelumas/pelicin dan beberapa barang lainnya.

Pelaku akan dikenakan pasal 36 Undang-undang nomor 44/2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda paling besar Rp 5 miliar.

10 botol minuman keras (miras) dan tujuh alat kontrasepsi ditemukan di lokasi penggerebekan. Polisi juga menemukan 6 handphone dan lima celana dalam. Serta pelumas, handuk dan selimut.

Lalu, 5 Tissue Super Magic Power, 1 pelumas, 2 parfum, 1 handbody, 1 deodoran dan 1 bedak.

Merdeka.com – Senin, 15 Januari 2018 11:58Reporter : Aksara Bebey

***

Ditegaskan dalam hadits:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي، عَمَّهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ» . فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا فِيهِمْ يَوْمَئِذٍ أُنَاسٌ صَالِحُونَ؟ قَالَ: «بَلَى» . قَالَتْ: فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ؟ قَالَ: «يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ»

Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang-orang saleh? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah kembali bertanya, “Lalu apa yang akan diterima oleh orang (saleh/baik) ini? Beliau menjawab, “Mereka mendapatkan adzab sebagaimana yang dirasakan masyarakat, kemudian mereka menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 6:304)

(nahimunkar.org)